Bojong, Warta NU Tegal
Pagarnusa Peguron Sapujagad Rayon Bojong, Kabupaten Tegal, resmi membuka Open Recruitment Pelatihan Pencak Silat Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi ikhtiar strategis dalam menjaga tradisi silat Nusantara sekaligus menyiapkan kader muda Nahdlatul Ulama yang berkarakter, berakhlak, dan berdaya juang tinggi. Rekrutmen ini dipusatkan di Padepokan Padangati, Desa Danasari, Kecamatan Bojong, sebagai pusat pembinaan silat Aswaja yang berorientasi pada pembentukan mental, spiritual, dan fisik secara seimbang.
Pembina Pagarnusa Peguron Sapujagad Wilayah Bojong Tegal, Ustadz Amin Faizun, menegaskan bahwa Pagarnusa bukan sekadar perguruan bela diri, melainkan wadah kaderisasi yang berakar kuat pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Menurutnya, pencak silat Pagarnusa diwariskan para wali dan ulama sebagai sarana riyadlah jiwa, penguatan adab, serta penjagaan tradisi Islam Nusantara.
“Silat Pagarnusa adalah jalan pendidikan karakter. Di sini, santri silat diajarkan rendah hati, disiplin, taat guru, dan cinta ulama. Kekuatan fisik harus sejalan dengan keluhuran akhlak,” ujar Ustadz Amin Faizun kepada Warta NU Tegal pada hari Ahad, (25/1/2026)
Ia juga menekankan pentingnya niat dan istiqamah bagi para calon peserta. Menurutnya, latihan silat adalah proses panjang yang membutuhkan kesabaran, kesungguhan, dan komitmen menjaga nama baik organisasi. “Pagarnusa mendidik kader NU agar siap mengabdi, menjaga persatuan, serta memberi manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.
Dalam konteks keorganisasian, Ustadz Amin Faizun menyebut Pagarnusa sebagai Banom NU yang strategis dalam memperkuat basis kader muda. Melalui latihan rutin dan pembinaan berjenjang, Pagarnusa menjadi ruang belajar kepemimpinan, kebersamaan, dan loyalitas terhadap jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Ia berharap Open Recruitment ini menjadi pintu masuk bagi generasi muda Bojong–Tegal untuk mengenal silat yang berakar pada tradisi ulama. “Kami ingin melahirkan pendekar yang santun, berani membela kebenaran, serta setia pada nilai ke-NU-an,” katanya.
Ustadz Amin Faizun juga mengajak para orang tua untuk mendukung putra-putrinya bergabung dalam Pagarnusa. Menurutnya, pelatihan ini memberikan manfaat kesehatan jasmani, ketenangan rohani, serta pembentukan karakter yang positif di tengah tantangan zaman.
“Pagarnusa bukan tempat gagah-gagahan, tetapi tempat menempa diri. Siapa pun yang bergabung harus siap belajar adab sebelum ilmu,” pungkasnya
Sementara itu, Pelatih Pencak Silat Pagarnusa Peguron Sapujagad, Maftukhin, menjelaskan bahwa sistem latihan dirancang bertahap dan berkesinambungan. Materi meliputi teknik dasar silat, jurus, bela diri praktis, serta penguatan fisik yang disesuaikan dengan kemampuan peserta.
“Kami menekankan keselamatan, kedisiplinan, dan kebersamaan. Latihan dilakukan rutin setiap Minggu pagi agar tidak mengganggu aktivitas sekolah maupun kerja,” terang Maftukhin.
Selain teknik silat, peserta juga dibekali wawasan ke-NU-an, kebangsaan, dan nilai spiritual. Menurut Maftukhin, silat Pagarnusa tidak bisa dilepaskan dari dzikir, doa, dan adab kepada guru sebagai fondasi kekuatan sejati.
Ia menilai Pagarnusa menjadi alternatif positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi secara sehat. “Di tengah arus pergaulan bebas, silat menjadi ruang pembinaan yang menyehatkan fisik, menenangkan batin, dan membangun karakter,” ujarnya.
Maftukhin berharap rekrutmen ini dapat menjaring kader-kader potensial yang kelak siap menjadi pelatih, pengurus, maupun penggerak kegiatan sosial keagamaan. “Pagarnusa menyiapkan kader jangka panjang untuk umat dan bangsa,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan latihan tidak dipungut biaya. Hal ini dimaksudkan agar akses pembinaan silat Aswaja terbuka luas bagi masyarakat, tanpa terkendala faktor ekonomi.
Rekrutmen Pagarnusa Peguron Sapujagad Rayon Bojong ini terbuka bagi pemuda-pemudi dengan persyaratan sehat jasmani dan rohani, izin orang tua, siap istiqamah, serta berkomitmen menaati aturan organisasi. Latihan dilaksanakan di samping Lapangan Futsal Danasari, dengan pusat kegiatan di Padepokan Padangati.
Melalui Open Recruitment ini, Pagarnusa Peguron Sapujagad Bojong Tegal meneguhkan perannya sebagai penjaga tradisi silat Nusantara peninggalan wali dan ulama, sekaligus kawah candradimuka kader NU yang tangguh, berakhlak, dan siap mengabdi. NU harga mati, bela kiai sampai mati.
Editor : Tahmid
Kontributor : M. Maftukhin












