Brebes, Warta NU Tegal
Semangat kompetisi dan ikhtiar meningkatkan mutu pendidikan madrasah tampak dalam Babak Semifinal Olimpiade Madrasah Aliyah (MA) Al Hikmah 2 ke-10 yang digelar di Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan tahunan ini diikuti oleh peserta terbaik dari berbagai madrasah dan menjadi ajang strategis untuk mengukur kompetensi akademik siswa, sekaligus memperkuat jejaring pendidikan di lingkungan pesantren dan madrasah Nahdlatul Ulama.
Babak semifinal ini diikuti oleh peserta terpilih dari berbagai madrasah tingkat MTs se-Jawa Tengah dan sekitarnya, yang sebelumnya telah melewati tahapan seleksi ketat di daerah masing-masing.
Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM), R. Ridwan Hasan Saputra, dalam sambutannya menegaskan bahwa Olimpiade MA Al Hikmah 2 bukan sekadar ajang lomba, melainkan sarana pembinaan berkelanjutan bagi siswa berprestasi.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menyiapkan siswa yang memiliki kompetensi keilmuan berstandar nasional agar mampu melanjutkan studi ke jenjang Madrasah Aliyah, khususnya di MA Al Hikmah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, KPM sebagai mitra pendidikan berkomitmen mendukung peningkatan mutu pembelajaran sains di madrasah melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini sudah kami laksanakan secara rutin selama kurang lebih sepuluh tahun terakhir, sebagai ikhtiar mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter,” tegas Ridwan.
Menurutnya, madrasah memiliki potensi besar dalam melahirkan ilmuwan muda yang berakhlak, apabila pembinaan akademik dilakukan secara serius dan berkesinambungan.
“Kami ingin madrasah tampil percaya diri dan sejajar dalam kompetisi akademik tingkat nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Guru MTs Al Falah Cerih, Kecamatan Jatinegara, Edi Sartono, menyampaikan rasa syukur atas capaian peserta didiknya yang berhasil melaju hingga babak semifinal.
“MTs Al Falah Cerih menjadi satu-satunya sekolah dari Kecamatan Jatinegara yang berpartisipasi dan berhasil lolos hingga babak semifinal Olimpiade MA Al Hikmah 2 ke-10,” ungkapnya.
Ia menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras siswa, guru pembimbing, serta dukungan penuh dari pihak madrasah.
“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan akademik di madrasah,” ujarnya.
Edi berharap capaian ini dapat memacu semangat siswa lain untuk berani berkompetisi dan mengembangkan potensi akademiknya.
“Kami ingin membuktikan bahwa madrasah di daerah juga mampu bersaing dan berprestasi,” tambahnya.
Guru pendamping mata pelajaran IPA, Wahdatul Ikhsaniyah, turut memberikan penjelasan terkait peserta delegasi dari MTs Al Falah Cerih.

“Peserta atas nama Zahrotun Nada Rosyadan merupakan delegasi dari cabang mata pelajaran IPA,” jelasnya.
Ia menuturkan bahwa Zahrotun Nada telah melalui proses seleksi internal dan pembinaan intensif sebelum mengikuti kompetisi tingkat ini.
“Persiapan dilakukan secara bertahap, baik penguatan konsep, latihan soal, maupun pendampingan mental agar siswa siap menghadapi kompetisi,” ujarnya.
Wahdatul Ikhsaniyah berharap pengalaman mengikuti olimpiade ini menjadi bekal berharga bagi siswa dalam menempuh jenjang pendidikan berikutnya.
“Semoga ini menjadi langkah awal lahirnya generasi ilmuwan muda dari madrasah yang berprestasi dan berakhlakul karimah,” pungkasnya.
Kegiatan Olimpiade MA Al Hikmah 2 ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan sinergi antar madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing.
Dengan capaian tersebut, MTs Al Falah Cerih Jatinegara kembali menegaskan eksistensinya sebagai madrasah yang konsisten mencetak siswa berprestasi, sejalan dengan nilai-nilai keilmuan dan ke-NU-an yang moderat dan berkemajuan.
Editor : Tahmid








