Bojong, Warta NU Tegal
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, bersama badan otonom (Banom) menggelar aksi open donasi untuk membantu korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (18/2/2026) dengan menyasar seluruh pedukuhan di Desa Rembul.
Gerakan kemanusiaan tersebut melibatkan unsur Banser, GP Ansor, Muslimat NU, Fatayat NU, serta Musyawarah Fasilitator (Musfat) dan kelompok kerja (pokja) masing-masing mushala. Penggalangan dilakukan secara langsung dengan berkeliling dari rumah ke rumah warga.
Adapun wilayah yang menjadi sasaran penggalangan meliputi Rembul Krajan, Dukuh Sinusa, dan Dukuh Maribaya. Teknis pengumpulan donasi dibagi dalam dua titik koordinasi kepengurusan agar berjalan efektif dan tertib.
Ketua PR Muslimat NU Desa Rembul, Ibu Mualimah, menyampaikan bahwa keterlibatan Muslimat merupakan bentuk kepedulian kaum ibu terhadap saudara yang tertimpa musibah.
“Kami dari Muslimat NU merasa terpanggil untuk ikut bergerak. Musibah di Padasari adalah duka kita bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa para anggota Muslimat turut membantu dalam koordinasi penggalangan di tingkat mushala.
“Kami berkoordinasi dengan pokja mushala agar penggalangan donasi bisa menjangkau seluruh warga, terutama kaum ibu,” katanya.
Menurutnya, peran perempuan dalam aksi sosial sangat penting untuk menguatkan solidaritas keluarga.
“Kaum ibu memiliki peran strategis, karena dari rumah tangga kepedulian itu tumbuh,” tuturnya.
Mualimah juga mengapresiasi kekompakan seluruh Banom NU di Desa Rembul.

“Alhamdulillah, semua Banom bersatu. Ini bukti bahwa NU selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan,” tegasnya.
Ia berharap bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban para korban.
“Semoga donasi yang dihimpun menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PR GP Ansor Desa Rembul, M. Sofanudin, menjelaskan bahwa teknis pelaksanaan open donasi melibatkan sahabat Banser sebagai garda lapangan.
“Penggalangan donasi teknisnya dibantu sahabat Banser bekerja sama dengan ibu – ibu Muslimat – Fatayat (Musfat) dan pokja mushala di setiap pedukuhan,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa para relawan berkeliling dari rumah ke rumah untuk mengetuk kepedulian warga.
“Kami muter-muter ke masing-masing pedukuhan, mendatangi rumah warga secara langsung agar partisipasi semakin luas,” jelasnya.
Menurutnya, sistem pembagian wilayah dilakukan agar proses pengumpulan lebih terorganisir.
“Kami bagi dua titik kepengurusan, yakni Rembul Krajan serta Dukuh Sinusa dan Maribaya, supaya pendataan dan distribusi lebih tertata,” katanya.
Sofanudin menegaskan bahwa seluruh donasi yang masuk akan disalurkan melalui kepengurusan resmi NU.
“Semua yang masuk melalui PRNU, Ansor, dan Banom akan kami rekap dan salurkan secara transparan,” tegasnya.
Ia berharap gerakan ini memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Semoga aksi ini semakin menumbuhkan kepedulian sosial dan mempererat ukhuwah di Desa Rembul,” pungkasnya.
Editor : Tahmid
Kontributor : Amani Hamdan












