lapsus  

Kakanwil Kemenag Jateng Tinjau Ponpes Al Adalah Padasari, Salurkan Bantuan Rp100 Juta

Avatar photo
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, Ahmad Muhdzir, beserta jajaran dan Pengasuh Pondok Pesantren KH M. Tasrifin Salim, saat serah terima bantuan untuk Pondok Pesantren Al Adalah Padasari, Kamis (5/2/2026).

Jatinegara. Warta NU Tegal

Ujian bencana alam tidak menyurutkan ikhtiar dan keteguhan pesantren dalam menjaga khidmah pendidikan umat. Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah hadir langsung di Pondok Pesantren Al Adalah, Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab negara terhadap lembaga pendidikan keagamaan yang terdampak bencana tanah bergerak.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, meninjau langsung lokasi terdampak bencana pergeseran tanah di lingkungan Pondok Pesantren Al Adalah, Kamis (5/2/2026), didampingi jajaran Kemenag Kabupaten Tegal.

Dalam keterangannya, Saiful Mujab menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk hadir dan bergerak cepat membantu satuan pendidikan keagamaan yang terdampak bencana.
“Kementerian Agama hadir untuk memastikan keselamatan warga pesantren serta membantu pemulihan pascabencana,” tegasnya.

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
“Pesantren adalah aset umat yang harus kita jaga bersama,” ujar Saiful Mujab.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran Kemenag tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga sebagai bagian dari langkah konkret penanganan darurat.
“Kami ingin memastikan kondisi pesantren aman dan santri mendapatkan perlindungan yang layak,” katanya.

Saiful Mujab menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kemenag Kabupaten Tegal, pemerintah daerah, dan instansi terkait.
“Koordinasi lintas sektor penting agar penanganan pascabencana berjalan optimal,” imbuhnya.

Ia juga menekankan pentingnya mitigasi ke depan agar kejadian serupa tidak menimbulkan risiko lebih besar.
“Kami dorong adanya langkah mitigasi agar pesantren lebih siap menghadapi potensi bencana,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil Kemenag Jateng menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta sebagai bentuk kepedulian dan dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan di Pondok Pesantren Al Adalah.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Adalah, KH. Tasrifin Salim, yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah.

Baca Lainnya  Tanah Bergerak di Padasari Jatinegara Tegal, 104 Rumah Terdampak dan 470 Jiwa Butuh Evakuasi Terpadu

KH. Tasrifin Salim mengungkapkan bahwa musibah ini menjadi ujian berat bagi pesantren, para santri, dan warga masyarakat Padasari. “Bencana ini adalah ujian dari Allah SWT, namun juga menjadi penguat bagi kami untuk terus bersabar dan berikhtiar,” tuturnya.

Ia mengapresiasi kehadiran langsung Kementerian Agama Jawa Tengah di tengah kondisi darurat. “Kehadiran Kementerian Agama memberikan semangat dan kekuatan bagi keluarga besar pesantren,” ungkapnya.

Menurut KH M. Tasrifin Salim, bantuan yang diberikan sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan darurat pesantren. “Insyaallah bantuan ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk pemulihan awal sarana prasarana” katanya.

Ia juga memohon doa dari seluruh masyarakat, khususnya warga Nahdliyin. “Kami mohon doa agar pesantren, para santri, dan warga masyarakat Padasari diberikan keselamatan serta kekuatan dalam menghadapi ujian ini,” pungkasnya.

Bencana pergeseran tanah di Pondok Pesantren Al Adalah mulai terjadi sejak Senin malam (malam Selasa) sekitar pukul 00.00 WIB, ditandai dengan pergerakan tanah di area pondok.

Pada Selasa pagi, dampak bencana semakin terlihat dengan munculnya retakan pada sejumlah bangunan, bahkan beberapa bagian bangunan mengalami keruntuhan sehingga tidak lagi aman digunakan.

Kementerian Agama berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan darurat dan perbaikan awal, sehingga aktivitas pendidikan pesantren dapat kembali berjalan dengan aman dan kondusif.

Editor : Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *