Berita  

Lebaran Semarak di Sitail: Kuda Lumping Satukan Tradisi, Hiburan, dan Silaturahmi Warga

Avatar photo
Pertunjukan Jaran Lumping (Ebeg) di Dukuh Kalimanggis berlangsung meriah dan dipadati warga dari berbagai kalangan, mulai dari pemuda hingga orang tua, pada hari kedua Lebaran, Ahad (22/3/2026)

Jatinegara, Warta NU Tegal

Tradisi kuda lumping atau ebeg kembali memeriahkan suasana Hari Raya Idul Fitri di Dukuh Kalimanggis, Desa Sitail, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, pada hari kedua Lebaran, Ahad (22/3/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk hiburan rakyat yang dinanti-nantikan masyarakat, sekaligus momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga, baik yang menetap di desa maupun para perantau yang pulang kampung.

Selain sebagai hiburan, pertunjukan kuda lumping juga menjadi bagian dari upaya pelestarian seni tradisional yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat pedesaan.

Acara dimulai pada pukul 14.00 WIB dengan titik awal di lapangan Desa Sitail, dari lokasi tersebut, rombongan kesenian kuda lumping bergerak mengelilingi sejumlah pedukuhan yang ada di wilayah desa.

Rute yang dilalui meliputi Dukuh Sampe, Dukuh Kalitlaya, Kalisalam, Dukuh Krajan, hingga Dukuh Kalijambu.

Perjalanan kemudian berakhir di Dukuh Kalimanggis sebagai titik akhir pertunjukan.

Sepanjang perjalanan, iringan musik sound system yang menggelegar menambah semarak suasana kampung.

Alunan musik berpadu dengan ritme modern menciptakan nuansa hiburan yang meriah dan menghibur masyarakat.

Atraksi kuda lumping yang ditampilkan para pemain tampak enerjik dengan balutan kostum berwarna merah mencolok.

Gerakan tarian yang dinamis menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton dari berbagai kalangan usia.

Tak sedikit penonton yang turut berjalan mengikuti rombongan dari awal hingga akhir pertunjukan.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas dengan memadati setiap titik yang dilalui rombongan kesenian.

Para pemudik yang pulang kampung pun tampak menikmati hiburan tersebut dengan penuh kegembiraan.

Bagi mereka, pertunjukan ini menjadi pengobat rindu terhadap kesenian tradisional yang jarang ditemui di perantauan.

Selain itu, pertunjukan kuda lumping juga kerap menampilkan atraksi khas seperti kesurupan yang menjadi ciri budaya tersebut.

Baca Lainnya  Wabup Tegal Lepas Jalan Sehat Harlah 1 Abad NU PRNU Banjaran, Tekankan Kerukunan dan Kebersamaan

Atraksi ini semakin menambah daya tarik sekaligus memberikan pengalaman tersendiri bagi penonton.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh perkumpulan pemuda perantau bersama pemuda lokal Dukuh Kalimanggis.

Kolaborasi tersebut menunjukkan kekompakan generasi muda dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal.

Kebersamaan antara pemuda desa dan perantau menjadi kekuatan tersendiri dalam menyukseskan acara ini.

Momentum Lebaran dimanfaatkan dengan baik untuk menghadirkan kegiatan yang bernilai hiburan sekaligus kebersamaan.

Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga.

Tradisi seperti ini dinilai mampu menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap desa.

Semarak kuda lumping di Sitail ini pun menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Editor : Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *