Warta  

Dari Geribik Menuju Harapan: LAZISNU Tegal Bangun Rumah Layak bagi Rojaya di Pagerbarang

Pagerbarang, Warta NU Tegal
Di sudut Desa Jatiwangi, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, sebuah rumah berdinding anyaman bambu berdiri rapuh menahan waktu. Lantainya masih berupa tanah, gentengnya berlubang, dan tak ada plafon yang melindungi dari dingin malam maupun air hujan. Di rumah berukuran 6 x 6 meter itulah Rojaya, buruh tani dengan penghasilan tak menentu, bertahan hidup bersama istri dan dua anaknya. Kondisi rumah yang nyaris roboh itu akhirnya mengetuk nurani Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Tegal untuk menghadirkan kepedulian nyata melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Ketua LAZISNU PCNU Kabupaten Tegal, H. Maskun, menegaskan bahwa program RTLH merupakan wujud nyata kepedulian NU terhadap persoalan dasar umat. Menurutnya, rumah layak huni bukan sekadar bangunan fisik, melainkan fondasi utama untuk menjaga martabat dan kesehatan keluarga.

“Kami sangat prihatin melihat langsung kondisi rumah Pak Rojaya. Di usia NU yang sudah mapan, tidak seharusnya masih ada warga yang tinggal di rumah dengan kondisi seperti ini,” ujar H. Maskun kepada Warta NU Tegal, Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan, LAZISNU hadir sebagai perpanjangan tangan jam’iyyah NU dalam menjawab problem sosial kemanusiaan yang nyata di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Menurutnya, dana yang digunakan untuk program RTLH berasal dari kepercayaan umat kepada NU. Oleh karena itu, LAZISNU berkomitmen menyalurkan bantuan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kami berharap ke depan dukungan masyarakat terhadap LAZISNU semakin meningkat, sehingga program kemanusiaan NU dapat menjangkau lebih luas dan berkelanjutan,” pungkas H. Maskun.

Sekretaris PCNU Kabupaten Tegal, KH Ahmad Saiful Bahri, menegaskan bahwa kekuatan utama NU terletak pada kemandirian dan gotong royong umat. Program RTLH, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa NU mampu menggerakkan solidaritas dari bawah.

Baca Lainnya  Alumni Angkatan Pertama SMA Ma’arif NU Jatinegara Bergerak, Santuni Rekan Terdampak Tanah Bergerak Padasari

“Bantuan ini berasal dari dana umat, salah satunya melalui gerakan Koin NU. Dari recehan yang dikumpulkan dengan ikhlas, lahir manfaat besar bagi saudara-saudara kita,” tuturnya.

Ia menambahkan, PCNU Kabupaten Tegal berkomitmen memastikan dana umat dikelola secara amanah dan disalurkan untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak di tengah masyarakat.

KH Ahmad Saiful Bahri berharap program RTLH tidak berhenti pada satu rumah saja, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menghapus rumah tidak layak huni di wilayah Kabupaten Tegal.

“Ini bukan hanya soal bantuan, tetapi tentang menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa persoalan umat adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Sekretaris MWCNU Pagerbarang, Kiai Abdul Ghoni, mengapresiasi langkah cepat LAZISNU dan PCNU Kabupaten Tegal dalam merespons kondisi warga di tingkat bawah.

Menurutnya, program RTLH menjadi contoh konkret sinergi antara struktur NU dari cabang hingga ranting dalam melayani umat.

“Kami berharap bantuan ini memunculkan keterpanggilan semua pihak, termasuk pemerintah desa, agar persoalan rumah tidak layak huni bisa ditangani secara terpadu,” ujarnya.

Ia menegaskan, MWC NU Pagerbarang siap mengawal dan mendukung setiap program kemanusiaan NU yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Kepala Desa Jatiwangi, Sutomo, menyampaikan apresiasi atas perhatian LAZISNU dan NU terhadap warganya. Menurutnya, sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah desa sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan persoalan sosial.

“Perbaikan kualitas hunian warga memang menjadi prioritas kami. Kami akan mengawal proses perbaikan rumah Pak Rojaya hingga benar-benar layak ditempati,” katanya.

Sutomo berharap program ini menjadi contoh kolaborasi yang dapat direplikasi untuk membantu warga lain yang mengalami kondisi serupa.

Ia juga menilai, kehadiran NU di tengah masyarakat memberikan dampak positif dalam memperkuat kepedulian sosial dan solidaritas warga desa.

Baca Lainnya  Ribuan Kader NU Surokidul Pagerbarang Ikuti Kirab Harlah ke-103, Teguhkan Khidmah dan Aswaja

Penyerahan bantuan RTLH kepada Rojaya dilakukan secara simbolis dan ditutup dengan doa bersama. Hadirnya pengurus NU, Banom, serta pemerintah desa menjadi penanda kuatnya solidaritas kemanusiaan yang tumbuh dari desa. Dari rumah geribik yang nyaris roboh, kini tumbuh harapan baru. Melalui semangat gotong royong dan kemandirian umat yang dihimpun lewat Koin NU, LAZISNU Kabupaten Tegal berkomitmen terus menyisir pelosok desa, memastikan rumah layak bukan lagi mimpi, melainkan hak setiap warga.

Editor : Tahmid

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *