Jatinegara. Warta NU Tegal
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Sitail, Kecamatan Jatinegara, menggelar rutinan KOIN NU yang dirangkai dengan rapat kepedulian bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah Ibu Marwah dan diikuti oleh jajaran pengurus Ranting NU Sitail bersama badan otonom NU, di antaranya Muslimat NU, Fatayat NU dan Pengurus UPZISNU Ranting Sitail.
Agenda rutinan ini menjadi ruang konsolidasi warga NU dalam merespons bencana yang menimpa warga Padasari, sekaligus memperkuat tradisi gotong royong melalui gerakan KOIN NU.
Selain pengumpulan KOIN NU dari masing-masing pedukuhan, kegiatan juga diisi dengan pembacaan tahlil serta pembahasan hasil donasi Ranting NU Sitail yang digerakkan oleh Kader Fatayat dan Muslimat NU melalui pengajian, acara Imtikhan dan gerakan door to door ke rumah warga.
Ketua UPZISNU Ranting Sitail, Tahmid, menyampaikan bahwa pengelolaan donasi dilakukan secara transparan dan musyawarah bersama pengurus serta badan otonom NU.
“Donasi yang terkumpul ini adalah amanah warga NU Sitail. Oleh karena itu, kami kelola secara terbuka dan dimusyawarahkan bersama agar tepat sasaran,” ujar Tahmid.
Ia menambahkan, UPZISNU Ranting Sitail secara khusus memberikan mandat kepada Ketua Muslimat NU Ranting Sitail untuk memimpin proses penghitungan hasil donasi.
“Kami meminta Ibu Hj. Nurlaela untuk memimpin penghitungan donasi sekaligus menyusun kebutuhan apa saja yang harus dibelanjakan untuk warga Padasari,” ungkapnya.
Menurut Tahmid, langkah tersebut diambil untuk memastikan keterlibatan seluruh unsur NU serta memperkuat sinergi antarbanom dalam aksi kemanusiaan.
“KOIN NU bukan sekadar gerakan mengumpulkan dana, tetapi wujud kepedulian dan khidmah NU kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Muslimat NU Ranting Sitail, Hj. Nurlaela, mengungkapkan hasil sementara penggalangan donasi Peduli Padasari yang telah dihimpun.
“Alhamdulillah, hasil donasi sementara berjumlah Rp5.820.000, ditambah dari uang KOIN NU sebesar Rp1.500.000, sehingga total menjadi Rp7.320.000 serta beras sebanyak 50 kilogram,” ungkap Hj. Nurlaela.
Ia menyampaikan bahwa dana dan logistik tersebut merupakan hasil kerja kolektif Muslimat dan Fatayat NU yang digerakkan melalui acara pengajian, acara Imtikhan serta kunjungan ke rumah-rumah warga di tiap pedukuhan.
“Gerakan ini murni dari kepedulian warga NU Sitail. Ibu-ibu Muslimat dan Fatayat bergerak bersama dari pengajian, acara Imtikhan hingga muter ke rumah warga,” tuturnya.
Adapun rencana penggunaan dana, lanjut Hj. Nurlaela, akan difokuskan pada kebutuhan mendesak warga terdampak bencana Padasari.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, kebutuhan utama meliputi minyak telon bayi, pampers bayi dan balita, baju ganti bayi, jajanan anak-anak, selimut, serta pampers lansia,” paparnya.
Kegiatan rutinan KOIN NU ini menunjukkan bahwa Ranting NU Sitail terus menjaga tradisi kepedulian sosial sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.
Melalui sinergi pengurus, UPZISNU, Muslimat, dan Fatayat NU, gerakan kemanusiaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi ranting-ranting NU lainnya dalam merespons persoalan umat.
NU, melalui struktur dan warganya di tingkat akar rumput, kembali menegaskan kehadirannya sebagai organisasi yang senantiasa khidmah lil ummah, hadir, peduli, dan membersamai masyarakat di saat suka maupun duka.
Editor : Tahmid












