Hikmah  

Rijalul Ansor Slaranglor Teguhkan Sabar dan Syukur, Ustadz Bagus Santoso: Itulah Ciri Mukmin Sejati

Avatar photo
Sekretaris PRNU Slaranglor, Ustadz Bagus Santoso, saat menyampaikan pemaparan Kajian dalam acara Rijalul Ansor Slaranglor, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Rabu malam (11/2/2026).

Dukuhwaru, Warta NU Tegal

Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Slaranglor, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, kembali menggelar pertemuan rutin Rijalul Ansor pada Rabu (11/2/2026) malam di kediaman Ndan Hangkoro. Kegiatan tersebut dihadiri kader Ansor, Banser, serta warga Nahdliyin setempat.

Rutinan yang menjadi agenda tetap bulanan itu tidak hanya diisi dengan pembacaan dzikir dan shalawat, tetapi juga kajian keagamaan sebagai penguatan akidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Momentum ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi kader dalam menjaga semangat khidmah di tengah masyarakat.

Kajian tausiah disampaikan oleh Sekretaris PRNU Slaranglor, Ustadz Bagus Santoso. Dalam pemaparannya, ia mengangkat hadis tentang kekaguman Nabi Muhammad SAW kepada seorang mukmin yang mampu bersikap sabar saat tertimpa musibah dan bersyukur ketika memperoleh nikmat.

“Rasulullah SAW bersabda bahwa sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Jika ia mendapat nikmat, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, dan itu pun baik baginya,” tutur Ustadz Bagus.

Ia menegaskan bahwa dua sikap tersebut merupakan fondasi utama dalam membangun keteguhan iman seorang muslim.

“Inilah ciri mukmin sejati. Dalam susah tetap sabar, dalam senang tetap ingat Allah. Tidak mudah goyah oleh keadaan,” tegasnya.

Menurutnya, sabar bukan berarti pasrah tanpa ikhtiar, melainkan tetap berusaha sembari menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

“Sabar itu bukan diam tanpa usaha. Sabar adalah kuat dalam menghadapi ujian, tetap berikhtiar, dan tidak berputus asa dari rahmat Allah,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa rasa syukur bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi diwujudkan dalam amal dan kepedulian sosial.

“Syukur itu bukan sekadar ‘alhamdulillah’. Syukur adalah menggunakan nikmat untuk kebaikan, membantu sesama, dan semakin taat kepada Allah,” ungkapnya.

Baca Lainnya  Kajian Ramadhan: Menyelami Hikmah “Yuqro Qoblal Maulid” dalam Kitab Maulid Ad-Diba’i

Lebih lanjut, Ustadz Bagus mengajak kader Ansor untuk menjadikan hadis tersebut sebagai pedoman dalam berorganisasi.

“Dalam berkhidmah di Ansor dan NU, pasti ada tantangan. Kalau kita pegang prinsip sabar dan syukur, insyaAllah kita akan kuat dan istiqamah,” katanya.

Ia menekankan bahwa organisasi akan kokoh apabila para kader memiliki kedewasaan spiritual dan ketulusan niat.

“Organisasi ini besar karena dibangun dengan keikhlasan. Jangan sampai kita berkhidmah karena ingin dipuji. Niatkan semuanya untuk kemaslahatan umat,” pesannya.

Mengakhiri tausiah, ia mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga ukhuwah dan memperbanyak amal shaleh sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.

“Semoga kita semua termasuk hamba yang sabar ketika diuji dan bersyukur ketika diberi nikmat. Itulah jalan keselamatan,” pungkasnya.

Editor : Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *