Warta  

2.445 Jiwa Terdampak, 594 KK Mengungsi: Data Bencana Tanah Bergerak Padasari

Avatar photo
Data Penanggulangan Bencana Desa Padasari Kabupaten Tegal. Sabtu (7/2/2026)

Jatinegara, Warta NU Tegal

Bencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, terus menyisakan dampak serius bagi warga. Berdasarkan data pembaruan per Sabtu (7/2/2026) pukul 09.00 WIB, tercatat sebanyak 594 kepala keluarga (KK) atau 2.445 jiwa terdampak dan mengungsi di sejumlah titik.

Data tersebut menunjukkan bahwa dampak bencana tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga fasilitas sosial, pendidikan, peribadatan, hingga infrastruktur desa. Aparatur desa bersama relawan dan unsur Nahdlatul Ulama terus melakukan pendataan dan penanganan darurat.

Warga dari beberapa RW dan RT terdampak terpaksa meninggalkan rumah demi keselamatan. Suasana haru dan keprihatinan masih terasa di lokasi pengungsian, meski semangat gotong royong tetap terjaga.

Data Penanggulangan Bencana Desa Padasari Kabupaten Tegal. Sabtu (7/2/2026)

Berdasarkan rincian data, dari total 2.445 jiwa terdiri atas 789 laki-laki dan 896 perempuan. Selain itu terdapat 135 lansia, 3 ibu hamil, 3 ibu menyusui, 65 anak batita, 40 balita, 184 anak-anak, serta 1 penyandang difabel.

Di sektor permukiman, tercatat 464 unit rumah terdampak, dengan rincian 205 rusak berat (RB), 174 rusak sedang (RS), dan 85 rusak ringan (RR). Wilayah terdampak meliputi RW 01 RT 01–03, RW 02 RT 06–09, RW 03 RT 12–15, serta RW 04 RT 10, 11, dan 16–18.

Fasilitas sosial yang terdampak sebanyak 21 unit, terdiri atas 14 rusak berat, 4 rusak sedang, dan 3 rusak ringan. Sementara fasilitas peribadatan tercatat 7 unit terdampak, yakni 3 rusak berat, 3 rusak sedang, dan 1 rusak ringan.

Di bidang pendidikan, terdapat 7 unit bangunan terdampak, dengan rincian 5 rusak berat, 1 rusak sedang, dan 1 rusak ringan. Selain itu, 1 unit fasilitas pemerintahan juga dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Kerusakan infrastruktur meliputi jalan desa dan kabupaten di tiga titik, satu bendung irigasi, serta satu jembatan desa yang terdampak akibat pergerakan tanah.

Baca Lainnya  Antisipasi Bencana, Lazisnu PCNU Kabupaten Tegal Perkuat Bagana dengan Peralatan Senilai Rp54 Juta

Untuk lokasi pengungsian, Majelis Az Zikir wa Rotibain (Rumah Bp. Kamal) menampung 50 KK atau 166 jiwa. Di lokasi ini terdapat 75 laki-laki dan 91 perempuan, termasuk anak-anak dan lansia.

Lokasi pengungsian terbesar berada di Majelis dan Dukuh Pengasinan dengan 337 KK atau 985 jiwa. Di antaranya 498 laki-laki dan 487 perempuan, termasuk 59 anak batita, 122 anak usia 5–12 tahun, serta 97 lansia.

Di SDN Padasari 02, terdapat 34 KK atau 92 jiwa yang mengungsi. Rinciannya meliputi 45 laki-laki, 47 perempuan, serta kelompok usia anak hingga lansia.

Sementara itu, Pondok Pesantren Dawuhan Padasari (Ponpes Al Adalah) turut menjadi lokasi terdampak dengan jumlah 526 jiwa, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam distribusi bantuan.

Di Dukuh Lebak RW 05 (RT 19–22), tercatat 130 KK atau 506 jiwa mengungsi. Komposisinya meliputi 245 laki-laki dan 261 perempuan, dengan 65 lansia di antaranya.

Gedung Serbaguna Desa Penujah menjadi tempat pengungsian bagi 39 KK atau 150 jiwa, terdiri atas 65 laki-laki dan 85 perempuan.

Selain itu, sebanyak 4 KK atau 20 jiwa mengungsi ke Desa Mokaha, Kecamatan Jatinegara, sebagai langkah antisipasi dari potensi pergerakan tanah susulan.

Editor : Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *