Warta  

Pelantikan MWCNU Lebaksiu dan Musker I, Bupati Ischak: NU Harus Hadir Menjawab Tantangan Zaman

Avatar photo
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, resmi melantik jajaran pengurus dan lembaga masa khidmat 2026–2031. Prosesi pelantikan yang dipimpin oleh K.H. Nawawi Ashari dari PCNU Kabupaten Tegal tersebut dirangkai dengan Musyawarah Kerja (Musker) I yang berlangsung di Gedung Indoor MTs Negeri 3 Tegal, Lebaksiu Lor, Ahad (14/6/2026).

Lebaksiu, Warta NU Tegal

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal resmi melantik jajaran pengurus dan lembaga masa khidmat 2026–2031 yang dirangkai dengan Musyawarah Kerja (Musker) I di Gedung Indoor MTs Negeri 3 Tegal, Lebaksiu Lor, Ahad (14/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun arah gerak khidmah NU di Kecamatan Lebaksiu selama lima tahun ke depan.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, para pengurus lembaga dan badan otonom NU, tokoh masyarakat, serta warga Nahdliyin dari berbagai wilayah di Kecamatan Lebaksiu.

Sebelum prosesi pelantikan, diawali dengan penampilan Rebana Modern Lesbumi NU. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ya Lal Wathan, serta prosesi pelantikan yang dipimpin oleh K.H. Nawawi Ashari dari PCNU Kabupaten Tegal.

Dalam sambutannya, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan awal dari amanah besar yang harus diwujudkan melalui program kerja yang nyata dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Saya berharap kepengurusan MWCNU Lebaksiu yang baru dilantik dapat menjadi motor penggerak organisasi yang solid, kompak, dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” ujar Ischak.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan baru bagi masyarakat. Karena itu, organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga moralitas, memperkuat ukhuwah, dan memberikan pendampingan kepada umat.

“Nahdlatul Ulama harus terus hadir di tengah masyarakat sebagai penyejuk, pembimbing, sekaligus solusi atas berbagai persoalan sosial yang muncul di era digital saat ini,” katanya.

Baca Lainnya  Halal Bihalal Keluarga Besar Bani Toyib ke-5 di Sitail: Eratkan Silaturahmi, Perkuat Ukhuwah Keluarga

Ia menambahkan bahwa penguatan dakwah, pendidikan, kaderisasi generasi muda, pemberdayaan ekonomi umat, dan moderasi beragama harus menjadi prioritas dalam penyusunan program kerja organisasi.

“Program yang dirancang hendaknya tidak hanya baik di atas kertas, tetapi juga realistis, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan riil warga Nahdliyin di tingkat akar rumput,” tegasnya.

Ischak juga memberikan apresiasi kepada Nahdlatul Ulama yang selama ini konsisten menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan turut berkontribusi dalam menjaga kondusivitas daerah.

“NU telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, memperkuat pendidikan keagamaan, serta membangun karakter masyarakat yang moderat dan berakhlakul karimah,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Bupati Tegal berharap kepengurusan baru mampu melahirkan terobosan yang berdampak luas bagi kemaslahatan umat dan kemajuan daerah.

“Kami berharap MWCNU Lebaksiu terus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah serta melahirkan pemimpin-pemimpin visioner yang siap berkhidmat untuk agama, bangsa, dan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana H.A. Djafar menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan dan Musker I yang berlangsung lancar berkat dukungan seluruh elemen Nahdlatul Ulama di Kecamatan Lebaksiu.

“Keberhasilan acara hari ini merupakan buah dari gotong royong, kebersamaan, dan keikhlasan seluruh warga Nahdliyin yang telah memberikan tenaga, pikiran, serta dukungannya demi suksesnya kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Musker I menjadi forum strategis untuk menyusun arah kebijakan organisasi selama lima tahun ke depan dengan melibatkan seluruh unsur kepengurusan dan lembaga.

“Melalui Musker ini, kami ingin memastikan bahwa setiap program yang dirumuskan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan dapat dijalankan secara terukur serta berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut H.A. Djafar, salah satu fokus penting yang dibahas dalam Musker adalah penguatan Sistem Informasi Nahdlatul Ulama (SISNU) sebagai basis data organisasi dan warga Nahdliyin.

Baca Lainnya  Terbang Jawa Menggema, Obor Menyala Sambut Tahun Baru Hijriah 1448 H di Slaranglor

“Data yang akurat sangat penting untuk memetakan potensi umat sehingga program-program yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal,” katanya.

Ia menambahkan bahwa forum Musker dibagi ke dalam empat komisi yang membahas bidang keorganisasian, keagamaan dan kepesantrenan, pendidikan dan kaderisasi, serta ekonomi, sosial, dan kesehatan.

“Kami optimistis hasil Musker ini akan menjadi pijakan kuat bagi MWCNU Lebaksiu untuk semakin maju, mandiri, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi warga Nahdliyin,” tuturnya.

Editor: Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *