Bojong, Warta NU Tegal
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal Ikatan Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an Muslimat Nahdlatul Ulama (IGTPQMNU) Kecamatan Bojong yang digelar pada Senin, (6/4/2026) di Pondok Pesantren Nurul Hikmah Tuwel.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga momentum penguatan peran guru TPQ dalam membina generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah di tengah masyarakat.
Selain itu, acara juga dirangkai dengan penyerahan beasiswa dari PT BPR BKK Kabupaten Tegal (Perseroda) kepada siswa-siswi TPQ berprestasi se-Kecamatan Bojong sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat belajar Al-Qur’an.
Kegiatan ini dihadiri ratusan guru TPQ se-Kecamatan Bojong, serta sejumlah tokoh dan pihak terkait yang turut mendukung pengembangan pendidikan Al-Qur’an di tingkat akar rumput.
Ketua IGTPQMNU Kecamatan Bojong, Mochamad Sopan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal tahun ini diikuti sekitar 350 guru TPQ dari berbagai lembaga.

“Alhamdulillah, kegiatan Halal Bihalal ini diikuti oleh sekitar 350 guru TPQ se-Kecamatan Bojong sebagai bentuk penguatan silaturahmi dan kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga mengumumkan hasil ujian TPQ tahun ajaran 2025/2026, di mana telah ditetapkan 10 lembaga terbaik serta 10 santri terbaik tingkat kecamatan.
“Pengumuman ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras lembaga dan semangat belajar para santri dalam menuntut ilmu Al-Qur’an,” jelasnya.
Menurutnya, lembaga terbaik mendapatkan hadiah berupa satu karpet permadani sebagai bentuk dukungan sarana pembelajaran.
“Sedangkan untuk 10 santri terbaik, masing-masing mendapatkan beasiswa sebesar Rp500.000 dari pihak BKK yang diserahkan langsung oleh direktur umum,” imbuhnya.
Ia menambahkan bahwa kerja sama antara IGTPQMNU dan BKK telah terjalin selama tiga tahun terakhir dalam program penguatan lembaga.
“Selama tiga tahun ini, IGTPQMNU telah menjalin kerja sama dengan BKK, di mana lembaga juga menabung di BKK sebagai bentuk sinergi,” katanya.
Menurutnya, bentuk timbal balik dari kerja sama tersebut adalah pemberian beasiswa kepada santri berprestasi setiap tahunnya.
“Ini menjadi motivasi bagi santri agar terus berprestasi dan semangat dalam belajar Al-Qur’an,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pembina IGTPQMNU Kabupaten Tegal, KH Moh Irham ZA, menyampaikan tausiyah dengan pesan spiritual tentang pentingnya menjaga nilai-nilai ibadah pasca Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ramadhan telah berlalu, namun nilai-nilai ibadahnya harus tetap hidup dalam keseharian kita,” ujarnya,
Ia juga menambahkan bahwa kerinduan terhadap Ramadhan merupakan salah satu tanda keimanan seorang hamba yang merasakan kedekatan dengan Allah SWT.
“Siapa yang merasakan manisnya pertemuan dengan Allah di bulan Ramadhan, pasti akan merasakan pahitnya perpisahan dengannya,” tuturnya.
Lebih lanjut, KH Irham menjelaskan bahwa rasa khawatir terhadap amal ibadah merupakan bagian dari kepekaan spiritual yang harus dimiliki setiap mukmin.
“Tanda amal diterima salah satunya adalah munculnya rasa khawatir apakah ibadah kita benar-benar diterima oleh Allah SWT,” jelasnya.
Ia pun menegaskan bahwa rasa takut amal tidak diterima bukanlah sebuah kelemahan, melainkan bentuk kesadaran spiritual yang tinggi.
“Hal itu justru menjadi bukti kepekaan spiritual seorang hamba,” katanya.
KH Irham juga mengingatkan pentingnya menjaga niat dalam setiap ibadah yang dilakukan agar tetap lurus dan tidak tercampur dengan kepentingan lain.
“Seorang mukmin sejati selalu menjaga niatnya agar tetap lurus dan terus memperbaiki amalnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keraguan terhadap amal dapat menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas ibadah dan keikhlasan dalam beramal.
“Keraguan itu justru mendorong kita untuk semakin ikhlas dan istiqamah,” tuturnya.
Menurutnya, orang yang beriman sejati tidak pernah merasa cukup dengan amal yang telah dikerjakannya, melainkan terus berusaha memperbaiki diri.
“Mereka terus berusaha meningkatkan kualitas ibadah dari waktu ke waktu,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa keikhlasan merupakan kunci utama diterimanya amal di sisi Allah SWT.
“Kesucian niat adalah kunci utama diterimanya amal di sisi Allah SWT,” tegasnya.
Mengakhiri tausiyahnya, KH Irham mengajak seluruh hadirin untuk tetap menjaga semangat Ramadhan agar terus menyala dalam kehidupan setelahnya.
“Mari kita jaga semangat Ramadhan agar tetap menyala dalam kehidupan setelahnya,” pesannya.
Ia pun menutup dengan penegasan bahwa amal terbaik adalah amal yang dilakukan dengan penuh keikhlasan, harapan, dan rasa takut kepada Allah SWT.
“Amal yang diterima adalah yang dilakukan dengan ikhlas, penuh harap, dan disertai rasa takut kepada Allah SWT,” pungkasnya.
Editor : Tahmid












