Jatinegara, Warta NU Tegal
Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Hidayaturrohman Desa Sitail, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, yang digelar pada Sabtu malam (14/2/2026), kegiatan tersebut menjadi momentum syukur atas capaian para santri dalam menempuh pendidikan.
Salah satu rangkaian utama dalam haflah tersebut adalah Festival Hadroh yang menghadirkan grup-grup rebana terbaik dari berbagai wilayah sekitar. Lantunan shalawat menggema, menghadirkan suasana religius yang kental dengan nuansa mahabbah kepada Rasulullah SAW.
Puncak penyerahan hadiah bagi para pemenang dilaksanakan pada Ahad (15/2/2026), bertepatan dengan agenda Pengajian Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Hidayaturrohman Sitail.
Ketua Panitia Festival Hadroh, Iif Futiha Salsabila, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi atas perjuangan santri sekaligus upaya melestarikan seni Islami.
“Haflah Akhirussanah ini menjadi momen penuh syukur, kebersamaan, dan apresiasi atas perjuangan para santri dalam menuntut ilmu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Festival Hadroh bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian dari syiar dakwah.
“Melalui Festival Hadroh, kita lestarikan seni musik Islami rebana sebagai syiar dakwah dan wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW,” tuturnya.
Menurutnya, seni hadroh memiliki peran penting dalam membangun karakter santri yang cinta shalawat.
“Kegiatan ini menjadi sarana menanamkan nilai-nilai mahabbah kepada Nabi Muhammad SAW melalui lantunan shalawat,” jelasnya.
Iif Futiha Salsabila juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menampilkan performa terbaik.
“Alhamdulillāh, selamat dan sukses kepada para juara yang telah memberikan penampilan terbaiknya,” katanya.
Ia berharap prestasi yang diraih dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya dalam kebaikan.
“Semoga prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus bershalawat dan berkarya dalam kebaikan,” ungkapnya.
Adapun para pemenang Festival Hadroh PP Hidayaturrohman Sitail adalah Juara I grup Azaujati dari Cerih, Juara II Mahabaturosool dari Kali Jambu Sitail, dan Juara III Hubunabi Al Banat dari Kalimanggis Sitail.
“Barakallāhu fīkum kepada seluruh pemenang dan peserta. Semoga keberkahan senantiasa menyertai langkah kita semua,” imbuhnya.
Kegiatan ini menjadi cerminan tradisi pesantren yang tidak hanya menekankan pendalaman ilmu agama, tetapi juga mengembangkan seni Islami sebagai media dakwah yang santun dan membumi.
Dengan terselenggaranya Haflah Akhirussanah ini, diharapkan para santri semakin mantap melangkah dalam menuntut ilmu serta terus menebarkan syiar Islam Ahlussunnah wal Jamaah melalui karya dan prestasi.
Editor : Tahmid
Kontributor : Ahmad Muzaki












