Berita  

MWCNU Lebaksiu Perkuat TPQ Lewat Ujian Bersama Badko LPQ untuk Cetak Generasi Qur’ani

Avatar photo
“Kegiatan santri TPQ se-Badko LPQ Kecamatan Lebaksiu dilaksanakan selama empat hari, mulai Jumat hingga Senin (17–20/1/2025), bertempat di Gedung Ma’arif NU Lebaksiu.”

Lebaksiu, Warta NU Tegal

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, terus mendorong penguatan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) sebagai basis pembinaan generasi Qur’ani. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan ujian bersama TPQ se-Kecamatan Lebaksiu yang digelar oleh Badan Koordinasi LPQ (Badko LPQ) selama empat hari, Jumat hingga Senin (17–20/1/2025), bertempat di Gedung Ma’arif NU Lebaksiu.

Kegiatan ujian bersama ini diikuti seluruh Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang berada di bawah koordinasi Badko LPQ Kecamatan Lebaksiu. Ratusan santri tampak antusias mengikuti setiap tahapan ujian dengan tertib dan penuh semangat, didampingi para ustadz dan ustadzah dari masing-masing lembaga.

Sekretaris MWCNU Kecamatan Lebaksiu, A. Ja’far, menegaskan bahwa ujian bersama TPQ merupakan bagian penting dari ikhtiar NU dalam menjaga mutu pendidikan Al-Qur’an di tingkat akar rumput. Menurutnya, kualitas LPQ menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya cakap membaca Al-Qur’an, tetapi juga berakhlakul karimah.

“LPQ adalah pintu awal pembentukan karakter Qur’ani anak-anak. Karena itu, MWC NU Lebaksiu sangat berkepentingan untuk memastikan seluruh TPQ berjalan dengan standar yang baik dan terukur,” ujar A. Ja’far kepada Warta NU Tegal.

Ia menjelaskan bahwa Gedung Ma’arif NU Lebaksiu saat ini difungsikan sebagai sekretariat Badko LPQ Kecamatan Lebaksiu. Selain untuk kegiatan administrasi, gedung tersebut juga menjadi pusat pembinaan rutin bagi para pengelola dan tenaga pendidik TPQ.

“Setiap bulan, Badko LPQ Lebaksiu rutin mengadakan pembinaan di gedung ini. Pada momentum ujian bersama ini, kami juga melakukan evaluasi sarana dan prasarana yang perlu terus ditingkatkan,” jelasnya.

Menurut A. Ja’far, keberadaan fasilitas yang memadai akan sangat menunjang efektivitas pembinaan LPQ. Ia menilai penguatan kelembagaan LPQ harus dilakukan secara berkelanjutan, baik dari sisi manajemen, kualitas SDM, maupun dukungan sarana pendidikan.

Baca Lainnya  PRNU Sitail Bersama Fatayat, Muslimat, dan UPZISNU Galang Donasi Peduli Padasari, Terkumpul Rp7,3 Juta dan 50 Kg Beras

MWCNU Lebaksiu, lanjutnya, berkomitmen penuh mendukung setiap program Badko LPQ sebagai bagian dari khidmah NU di bidang pendidikan keagamaan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi tempat, koordinasi kelembagaan, hingga penguatan jejaring antar-TPQ.

“Kami ingin LPQ di Lebaksiu tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi tumbuh bersama dalam satu sistem pembinaan yang terarah dan berkesinambungan,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara MWCNU, Badko LPQ, dan seluruh TPQ terus terjaga demi mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, beradab, dan memiliki komitmen ke-NU-an yang kuat.

Sementara itu, Ketua Badko LPQ Kecamatan Lebaksiu, Ustadz Fatah Yasin, menjelaskan bahwa ujian bersama TPQ merupakan agenda rutin tahunan sebagai sarana evaluasi hasil pembelajaran santri di tingkat kecamatan.

“Saat ini terdapat 53 TPQ yang berada di bawah koordinasi Badko LPQ Lebaksiu. Melalui ujian bersama, kami ingin memastikan kualitas pembelajaran Al-Qur’an berjalan sesuai standar masing-masing metode,” ungkapnya.

Ia merinci bahwa dari total 53 TPQ tersebut, sebanyak 45 TPQ menggunakan metode Assyifa, tiga TPQ menggunakan metode Yanbu’a, satu TPQ menggunakan metode Iqra, dan empat TPQ menggunakan metode Tilawati.

Menurut Ustadz Fatah Yasin, perbedaan metode tidak menjadi kendala selama proses pembelajaran berjalan secara disiplin dan berorientasi pada kualitas bacaan, pemahaman, serta adab santri terhadap Al-Qur’an.

“Ujian ini mencakup aspek membaca, menulis, dan pemahaman dasar Al-Qur’an sesuai metode masing-masing TPQ. Semua bertujuan untuk meningkatkan mutu lulusan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ujian bersama juga menjadi sarana silaturahmi dan tukar pengalaman antar-ustadz dan ustadzah TPQ se-Kecamatan Lebaksiu. Dengan demikian, pembinaan tidak hanya berfokus pada santri, tetapi juga pada peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Badko LPQ Lebaksiu, lanjutnya, terus berupaya mendorong standarisasi mutu pendidikan Al-Qur’an agar kualitas lulusan TPQ merata dan memiliki daya saing yang baik.

Baca Lainnya  Harlah NU ke-100 Masehi, MWCNU Warureja Tanam Harapan Lewat “Kaleng Waktu” Menuju Indonesia Emas 2045

“Kami berharap lulusan TPQ di Lebaksiu benar-benar siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan bekal Al-Qur’an yang kuat,” ujarnya.

Ustadz Fatah Yasin juga mengapresiasi dukungan MWCNU Lebaksiu yang secara konsisten mendampingi dan memfasilitasi kegiatan Badko LPQ. Menurutnya, sinergi kelembagaan menjadi kunci keberhasilan pembinaan LPQ.

Pelaksanaan ujian bersama TPQ se-Kecamatan Lebaksiu ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi akademik, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah antar-pengelola LPQ. Kegiatan ini memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan Al-Qur’an yang berkualitas, terstruktur, dan berkelanjutan.

Dengan dukungan penuh MWCNU dan kerja kolektif Badko LPQ, LPQ di Kecamatan Lebaksiu diharapkan semakin kokoh sebagai basis pembinaan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, dan berkhidmah kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.

Editor : Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *