Berita  

Harlah NU ke-100 Masehi, NU Ranting Argatawang Teguhkan Soliditas Jamiyah Lewat Lailatul Ijtima dan MDS Rijalul Ansor

Avatar photo
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Argatawang menggelar kegiatan rutinan Lailatul Ijtima dan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor pada Ahad malam Senin Kliwon, (1/2/2026).

Jatinegara. Warta NU Tegal

Dalam rangka memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU) ke-100 versi masehi, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Argatawang menggelar kegiatan rutinan Lailatul Ijtima dan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor pada Ahad malam Senin Kliwon, (1/2/2026). Kegiatan yang dilaksanakan selepas salat Isya tersebut bertempat di Sekretariat GP Ansor Ranting Argatawang dan dihadiri jajaran Tanfidziyah dan Syuriah NU, pengurus badan otonom NU, GP Ansor, Banser, serta MDS Rijalul Ansor Argatawang.

Rais Syuriah PRNU Argatawang, Kiai Anisurrohman, dalam tausiyahnya menegaskan pentingnya menjaga kemurnian akidah Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah di tengah tantangan zaman. Ia mengingatkan warga NU agar tidak mudah tergiur berbagai tawaran yang pada akhirnya dapat menjauhkan dari jamiyah NU. “Menjaga tradisi dan akidah Aswaja an-Nahdliyah adalah kewajiban bersama. Jangan sampai kita tergelincir karena iming-iming yang secara perlahan menjauhkan kita dari NU,” tegasnya.

Menurut Kiai Anisurrohman, kekuatan NU terletak pada konsistensi menjaga tradisi keilmuan, amaliyah, dan sanad keagamaan yang lurus. Ia menekankan bahwa NU tidak hanya sebuah organisasi, melainkan jamiyah diniyah ijtima’iyah yang harus dirawat bersama oleh seluruh warganya. “NU ini bukan sekadar nama, tapi perjuangan para ulama. Kalau tidak kita jaga, maka perlahan akan terkikis oleh paham-paham yang tidak sejalan dengan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga NU, khususnya generasi muda, untuk aktif dalam badan otonom NU seperti IPNU, IPPNU, Ansor, dan Fatayat. Menurutnya, keaktifan di Banom NU menjadi benteng penting dalam menjaga akidah dan identitas ke-NU-an. “Ber-NU itu harus total. Aktif di IPNU, IPPNU, Ansor, dan Fatayat adalah bagian dari ikhtiar menjaga diri, keluarga, dan masyarakat dari pengaruh luar yang merusak akidah,” imbuhnya.

Baca Lainnya  PRNU Sitail Bersama Banom Salurkan Donasi Peduli Padasari Melalui Posko MWCNU Jatinegara

Kiai Anisurrohman juga menekankan pentingnya memperkuat spiritualitas melalui amaliyah khas NU seperti istighotsah, manaqib, dan rotib. Menurutnya, amalan tersebut bukan sekadar tradisi, melainkan wasilah untuk memperkuat ikatan batin dengan Allah SWT dan para ulama salaf. “Istighotsah dan manaqib itu bukan ritual kosong, tetapi jalan untuk meneguhkan iman dan menjaga keberkahan desa serta umat,” jelasnya.

Menutup tausiyahnya, Rais Syuriah PRNU Argatawang berharap kegiatan-kegiatan keagamaan seperti Lailatul Ijtima dan MDS Rijalul Ansor terus istiqamah dilaksanakan. Ia menilai forum tersebut menjadi ruang strategis untuk konsolidasi umat, penguatan akidah, serta menjaga kerukunan sosial di tengah masyarakat Desa Argatawang. “Kalau NU rukun, insyaallah desa akan aman, damai, dan penuh berkah,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PRNU Argatawang, Ustadz Nurofik, menyampaikan bahwa peringatan Harlah NU ke-100 masehi menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan warga NU di tingkat ranting. Ia berharap seluruh elemen NU, mulai dari ulama, tokoh masyarakat, hingga badan otonom NU, dapat bersatu menjaga kesolidan jamiyah. “Saya berharap para ulama, asatidz, tokoh masyarakat, dan seluruh Banom NU bersatu padu demi menjaga keutuhan NU di Desa Argatawang,” ujarnya.

Menurut Ustadz Nurofik, menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, NU Ranting Argatawang memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan umat, baik secara spiritual maupun sosial. Ia menegaskan bahwa NU harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat. “NU harus siap memecahkan persoalan demi persoalan yang muncul di desa, dengan cara yang bijak, santun, dan berlandaskan nilai-nilai Aswaja,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya forum rutinan sebagai sarana komunikasi dan musyawarah antarwarga NU. Menurutnya, Lailatul Ijtima bukan hanya agenda rutin, tetapi juga ruang untuk menyatukan visi dan langkah NU di tingkat akar rumput. “Lewat forum seperti ini, kita bisa saling bertukar pikiran dan menyamakan persepsi demi kemajuan jamiyah,” tambahnya.

Baca Lainnya  Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Traju Bumijawa, Belasan Rumah Warga Rusak

Ustadz Nurofik menilai bahwa kekuatan NU terletak pada kebersamaan dan komitmen kolektif. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pengurus dan warga NU untuk terus menjaga tradisi gotong royong serta saling mendukung antarbanom. “Kalau kita kompak, NU akan kuat. Kalau NU kuat, masyarakat akan merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan GP Ansor, Banser, dan MDS Rijalul Ansor Argatawang yang terus aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Menurutnya, peran pemuda NU sangat strategis dalam menjaga keberlangsungan perjuangan NU di masa depan. “Pemuda NU adalah estafet perjuangan ulama. Maka harus dibekali dengan akidah, akhlak, dan militansi yang kuat,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Ustadz Nurofik berharap peringatan Harlah NU ke-100 masehi ini dapat menjadi titik tolak kebangkitan NU Ranting Argatawang untuk semakin berkhidmat kepada umat. Ia optimistis, dengan kebersamaan dan keikhlasan, NU akan terus menjadi penopang kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat desa.

“Peringatan Harlah NU ke-100 masehi ini kami harapkan menjadi titik tolak kebangkitan NU Ranting Argatawang untuk semakin berkhidmat kepada umat. Dengan kebersamaan dan keikhlasan, NU insyaallah akan terus menjadi penopang kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat desa,” pungkas Ustadz Nurofik.

Rangkaian kegiatan Lailatul Ijtima dan MDS Rijalul Ansor ditutup dengan pembacaan istighotsah dan manaqib rotib, serta kajian Kitab Safinatun Najah yang dipandu oleh Ustadz A. Zaeni, sebagai ikhtiar memperkuat spiritualitas dan pemahaman keagamaan warga NU Ranting Argatawang.

Editor : Tahmid
Kontributor : M. Umar Soleh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *