Berita  

PRNU Sumbarang dan Banom NU Ulurkan Kepedulian bagi Pengungsi Padasari di Desa Sumbarang

Avatar photo
PRNU Sumbarang bersama Banom turut membantu meringankan beban korban bencana Padasari yang mengungsi di Desa Sumbarang, Senin (9/2/2026).

Jatinegara. Warta NU Tegal

Kepedulian warga Nahdlatul Ulama kembali tercermin dalam aksi kemanusiaan yang dilakukan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Sumbarang bersama badan otonom (Banom) NU. Mereka turun langsung membantu warga terdampak bencana tanah bergerak Padasari yang kini mengungsi di wilayah Sumbarang, Senin (9/2/2026).

Aksi sosial tersebut menjadi bentuk nyata khidmah NU kepada masyarakat, khususnya bagi saudara-saudara yang sedang diuji dengan musibah. Bantuan yang disalurkan diharapkan mampu meringankan beban para pengungsi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kegiatan ini melibatkan unsur PRNU Sumbarang, Banom NU, serta lembaga NU setempat, dengan semangat gotong royong dan nilai kepedulian sosial yang menjadi ciri khas jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Ketua UPZISNU Ranting Sumbarang, M. Jam’ani, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan hasil penggalangan dana dari warga NU dan masyarakat Sumbarang. “Bantuan ini adalah amanah dari para donatur yang kami salurkan kepada para pengungsi Padasari,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa UPZISNU hadir untuk memastikan zakat, infak, dan sedekah tersalurkan tepat sasaran. “Kami berusaha agar bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” kata Jam’ani.

Menurutnya, musibah yang terjadi di Padasari harus menjadi perhatian bersama. “Ini bukan hanya duka warga Padasari, tetapi juga duka kita semua sebagai sesama warga NU dan masyarakat,” ungkapnya.

Jam’ani menambahkan, sinergi antara PRNU Sumbarang, Banom, dan Muslimat NU sangat penting dalam kegiatan sosial. “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa NU kuat karena kebersamaan dan kepeduliannya,” tuturnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban psikologis dan ekonomi para pengungsi. “Semoga kehadiran kami membawa sedikit ketenangan dan semangat bagi mereka,” imbuhnya.

Jam’ani juga mengajak warga NU untuk terus menumbuhkan solidaritas. “Khidmah sosial seperti ini harus terus kita rawat sebagai bagian dari amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah,” pungkasnya.

Baca Lainnya  Harlah NU ke-103, PRNU Surokidul Pagerbarang Gelar Khotmil Qur’an dan Tahlil Massal, Perkuat Khidmah Masjid dan Umat

Senada dengan itu, Ketua Pimpinan Ranting (PR) Muslimat NU Sumbarang, Ustadzah Solihah, menegaskan bahwa keterlibatan Muslimat NU merupakan panggilan nurani. “Sebagai Muslimat, kami terpanggil untuk ikut meringankan beban para ibu dan anak-anak pengungsi,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa perhatian kepada kelompok rentan menjadi fokus utama Muslimat NU. “Kami ingin memastikan para perempuan dan anak-anak pengungsi tetap mendapatkan perhatian dan dukungan,” kata Solihah.

Menurutnya, aksi sosial ini juga menjadi sarana pendidikan kepedulian bagi warga. “Kami ingin menanamkan nilai empati dan kasih sayang kepada sesama, terutama di saat-saat sulit seperti ini,” ungkapnya.

Solihah menambahkan bahwa Muslimat NU Sumbarang akan terus mendampingi kegiatan kemanusiaan di wilayahnya. “Selama masih ada kebutuhan, kami siap hadir dan membersamai para pengungsi,” tuturnya.

Ia berharap bantuan yang diberikan membawa keberkahan bagi semua pihak. “Semoga Allah SWT membalas kebaikan para donatur dan relawan dengan pahala yang berlipat,” ucapnya.

Melalui gerakan bersama ini, NU menunjukkan perannya sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah yang senantiasa dekat dengan umat, terutama mereka yang sedang tertimpa musibah.

Diharapkan, kepedulian dan solidaritas semacam ini terus tumbuh dan menguat, sehingga NU senantiasa menjadi rahmat dan peneduh bagi masyarakat di tengah berbagai ujian kehidupan.

Editor : Tahmid
Kontributor : M. Jam’ani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *