Jatinegara, Warta NU Tegal
“Mohon maaf apabila selama ini kami bersama para guru masih memiliki banyak kekurangan dan kesalahan dalam mendidik putra-putri panjenengan semua,” tutur Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PRNU Sitail, Ustadz Ahmad Jabidin, dalam sambutannya sebagai kepala Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) pada Haflah Akhir Sanah TPQ Miftahul Huda Sitail, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Senin (2/2/2026).
Ia menyampaikan bahwa kegiatan Haflah Akhir Sanah bukan sekadar seremoni penutup tahun ajaran, tetapi menjadi ruang muhasabah bersama antara guru, santri, dan wali santri atas proses pendidikan Al-Qur’an yang telah dilalui.
Ustadz Ahmad Jabidin menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan membaca semata, tetapi harus berlanjut pada pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Sing penting ngaji aja mung ngaji tok, tapi kudu bisa mengaplikasikan lan mengamalkan dalam kehidupan saben dina,” tegasnya.
Menurutnya, tujuan utama pendidikan di TPQ adalah menanamkan kecintaan terhadap ibadah dan akhlak mulia sejak dini, agar santri tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan berkarakter.
Ia menambahkan bahwa kesenangan dalam beribadah dan bersedekah harus dilandasi dengan ilmu agar tidak salah dalam praktiknya.
“Seneng ibadah, seneng sedekah, tapi sedekah uga kudu ngerti ilmune,” ujarnya.
Ustadz Ahmad Jabidin mengingatkan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, sebagaimana diajarkan dalam Islam.
“Ilmu iku wajib tumrap saben Muslim, lanang lan wadon,” tandasnya.
Ia juga menekankan bahwa proses belajar agama tidak pernah berhenti sepanjang hayat.
“Ngaji ora nate pragat, wiwit lair nganti ninggal. Sanajan wis pinter, tetep kudu ngaji,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para wali santri untuk terus mendukung pendidikan anak-anak, termasuk dengan menyekolahkan dan memondokkan mereka jika memiliki kesempatan.
“Bapak ibu kedah semangat nyekolahke anak-anak, malah yen saged dipondokke. Iki wujud tanggung jawab kita marang amanah saking Allah SWT,” ucapnya.
Menurutnya, anak-anak adalah titipan Allah SWT yang harus dijaga dan dibimbing agar kelak menjadi generasi yang shalih dan shalihah.
Ustadz Ahmad Jabidin juga mengapresiasi kepercayaan masyarakat Sitail kepada TPQ Miftahul Huda sebagai lembaga pendidikan Al-Qur’an yang terus berupaya menjaga tradisi keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.
Ia berharap sinergi antara guru, pengurus, dan wali santri terus terjaga demi keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an yang berkualitas.
“Ia berharap sinergi antara guru, pengurus, dan wali santri senantiasa terawat sebagai kunci keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an yang berkualitas dan penuh keberkahan,” pungkasnya.
Editor : Tahmid












