Batang, Warta NU Tegal
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, menggelar Rapat Kerja (Raker) pada Ahad (1/2/2026) di Kabupaten Batang. Raker ini mengusung tema “Konsolidasi Gerakan dalam Mewujudkan Militansi Berorganisasi” sebagai upaya memperkuat soliditas kader dan merumuskan arah pergerakan Ansor satu tahun ke depan.
Raker diikuti jajaran pengurus harian PAC, pengurus Pimpinan Ranting (PR), serta kader Ansor se-Kecamatan Jatinegara. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk evaluasi organisasi, penguatan komitmen kader, serta peneguhan peran Ansor sebagai garda terdepan Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan.
Pembina PAC GP Ansor Kecamatan Jatinegara, Abdul Aziz, dalam arahannya menekankan bahwa berorganisasi merupakan pilihan hidup yang harus dijalani dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Menurutnya, ketika seseorang memilih Ansor sebagai rumah pengabdian, maka seluruh konsekuensi perjuangan harus diterima dengan ikhlas.
“Hidup ini ada dua pilihan. Ketika kita memilih berorganisasi di Ansor, maka kita juga memilih jalan khidmah. Tidak ada paksaan, tetapi setelah memilih, harus dijalani dengan sungguh-sungguh,” ujar Abdul Aziz.
Ia menegaskan bahwa ada dua prinsip utama yang harus dipegang oleh kader Ansor dalam berorganisasi. Pertama adalah mahabbah, yaitu mencintai organisasi dengan sepenuh hati, sebagaimana mencintai sesuatu yang paling berharga dalam hidup.
“Mahabbah itu mencintai Ansor dengan total. Dalam organisasi tidak selalu ada uang, tidak selalu ada jabatan. Tapi ketika kita ikhlas berkhidmah, Allah akan mencukupi semuanya, bahkan tanpa kita minta,” tuturnya.
Prinsip kedua yang ditekankan Abdul Aziz adalah persatuan dan kesatuan. Menurutnya, organisasi hanya akan kuat jika seluruh elemen mampu menjaga kebersamaan dan mengesampingkan ego pribadi maupun kelompok.
“Kalau dua hal ini dijalankan, cinta dan persatuan, insyaallah Ansor akan semakin kuat dan disegani,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi soliditas PAC GP Ansor Jatinegara yang dinilai mampu menjadi contoh bagi badan otonom NU lainnya. Bahkan, menurutnya, kiprah Ansor Jatinegara telah mendapat pengakuan dari Muslimat dan Fatayat NU sebagai organisasi pemuda yang aktif dan melayani umat.
“Orang pintar itu banyak, tapi yang mau melayani masyarakat dengan ikhlas itu sedikit. Di situlah letak keistimewaan Ansor,” ungkapnya.
Abdul Aziz juga menegaskan bahwa kader Ansor harus siap ditempatkan di berbagai lini pengabdian NU. Ia mencontohkan dirinya yang tetap menerima amanah organisasi demi menjaga keberlangsungan pelayanan umat.
“Kader Ansor harus siap diberi amanah di mana pun. Jangan pilih-pilih. Karena dari situlah berkah organisasi itu turun,” katanya.
Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Jatinegara, Sahabat Nur Fathi, dalam sambutannya menekankan pentingnya raker sebagai momentum membangkitkan semangat pergerakan kader. Ia menyebut raker bukan sekadar agenda formal, tetapi ruang konsolidasi dan refleksi bersama.
“Raker ini penting untuk pergerakan kita satu tahun ke depan. Apa yang kita bahas di sini adalah ikhtiar membangkitkan semangat ber-Ansor,” ujarnya.
Ia mengapresiasi capaian organisasi yang dinilai luar biasa karena dibangun secara kolektif. Menurutnya, kekuatan Ansor Jatinegara bukan terletak pada figur ketua, melainkan pada kebersamaan seluruh kader.
“Capaian ini hebat karena bareng-bareng, bukan karena ketuanya. Ini hasil kerja bersama,” tegasnya.
Nur Fathi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus harian dan Pimpinan Ranting yang selama ini aktif menggerakkan roda organisasi. Ia menyebut bahwa saat ini PAC GP Ansor Jatinegara memiliki 17 PR yang utuh dan aktif.
“Alhamdulillah, di kepemimpinan hari ini, PR Ansor di Jatinegara ada 17 ranting dan semuanya utuh. Ini capaian yang harus kita jaga bersama,” katanya.
Namun demikian, ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan organisasi, terutama dalam memenuhi undangan resmi. Menurutnya, kehadiran dalam forum organisasi adalah bentuk penghargaan terhadap kebersamaan.
“Kalau ada undangan, mohon dihargai. Kalau tidak bisa hadir, ya izin. Ketua ranting berhalangan, minimal wakilnya hadir,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan aktif kader merupakan bagian dari catatan sejarah organisasi. Posisi dan peran yang diemban hari ini, menurutnya, tidak lepas dari keberkahan berorganisasi di Ansor.
“Panjenengan sampai di posisi ini karena berkah organisasi. Maka jaga amanah ini dengan baik,” tandasnya.
Menutup sambutannya, Nur Fathi mengingatkan bahwa kader Ansor adalah masa depan NU. Ia berharap semangat khidmah tetap terjaga, bahkan setelah masa pengabdian di Ansor selesai.
“Kader Ansor adalah masa depan NU. Kalau setelah lepas dari Ansor tidak mau ngopeni NU, itu sangat disayangkan,” pungkasnya.
Raker PAC GP Ansor Kecamatan Jatinegara ini menjadi peneguhan komitmen bersama untuk terus menjaga militansi, kedisiplinan, dan loyalitas kader. Melalui konsolidasi yang kuat, Ansor Jatinegara diharapkan semakin siap menjadi garda terdepan NU dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dan melayani umat secara nyata.
Editor: Tahmid












