Jatinegara. Warta NU Tegal
Bencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka demi keselamatan setelah pergerakan tanah merusak puluhan bangunan dan mengancam kawasan permukiman padat penduduk.
Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Tegal Achmad Kholid turun langsung meninjau lokasi bencana pada Selasa malam Rabu (3/2/2026). Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Tegal ini menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan penanganan darurat berjalan optimal serta keselamatan warga benar-benar terjamin.
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati didampingi unsur BPBD Kabupaten Tegal, Forkopimcam Jatinegara, pemerintah desa, relawan, serta personel TNI dari Batalyon 407. Rombongan menyusuri sejumlah titik terdampak untuk melihat langsung kondisi lapangan dan proses evakuasi warga.
Achmad Kholid menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana tanah bergerak di Padasari. Ia memastikan seluruh warga yang berada di zona rawan telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
“Lokasi bencana harus dikosongkan untuk mengantisipasi pergerakan tanah lanjutan. Ini demi keselamatan bersama,” tegas Wakil Bupati di hadapan warga dan petugas di lapangan.
Ia mengimbau masyarakat agar bersabar dan mengikuti arahan petugas, termasuk untuk sementara waktu meninggalkan rumah yang berada di area berbahaya. Menurutnya, langkah ini penting guna menghindari risiko korban jiwa apabila terjadi pergerakan tanah susulan.
“Kami mohon masyarakat bersedia mengungsi sementara. Keselamatan jauh lebih penting daripada harta benda,” ujarnya.
Achmad Kholid juga meminta warga di lokasi pengungsian untuk tetap waspada dengan menerapkan sistem tidur bergilir. Hal ini sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat.
“Di posko pengungsian, kami minta warga tetap siaga dan saling mengingatkan. Tidur bergilir ini penting agar jika ada situasi darurat, bisa segera ditangani,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tegal melalui BPBD telah menyiapkan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, mulai dari logistik pangan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan darurat lainnya.
“Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada korban jiwa. Ini patut kita syukuri bersama,” ungkapnya.
Tak hanya meninjau lokasi, Wakil Bupati juga menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang diuji musibah.
Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Tegal bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB), bencana tanah bergerak di Desa Padasari berdampak pada 4 RW dan 13 RT. Tercatat sebanyak 104 rumah mengalami kerusakan dengan total 150 kepala keluarga atau sekitar 470 jiwa terdampak.
Wilayah terdampak meliputi RW 02, RW 03, RW 04 Dukuh Tigasari, serta RW 01 Dukuh Padareka. Selain rumah warga, Pondok Pesantren Al-Adalah juga termasuk dalam kawasan yang terdampak dan terus dipantau keamanannya.
Bencana ini turut merusak sejumlah infrastruktur vital, di antaranya tiga titik jalan desa dan kabupaten, satu bendung irigasi, serta satu jembatan desa. Sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, musala, polindes, dan lembaga pendidikan berada di zona rawan dan mendapat pengawasan intensif.
Saat ini, pengungsian terpusat di SD Negeri 01 Padasari, Dukuh Tigasari. Hingga Selasa malam, tercatat delapan kepala keluarga telah mengungsi, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring perkembangan kondisi tanah.
Untuk memperkuat koordinasi, pos lapangan telah didirikan di Balai Desa Padasari sebagai pusat kendali penanganan bencana. BPBD bersama TNI, Polri, PMI, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, DPUPR, serta relawan lintas organisasi terus bersinergi di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Tegal juga tengah menyiapkan mekanisme penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) serta merencanakan penetapan masa tanggap darurat selama 14 hari. Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi pergerakan tanah lanjutan.
Warga Nahdliyin dan seluruh elemen masyarakat diajak untuk terus mendoakan keselamatan warga Padasari serta memperkuat solidaritas sosial. Musibah ini menjadi pengingat pentingnya gotong royong dan kepedulian bersama dalam menghadapi bencana.
Pantauan Warta NU Tegal akan terus mengikuti perkembangan penanganan bencana tanah bergerak di Desa Padasari sebagai bagian dari ikhtiar dakwah kemanusiaan dan khidmah NU untuk umat.
Editor: Tahmid












