Berita  

Anggota DPRD Dapil IV Maadah Salurkan Sembako untuk Korban Bencana di Posko Pengungsian Padasari

Avatar photo
Anggota DPRD Dapil IV Kabupaten Tegal yang mewakili Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), Maadah, menyalurkan bantuan sembako yang diterima langsung oleh petugas Posko Pengungsian Desa Padasari, Windi Astuti (34), pada Kamis (5/2/2026).

Jatinegara. Warta NU Tegal

Kepedulian terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Tegal Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Maadah. Pada Kamis siang, bantuan sosial berupa paket sembako diserahkan langsung kepada para korban bencana yang berada di Posko Pengungsian Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Kegiatan kemanusiaan ini berlangsung pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 13.56 WIB dan disambut hangat oleh para pengungsi serta petugas posko yang berjaga.

Anggota DPRD Dapil IV yang juga mewakili Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) Kabupaten Tegal, Maadah, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Menurutnya, kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat yang tertimpa bencana adalah bagian dari khidmah dan pengabdian yang tidak boleh diabaikan.

“Musibah bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Maka sudah menjadi kewajiban kita bersama, terutama kami sebagai wakil rakyat, untuk hadir dan meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang diuji,” ujar Maadah saat menyerahkan bantuan sembako kepada petugas posko pengungsian.

Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan memang tidak seberapa, namun diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi selama berada di posko. Maadah juga berharap bantuan tersebut dapat memberikan semangat dan kekuatan bagi para korban agar tetap tabah dan optimis menghadapi kondisi yang ada.

Sebagai kader perempuan NU dan wakil dari F-PKB, Maadah menekankan bahwa nilai-nilai kepedulian sosial dan gotong royong harus terus dijaga dan dihidupkan, terutama di saat-saat sulit seperti bencana alam. “Inilah nilai yang selalu diajarkan dalam tradisi NU, saling membantu dan saling menguatkan,” tuturnya.

Maadah juga mengapresiasi peran organisasi perempuan NU, khususnya Fatayat NU, yang aktif terlibat langsung dalam penanganan pengungsi. Menurutnya, keterlibatan Fatayat sebagai petugas posko menunjukkan bahwa kader NU selalu siap berada di garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan.

Baca Lainnya  Harlah NU ke-100 Masehi, MWCNU Warureja Tanam Harapan Lewat “Kaleng Waktu” Menuju Indonesia Emas 2045

“Fatayat NU ini luar biasa. Mereka bukan hanya bergerak di bidang dakwah dan sosial, tetapi juga turun langsung membantu masyarakat dalam kondisi darurat. Ini patut kita apresiasi bersama,” ungkapnya.

Menutup keterangannya, Maadah berharap sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar penanganan bencana berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendoakan para korban agar segera diberikan keselamatan dan kondisi segera pulih.

Sementara itu, bantuan sembako tersebut diterima langsung oleh petugas Posko Pengungsian Desa Padasari, Windi Astuti (34), yang juga merupakan pengurus Fatayat NU Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian Anggota DPRD Kabupaten Tegal terhadap para pengungsi.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan Ibu Maadah. Bantuan ini sangat berarti bagi para pengungsi, terutama untuk memenuhi kebutuhan harian mereka di posko,” kata Windi Astuti.

Windi menjelaskan bahwa sebagian petugas posko berasal dari kader Fatayat NU yang ditugaskan langsung untuk membantu proses pendataan, distribusi bantuan, hingga pendampingan para pengungsi. Mereka bekerja secara bergantian demi memastikan seluruh pengungsi mendapatkan pelayanan yang layak.

Menurutnya, keterlibatan Fatayat NU dalam posko pengungsian merupakan bentuk nyata pengabdian organisasi kepada masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa Fatayat NU benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama saat kondisi darurat seperti ini,” jelasnya.

Ia juga berharap perhatian dari berbagai pihak terus mengalir agar kebutuhan para pengungsi dapat tercukupi. Selain logistik, Windi menambahkan bahwa dukungan moral dan doa dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk menguatkan para korban bencana.

Kegiatan penyaluran bantuan ini menjadi bukti sinergi yang baik antara wakil rakyat, organisasi perempuan NU, dan masyarakat dalam merespons bencana. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan sejalan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah yang senantiasa mengedepankan kemaslahatan umat.

Baca Lainnya  Wabup Tegal Lepas Jalan Sehat Harlah 1 Abad NU PRNU Banjaran, Tekankan Kerukunan dan Kebersamaan

Dengan adanya dukungan dari berbagai elemen, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Desa Padasari dapat berjalan dengan lebih baik. NU melalui kader-kadernya terus berkomitmen untuk hadir, melayani, dan mengabdi kepada masyarakat, khususnya dalam situasi sulit, sebagai wujud nyata khidmah kepada umat dan bangsa.

Editor : Tahmid
Kontributor : Eko Wahyudi Sagino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *