Berita  

Festival Hadroh Semarak Ramadan, PP Hidayaturohman Sitail Siapkan Panggung Syiar Seni Islami

Avatar photo
Flayer Pengumuman Festival Hadroh Pondok Pesantren Hidayaturrohman Sitail Jatinegara Tegal

Jatinegara. Warta NU Tegal

Pondok Pesantren Hidayaturrohman Sitail, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, bersiap menggelar Festival Hadroh Semarak Ramadan sebagai bagian dari ikhtiar syiar Islam dan penguatan tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah masyarakat.

Kegiatan bernuansa religi dan budaya tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, (14/2/2026), mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai, bertempat di lingkungan PP Hidayaturrohman Sitail, Desa Sitail, Kecamatan Jatinegara.

Festival ini dirancang sebagai ruang ekspresi seni Islami, khususnya hadroh, sekaligus wadah silaturahmi antarwarga dan penguatan peran pesantren dalam membumikan nilai-nilai keislaman yang ramah dan membumi.

Panitia menetapkan kategori hadroh putri se-Desa Sitail, dengan ketentuan setiap grup membawakan maksimal dua lagu, yakni satu lagu wajib bertema Ramadan dan satu lagu pilihan bebas.

Jumlah personel dibatasi maksimal 12 orang, dengan ketentuan berpakaian syar’i, sebagai bentuk penjagaan adab dan etika dalam seni pertunjukan Islami.

Selain itu, peserta berasal dari kalangan remaja maupun ibu-ibu, tanpa batasan usia, sehingga memberi ruang partisipasi yang luas bagi masyarakat.

Panitia juga menyiapkan hadiah menarik bagi para juara terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan semangat peserta.

Pengurus Pondok Pesantren Hidayaturrohman Sitail, Ustadz Ahmad Muzaki, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari dakwah kultural pesantren.

“Festival hadroh ini kami niatkan sebagai media syiar Islam yang menggembirakan, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujar Ustadz Ahmad Muzaki.

Ia menambahkan bahwa seni hadroh memiliki kekuatan dalam menyampaikan pesan keislaman dengan cara yang santun dan menyentuh hati masyarakat.

“Melalui shalawat dan irama hadroh, nilai-nilai keagamaan dapat tersampaikan dengan lebih mudah diterima, terutama oleh generasi muda,” imbuhnya.

Baca Lainnya  Harlah NU ke-100 Masehi, NU Ranting Argatawang Teguhkan Soliditas Jamiyah Lewat Lailatul Ijtima dan MDS Rijalul Ansor

Menurutnya, pesantren memiliki tanggung jawab untuk merawat tradisi keislaman yang telah mengakar kuat di tengah warga Nahdliyin.

“Ini juga menjadi bagian dari khidmah pesantren kepada masyarakat Sitail, agar tradisi ke-NU-an terus hidup dan berkembang,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan semangat kebersamaan serta kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui lantunan shalawat.

“Kami berharap festival ini menjadi ajang silaturahmi, memperkuat ukhuwah, dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” pungkasnya.

Masyarakat Sitail dan sekitarnya diimbau untuk ikut meramaikan kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan berbasis pesantren.

Editor : Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *