lapsus  

Retakan Tanah Kian Parah, Bangunan Pondok Al Adalah Padasari Nyaris Tak Tersisa

Avatar photo
KH Muhammad Tasrifin Salim saat meninjau reruntuhan bangunan pondok pesantren Al - Adalah, Kamis, (5/2/2026)

Jatinegara. Warta NU Tegal

Kondisi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, terus menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan dari waktu ke waktu.

Retakan tanah yang sebelumnya belum tampak signifikan, kini melebar dan memicu kerusakan serius pada rumah warga, jalan desa, serta bangunan pondok pesantren.

Pantauan Warta NU Tegal pada Rabu (4/2/2026) menunjukkan perubahan kondisi yang sangat drastis hanya dalam hitungan jam.

Relawan lapangan Joko Waluyo menyampaikan bahwa pada Selasa malam sekitar pukul 23.00 WIB, kondisi tanah di lokasi belum menunjukkan retakan besar seperti yang terlihat saat ini.

“Semalam kami ke sini jam 23.00, belum terjadi seperti ini. Hari ini retakannya sudah luar biasa, rumah mulai terangkat miring dan jalan sudah turun serta retak-retak,” ungkap Joko Waluyo saat melakukan pantauan lapangan.

Sorotan detik detik roboh bagunan Pondok Pesantren Al Adalah Rabu malam, (4/2/2026)

Ia menambahkan, patahan tanah kini semakin jelas terlihat dan meluas, termasuk di area pondok pesantren.

“Semalam masih bisa berjalan di sini walaupun ada pergerakan tanah yang terlihat santai. Hari ini kondisinya sudah tidak berdaya,” lanjutnya.

Joko juga menyebut salah satu rumah warga, milik Umar, sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi akibat pergeseran tanah yang semakin parah.

Situasi tersebut diperkuat dengan kunjungan jajaran Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jatinegara bersama badan otonom NU ke lokasi terdampak.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Jatinegara, H. Muhammad Romdon, menyampaikan bahwa musibah di Desa Padasari tergolong sangat berat dan membutuhkan perhatian bersama.

“Kami dari MWCNU Kecamatan Jatinegara beserta Banom telah melakukan kunjungan langsung untuk melihat situasi terkini, dan memang musibahnya luar biasa,” ujar H. Muhammad Romdon.

Ia menjelaskan bahwa bangunan di lingkungan pondok pesantren mengalami kerusakan hampir menyeluruh.

Baca Lainnya  PRNU Sitail dan Banom Menyusuri Lokasi Bencana Tanah Bergerak Padasari Usai Salurkan Donasi

“Gedung-gedung di pondok ini kurang lebih ada 13 bangunan, semuanya roboh kecuali Pondok Putri,” jelasnya.

Reruntuhan bangunan Pondok Al Adalah Padasari, Rabu malam, (4/2/2026)

Muhammad Romdon juga menyampaikan doa dan dukungan moral kepada warga, santri, serta pengasuh pondok.

“Mudah-mudahan seluruh warga Desa Padasari, para santri, Kiai M. Tasrifin, dan pengurus Pondok diberikan kesabaran dan kekuatan. Kami berharap tidak terjadi musibah lanjutan,” ucapnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, baik di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, maupun secara nasional, untuk berpartisipasi membantu pemulihan Desa Padasari agar dapat bangkit kembali dari bencana ini.

Editor : Tahmid
Kontributor : Joko Waluyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *