Warta  

NU Care-LAZISNU Hadir di Posko Tanah Bergerak Padasari, Santuni 100 Yatim dan Salurkan Bantuan Sembako

Avatar photo
Penyaluran sembako NU Care-LAZISNU untuk warga terdampak bencana tanah bergerak di Padasari Jatinegara Tegal, Jateng, Jumat (6/3/2026).

Jatinegara, Warta NU Tegal

NU Peduli melalui NU Care-LAZISNU terus menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Kepedulian tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosial dan keagamaan yang digelar di Posko Bencana Padasari pada Jumat (6/3/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati malam Nuzulul Quran sekaligus menjadi bagian dari program Solidaritas Ramadhan NU Care-LAZISNU yang menyasar masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah selama Ramadhan 1447 H.

Dalam kegiatan tersebut, NU Care-LAZISNU PBNU bersama NU Care-LAZISNU PCNU Kabupaten Tegal memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa serta menyalurkan bantuan sembako bagi warga terdampak yang masih bertahan di lokasi pengungsian.

Supervisor Pendistribusian dan Pendayagunaan NU Care-LAZISNU, Yafi Ahkam, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus penguatan spiritual bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sekaligus penguatan spiritual bagi masyarakat yang terdampak bencana tanah bergerak,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa program Solidaritas Ramadhan merupakan agenda nasional NU Care-LAZISNU yang dilaksanakan di beberapa wilayah terdampak bencana.

“Program Solidaritas Ramadhan tahun ini dilaksanakan di delapan titik lokasi, yakni tujuh titik di wilayah Sumatra dan satu titik di Kabupaten Tegal,” jelasnya.

Selain santunan, lanjutnya, NU Care-LAZISNU juga menyalurkan berbagai bantuan untuk menunjang kebutuhan warga terdampak.

“Kami juga menyalurkan bantuan sembako untuk warga terdampak serta perlengkapan sekolah bagi 100 santri Pesantren Al-Adalah,” tambahnya.

Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Tegal, Kiai Faizin, menyampaikan bahwa sejak awal bencana terjadi, Posko NU Peduli menjadi salah satu pusat pengungsian bagi warga terdampak.

“Pada awal kejadian terdapat sekitar 280 warga yang mengungsi di Posko NU Peduli Kabupaten Tegal,” ungkapnya.

Baca Lainnya  BADKO LPQ Margasari Salurkan Donasi Rp10,1 Juta untuk Guru TPQ Terdampak Tanah Bergerak di Padasari

Menurutnya, jumlah pengungsi tersebut kemudian berangsur berkurang karena sebagian warga memilih tinggal di rumah kerabat atau mencari tempat tinggal sementara di lokasi yang lebih aman.

“Seiring berjalannya waktu, sebagian warga memilih tinggal di rumah sanak saudara atau menyewa tempat di daerah yang lebih aman,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini masih terdapat puluhan warga yang tetap bertahan di posko pengungsian.

“Saat ini tercatat sekitar 121 warga masih mengungsi di Posko NU Peduli Kabupaten Tegal,” katanya.

Sementara itu, Camat Jatinegara H Mohamad Sugeng menyampaikan bahwa bencana tanah bergerak di Desa Padasari berdampak pada ratusan warga di beberapa wilayah permukiman.

“Total terdapat sekitar 150 kepala keluarga atau sekitar 470 jiwa yang terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa wilayah terdampak meliputi beberapa RT dan RW yang berada di sejumlah dukuh di Desa Padasari.

“Permukiman yang terdampak meliputi RW 02 RT 6, 7, 8, dan 9; RW 03 RT 12, 13, 14, dan 15; RW 04 RT 10, 11, 16, 17, dan 18; serta Dukuh Tigasari dan Dukuh Padareka,” jelasnya.

Sugeng juga mengungkapkan bahwa puluhan rumah warga mengalami kerusakan serius akibat pergerakan tanah.

“Sebanyak 104 rumah warga mengalami kerusakan dan tidak dapat lagi ditempati sehingga warga harus mengungsi ke posko maupun ke rumah kerabat,” terangnya.

Kegiatan peringatan Nuzulul Quran tersebut diawali dengan khataman Al-Qur’an, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin oleh jajaran pengurus LDNU Kabupaten Tegal. Acara kemudian dilanjutkan dengan santunan anak yatim serta buka puasa bersama antara warga, relawan, tokoh masyarakat, dan pemerintah setempat.

Editor : Tahmid
Penulis : Kendi Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *