Jatinegara. Warta NU Tegal
Kepedulian terhadap korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal terus mengalir. Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudlori, menyatakan kesiapannya membantu biaya santri dari keluarga terdampak untuk mondok selama empat bulan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan pengajian bersama alumni Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang yang digelar di Musholla Al Barokah, Desa Padasari, Selasa (17/3/2026).
Selain pengajian, kegiatan ini juga menjadi momentum silaturahmi dan penguatan spiritual bagi warga terdampak yang hingga kini masih bertahan di pengungsian akibat bencana yang terjadi sekitar satu bulan terakhir.
Dalam tausiyahnya, Gus Yusuf menegaskan komitmennya untuk mendukung keberlangsungan pendidikan santri dari keluarga korban bencana.
“Semua santri dari warga yang terkena bencana di berbagai pondok pesantren insyaallah akan kami bantu biaya selama empat bulan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut tidak hanya terbatas pada satu pesantren, tetapi terbuka untuk berbagai pondok pesantren yang menerima santri dari Padasari.
“Bantuan ini tidak hanya di Pondok Pesantren API Tegalrejo, tetapi juga di pesantren lain yang menampung santri dari Padasari,” jelasnya.
Menurutnya, pendidikan pesantren harus tetap berjalan meskipun dalam kondisi sulit, karena menjadi bagian penting dalam menjaga generasi penerus umat.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tetap bisa belajar dan mondok, meskipun sedang dalam kondisi terdampak bencana,” katanya.
Gus Yusuf juga mengajak masyarakat untuk memaknai bencana sebagai ujian dari Allah SWT yang mengandung hikmah.
“Bencana ini adalah ujian dari Allah SWT. Di dalamnya ada pelajaran tentang kesabaran dan keikhlasan,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa musibah juga dapat menjadi sarana peningkatan keimanan bagi umat.
“Dengan adanya bencana, semoga iman kita semakin meningkat dan kita semakin dekat kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap masyarakat tetap kuat dan tidak kehilangan harapan dalam menghadapi cobaan.
“Kita harus tetap kuat, saling menguatkan, dan terus berikhtiar agar kondisi segera pulih,” imbuhnya.
Di akhir tausiyahnya, ia kembali menegaskan komitmennya dalam membantu warga terdampak melalui jalur pendidikan pesantren.
“Insyaallah kami siap membantu warga Padasari yang ingin mondok, agar bisa melanjutkan pendidikan selama empat bulan ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Tegal, Ishak Maulana Rochman, dalam sambutannya menyampaikan komitmen pemerintah dalam menangani dampak bencana secara berkelanjutan.
“Pemerintah akan terus berupaya memberikan penanganan terbaik bagi warga terdampak, termasuk dalam penyediaan hunian sementara,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan penyerahan kunci hunian sementara bagi warga.
“Insyaallah dalam waktu dekat kunci hunian sementara akan diserahkan kepada warga terdampak,” katanya.
Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.
“Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan warga bisa segera mendapatkan tempat tinggal yang layak,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa aspek teknis pelaksanaan akan dijelaskan lebih lanjut oleh pihak terkait.
“Nantinya teknis pelaksanaan akan dijelaskan oleh Plt BPBD Kabupaten Tegal,” pungkasnya.
Tuan rumah kegiatan, Kyai Nurrokhman, yang juga alumni Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran para tokoh dan alumni.
“Alhamdulillah kami sebagai alumni API dan juga korban bencana tanah bergerak sangat bersyukur atas kehadiran para masyayikh dan tamu undangan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa kondisi warga saat ini masih dalam masa sulit karena harus mengungsi.
“Kami saat ini masih mengungsi, namun berharap kondisi segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Kyai Nurrokhman juga menyampaikan kebahagiaannya atas kehadiran Gus Yusuf di tengah masyarakat terdampak.
“Kami sangat berbahagia atas kehadiran KH Yusuf Chudlori yang berkenan hadir memberikan tausiyah dan dukungan kepada kami,” tuturnya.
Menurutnya, kehadiran para ulama menjadi penguat spiritual bagi warga dalam menghadapi cobaan.
“Kehadiran para ulama memberikan kekuatan batin bagi kami untuk tetap sabar dan istiqamah,” ungkapnya.
Ia berharap perhatian dari berbagai pihak terus mengalir untuk membantu pemulihan warga.
“Semoga bantuan dan kepedulian ini terus berlanjut hingga kondisi benar-benar pulih,” pungkasnya.
Usai kegiatan pengajian, Gus Yusuf bersama jajaran pengurus PCNU, tokoh daerah, serta alumni Pondok Pesantren API Tegalrejo meninjau langsung posko pengungsian di SD Negeri 2 Padasari yang telah dihuni warga selama kurang lebih satu bulan.
Editor : Tahmid
Kontributor : Eko Wahyu Sagino












