Jatinegara, Warta NU Tegal
Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kecamatan Jatinegara menggelar kegiatan istighotsah dan santunan anak yatim dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di halaman RA At-Tahiriyah Kedungwungu, Jumat (19/6/2026), dihadiri seluruh kepala RA dan guru Raudhatul Athfal se-Kecamatan Jatinegara.
Acara diawali dengan pembacaan istighotsah yang dipimpin Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) MWCNU Kecamatan Jatinegara, Kiai Muamar.
Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan terasa ketika para peserta bersama-sama memanjatkan doa demi keberkahan tahun baru Islam sekaligus mendoakan para peserta didik dan keluarga besar RA di wilayah Jatinegara.
Ketua IGRA Kecamatan Jatinegara, Nurafiyah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kepala RA, guru, serta pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar RA se-Kecamatan Jatinegara yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kebersamaan ini menjadi bukti kuatnya ukhuwah di lingkungan IGRA,” ujarnya.
Menurut Nurafiyah, pelaksanaan kegiatan tahun ini memang berlangsung lebih sederhana dibandingkan peringatan Muharam pada tahun-tahun sebelumnya. Namun hal tersebut tidak mengurangi makna dan tujuan utama kegiatan.
“Tahun ini kegiatan dilaksanakan secara sederhana. Hal ini karena banyak agenda yang harus dilaksanakan oleh RA, mulai dari kegiatan perpisahan hingga simulasi manasik haji yang menyita waktu dan tenaga para guru,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim tetap menjadi perhatian utama dalam setiap momentum Tahun Baru Islam yang diselenggarakan IGRA Kecamatan Jatinegara.
“Alhamdulillah, santunan tetap dapat kami salurkan kepada anak-anak yatim dan piatu yang berada di lingkungan RA. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi mereka,” tuturnya.
Nurafiyah menambahkan, pada kegiatan kali ini santunan diberikan kepada 14 siswa dan siswi yatim/piatu RA se-Kecamatan Jatinegara, yang penyalurannya diwakili oleh guru dari masing-masing lembaga.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi sarana pendidikan karakter bagi anak-anak sekaligus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di lingkungan pendidikan usia dini,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua LDNU MWCNU Kecamatan Jatinegara, Kiai Muamar, dalam tausiyahnya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan bulan Muharam sebagai momentum memperkuat keimanan dan memperbaiki kualitas diri.
“Muharam adalah bulan yang mulia, salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Banyak peristiwa penting dan kemenangan para nabi yang terjadi pada bulan Muharam sebagai bentuk pertolongan Allah kepada hamba-hamba-Nya,” jelasnya.
Menurut Kiai Muamar, pergantian tahun hijriah hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai pergantian angka, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan muhasabah dan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
“Tahun baru Islam mengajarkan kita untuk terus berbenah. Apa yang telah kita lakukan pada tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi agar ke depan menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah di lingkungan keluarga maupun lembaga pendidikan sebagai bekal generasi penerus bangsa.
“Guru RA memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai agama sejak usia dini. Dari tangan para guru inilah akan lahir generasi yang berakhlak mulia, cinta agama, dan cinta tanah air,” katanya.
Menutup tausiyahnya, Kiai Muamar berharap seluruh keluarga besar RA Kecamatan Jatinegara senantiasa mendapatkan keberkahan dan kemudahan dalam menjalankan amanah pendidikan.
“Di awal tahun baru Hijriah ini, mari kita berdoa agar Allah SWT memberikan keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam setiap langkah pengabdian kita. Semoga tahun ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.
Editor: Tahmid
Kontributor: Kiai Muamar












