Jatinegara, Warta NU Tegal
Meski diguyur hujan deras sejak siang hari, Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jatinegara tetap menggelar Tasyakuran dan Istighotsah dalam rangka Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-100 Tahun Masehi, Senin malam Selasa (2/2/2026), bertempat di Gedung MWCNU Jatinegara.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas Edaran PCNU Kabupaten Tegal Nomor 195/PC01/A.11.10.03/1433/01/2026 tentang penyelenggaraan tasyakuran, istighotsah, serta kegiatan keagamaan dan sosial lainnya dalam rangka Harlah NU.
Acara sejatinya direncanakan dihadiri oleh seluruh pengurus MWCNU, pengurus ranting, serta badan otonom se-Kecamatan Jatinegara. Undangan telah disampaikan kepada seluruh unsur kepengurusan untuk hadir pada pukul 20.00 WIB hingga selesai.
Namun, kondisi cuaca yang kurang bersahabat mempengaruhi jalannya kegiatan. Hujan deras mulai mengguyur wilayah Kecamatan Jatinegara sejak sekitar pukul 13.30 WIB dengan intensitas tinggi dan berlangsung hingga malam hari.
Akibat hujan tersebut, sejumlah wilayah terdampak bencana. Di Desa Capar dan sekitarnya dilaporkan terjadi banjir besar, sementara di wilayah Padasari terjadi peristiwa longsor yang mengganggu akses dan mobilitas warga.
Kondisi tersebut menyebabkan sebagian pengurus, banom, dan perwakilan ranting tidak dapat menghadiri acara sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya. Kendati demikian, kegiatan tetap dilaksanakan secara khidmat dan sederhana.
Pantauan Warta NU Tegal di lokasi menunjukkan, acara tetap berjalan sederhana, diikuti oleh para pengurus yang berhasil hadir meski cuaca tidak mendukung.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Jatinegara KH Fakhrurozi, Ketua MWCNU Kecamatan Jatinegara Muhammad Romdon beserta jajaran pengurus lainya seperti Muhammad Haris, Amin Nasori, Abdul Aziz dan Joko Waluyo
Dari unsur badan otonom, hadir Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Jatinegara sahabat Nur Fathi, dari Muslimat NU hadir ketua Endang Suci Rahayu
Selain itu, sejumlah perwakilan ranting NU juga turut menghadiri acara. Di antaranya Rais Syuriyah Desa Gantungan KH. Fathudin dan Rais Syuriyah Desa Argatawang Ustadz Anisurrohman.
Hadir pula Rais Syuriyah Desa Cerih Ustadz Khasani serta Rais Syuriyah Desa Lebakwangi Ustadz Imamudin. Beberapa kiai sepuh juga tampak mengikuti istighotsah, di antaranya KH Fatkhuri dan KH Hamidin.
Dalam suasana sederhana tersebut, doa dan istighotsah dipanjatkan bersama sebagai bentuk rasa syukur atas usia satu abad NU serta permohonan keselamatan bagi warga yang terdampak bencana, juga mendoakan agar Nahdlatul Ulama senantiasa diberi kekuatan untuk terus berkhidmat kepada umat, bangsa, dan negara, khususnya di tengah berbagai tantangan sosial dan kebencanaan.
Meski tidak dihadiri secara lengkap oleh seluruh unsur kepengurusan, semangat kebersamaan dan kekhidmatan tetap terasa kuat sepanjang acara berlangsung.
Peringatan Harlah NU ke-100 Tahun Masehi ini menjadi momentum refleksi bagi warga Nahdliyin di Kecamatan Jatinegara untuk memperkuat solidaritas, kepedulian sosial, dan keistiqamahan dalam berkhidmat.
Hujan deras dan bencana yang terjadi justru menjadi pengingat akan pentingnya doa, kebersamaan, serta peran NU dalam hadir di tengah umat, baik dalam kondisi lapang maupun saat menghadapi ujian.
Acara ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh warga yang terdampak banjir dan longsor diberikan keselamatan serta kekuatan, dan Nahdlatul Ulama terus menjadi peneduh serta penggerak kemaslahatan umat hingga masa mendatang.
Editor : Tahmid




