Jatinegara, Warta NU Tegal
Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (BADKO LPQ) Kecamatan Jatinegara menyalurkan donasi sebesar Rp18.666.000 untuk warga Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, pada Ahad (15/2/2026). Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian keluarga besar LPQ terhadap masyarakat dan lembaga pendidikan keagamaan yang membutuhkan dukungan.
Penyaluran donasi difokuskan pada penguatan ketahanan pangan melalui paket sembako serta dukungan operasional bagi guru TPQ dan pondok pesantren. Total sebanyak 100 paket sembako dan jajan anak disalurkan kepada masyarakat dan lembaga penerima manfaat.
Ketua BADKO LPQ Kecamatan Jatinegara, KH Muhammad Yusuf Al-Khafidz, menyampaikan bahwa gerakan ini lahir dari semangat kebersamaan dan tanggung jawab moral untuk menjaga keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an di tengah tantangan yang ada.
“Kami menyalurkan donasi sebesar Rp18.666.000 sebagai bentuk kepedulian dan khidmah LPQ kepada masyarakat Desa Padasari,” ujar KH Muhammad Yusuf Al-Khafidz.
Ia menjelaskan, dari total dana tersebut, dialokasikan Rp 7.000.000 untuk pengadaan sembako yang diwujudkan dalam 100 paket sembako dan jajan.
“Sebanyak 100 paket sembako kami distribusikan, termasuk 30 paket yang diterima TPQ yang diasuh Ustadz Rohman. Ini sebagai upaya membantu kebutuhan dasar masyarakat dan keluarga santri,” jelasnya.
Selain itu, BADKO LPQ Jatinegara juga memberikan uang kas untuk 14 guru TPQ yang mengabdi di tiga lembaga, yakni TPQ Al-Khairiyyah, TPQ Bustanul Athfal, dan TPQ Nurul Ulum.
“Untuk para guru TPQ, kami alokasikan Rp 7.000.000 sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam mendidik generasi Qur’ani,” tegasnya.
Tidak hanya itu, bantuan juga disalurkan kepada Pondok Pesantren Al-Adalah sebesar Rp 5.000.000 guna mendukung operasional pesantren.
“Pondok Pesantren Al-Adalah menerima Rp 5.000.000. Kami berharap bantuan ini dapat memperkuat kegiatan pendidikan dan pembinaan santri,” imbuhnya.
KH Muhammad Yusuf Al-Khafidz menegaskan bahwa seluruh bantuan merupakan amanah para donatur dan warga LPQ yang dihimpun dengan semangat gotong royong.
“Ini adalah gerakan ta’awun yang menjadi karakter Nahdlatul Ulama. Kami ingin LPQ hadir tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian sosial,” tandasnya.
Editor : Tahmid












