Warta  

Solidaritas Sawelas untuk Padasari: Komunitas Guru Penggerak Angkatan 11 Tegal Salurkan 143 Paket Alat Tulis bagi Siswa Terdampak Tanah Bergerak

Avatar photo
Pengurus Komunitas Guru Penggerak Angkatan 11 Kabupaten Tegal bersama Kepala SDN Padasari 01, Bapak Dakhori, menyalurkan donasi hasil penggalangan dana kepada siswa terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, pada Selasa (17/2/2026).

Jatinegara, Warta NU Tegal

Kepedulian terhadap dunia pendidikan di tengah bencana ditunjukkan oleh Komunitas Guru Penggerak (GP) Angkatan 11 Kabupaten Tegal. Usai menggelar rapat koordinasi secara daring melalui Google Meet pada Sabtu (14/2/2026), para pengurus segera menyalurkan donasi hasil penggalangan dana dari para Guru Penggerak Angkatan 11 Kabupaten Tegal kepada siswa yang terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara.

Hasil koordinasi tersebut ditindaklanjuti dengan penyaluran langsung ke lokasi pada Selasa (17/2/2026). Rombongan pengurus menuju SDN Padasari 01 yang menjadi salah satu sekolah terdampak paling parah akibat bencana.

Bantuan yang disalurkan berupa paket perlengkapan sekolah untuk siswa-siswi SDN Padasari 01 yang berjumlah 222 anak. Donasi difokuskan untuk membantu siswa yang kehilangan atau tidak sempat menyelamatkan perlengkapan belajarnya.

Ketua Komunitas Guru Penggerak Angkatan 11 Kabupaten Tegal, Tahmid, menjelaskan bahwa penggalangan dana dilakukan sebagai respons cepat atas kondisi pendidikan di lokasi terdampak.

“Dalam rapat daring, kami sepakat bahwa bantuan harus segera disalurkan agar proses belajar anak-anak tetap berjalan,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa donasi yang dihimpun dikemas dalam bentuk paket alat tulis.

“Setiap paket berisi buku tulis, bolpoin, dan pensil. Total ada 143 paket yang berhasil kami siapkan,” jelasnya.

Menurut Tahmid, meskipun jumlah tersebut belum mencukupi seluruh siswa, bantuan diharapkan dapat meringankan beban mereka.

“Kami menyadari belum bisa meng-cover seluruh 222 siswa, tetapi semoga ini membantu mereka yang paling membutuhkan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti meskipun dalam kondisi darurat.

“Anak-anak adalah masa depan. Dalam situasi apa pun, semangat belajar mereka harus tetap kita jaga,” tegasnya.

Tahmid juga berharap gerakan ini dapat menginspirasi komunitas lain untuk turut peduli.

Baca Lainnya  Dari Geribik Menuju Harapan: LAZISNU Tegal Bangun Rumah Layak bagi Rojaya di Pagerbarang

“Semoga langkah kecil ini menggerakkan lebih banyak pihak untuk membantu dunia pendidikan di Padasari,” imbuhnya.

Ketua Koordinator Komunitas Guru Penggerak Angkatan 11 Kabupaten Tegal, Tahmid, bersama Kepala SDN Padasari 01, Bapak Dakhori, secara simbolis menyalurkan donasi hasil penggalangan dana kepada siswa terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, pada Selasa (17/2/2026).

Sementara itu, Kepala SDN Padasari 01, Bapak Dakhori, mengungkapkan kondisi sekolah yang terdampak cukup berat akibat tanah bergerak.

“Dari 10 ruang kelas yang ada, semuanya terdampak, bahkan satu ruang kelas roboh,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa para siswa tidak sempat menyelamatkan perlengkapan belajar saat bencana terjadi.

“Banyak siswa yang tidak sempat mengamankan tas dan buku mereka. Sekarang mereka belajar dengan perlengkapan seadanya,” katanya.

Saat ini, kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan sementara di MDT Al Khoriyah, Dukuh Pengasinan.

“Untuk sementara, KBM kami pindahkan ke MDT Al Khoriyah agar proses belajar tetap berjalan,” jelasnya.

Dakhori menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian Komunitas Guru Penggerak.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Anak-anak tentu merasa diperhatikan dan kembali bersemangat,” tuturnya.

Ia berharap dukungan terhadap pendidikan di Padasari terus berlanjut hingga kondisi benar-benar pulih.

“Semoga ada perhatian berkelanjutan agar sarana prasarana sekolah dapat segera diperbaiki,” pungkasnya.

Aksi solidaritas ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap pendidikan tetap menyala di tengah ujian bencana. Semangat gotong royong dan empati sosial menjadi kekuatan bersama dalam menjaga keberlangsungan pendidikan generasi bangsa.

Dengan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan proses pemulihan pendidikan di Desa Padasari dapat berjalan lebih cepat, sehingga anak-anak kembali belajar dengan aman, nyaman, dan penuh harapan.

Editor : Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *