lapsus  

Empat Hari Tanah Bergerak di Leter S Gantungan, Akses Jatinegara Kian Rawan

Avatar photo
Lokasi Letter S Gantungan, Jum'at, (6/2/2026) / Foto Wahyu Eko Sagino

Jatinegara. Warta NU Tegal

Bencana tanah bergerak masih terus terjadi di kawasan Leter S Desa Gantungan, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Hingga Jumat (6/2/2026), kondisi jalan utama penghubung antarwilayah tersebut terpantau semakin rawan setelah empat hari berturut-turut mengalami pergerakan tanah.

Fenomena ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Tegal selama kurang lebih empat jam, sejak Rabu (4/2/2026) pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Bencana ini menyusul musibah serupa yang sebelumnya melanda Desa Padasari dan Capar.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hampir seluruh desa di kawasan pegunungan selatan terdampak cuaca ekstrem. Sedikitnya 17 desa mengalami banjir, longsor, serta kerusakan lahan persawahan, permukiman, dan kandang ternak. Bahkan, aliran listrik di Desa Penyalahan sempat padam akibat cuaca buruk.

Di Desa Gantungan, khususnya di jalur Leter S, tanah bergerak mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir. Jalan kabupaten tersebut tampak retak, miring, dan mengalami penurunan di sejumlah titik, sehingga membahayakan pengguna jalan.

Anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PKB Dapil IV (Jatinegara, Bumijawa, dan Bojong), Maadah, mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada pihak terkait. “Saya sudah menyampaikan ke pihak terkait adanya tanah bergerak dan potensi longsor di Leter S Desa Gantungan,” ujar Maadah saat ditemui di lokasi.

Maadah menambahkan, kondisi jalan semakin mengkhawatirkan karena terdapat beberapa infrastruktur yang terdampak. “Terlihat tiga tiang Telkom roboh dan miring ke bahu jalan, serta retakan cukup panjang di sisi kiri jalan,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa jalur tersebut merupakan akses vital yang setiap hari dilaluinya. “Jalan ini saya lintasi setiap hari saat mengantar dan memantau bantuan sembako dari relawan dan masyarakat,” ungkapnya.

Baca Lainnya  Data Tanah Bergerak di Desa Kajen Lebaksiu, Sejumlah Rumah Terdampak

Selama beberapa hari terakhir, Maadah bersama relawan aktif bergerak membantu korban bencana. “Kami selama tiga hari berturut-turut juga fokus ke Desa Padasari yang terdampak bencana tanah bergerak,” katanya.

Ia berharap pemerintah segera melakukan penanganan serius sebelum terjadi korban jiwa. “Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele, karena sewaktu-waktu bisa terjadi longsor susulan,” tegasnya.

Sementara itu, Nafi Ahmad, warga yang setiap hari melintas di jalur tersebut, mengungkapkan kekhawatirannya. “Empat hari ini tanah terus bergerak, apalagi setiap sore dan malam hujan masih turun,” ujar Nafi.

Menurut Nafi, kondisi jalan sudah jauh berubah dibandingkan hari-hari sebelumnya. “Sekarang jalan mulai miring dan retaknya semakin jelas terlihat,” katanya.

Lokasi Letter S Gantungan / Foto Wahyu Eko Sagino

Ia juga menyebut bahwa sebelum tanah bergerak, kawasan tersebut sempat dilanda banjir. “Tiga hari sebelumnya, air sempat menggenang sepanjang jalan meskipun sudah ada drainase di kanan kiri,” jelasnya.

Nafi menambahkan, kondisi geografis sekitar memperparah situasi. “Di atas itu hutan pinus, di bawahnya sawah seperti mangkuk, ditanami padi dan jagung. Kalau hujan deras, air semua turun ke sini,” tuturnya.

Ia berharap pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan. “Yang melintas di jalur Leter S sebaiknya hati-hati dan mengurangi kecepatan,” imbaunya.

Pantauan Warta NU Tegal, lokasi tanah bergerak telah dipasang tanda peringatan oleh pihak terkait. Namun, dengan cuaca yang masih tidak menentu, potensi longsor lanjutan masih cukup besar.

Di sisi lain, perhatian pemerintah pusat dan daerah terhadap bencana di Kabupaten Tegal terus mengalir. Setelah sebelumnya Gubernur Jawa Tengah meninjau Desa Padasari, Wakil Presiden RI juga dijadwalkan mengunjungi lokasi terdampak bencana.

Umat Nahdliyin dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus memperkuat solidaritas, doa, dan kepedulian kemanusiaan, seraya mendorong percepatan penanganan bencana demi keselamatan warga dan keberlangsungan aktivitas masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Tegal.

Baca Lainnya  Longsor Landa Jalur Letter S Gantungan Jatinegara, Warga Diminta Waspada

Editor : Tahmid
Kontributor: Eko Wahyu Sagino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *