lapsus  

Banser Kabupaten Tegal Terus Bergerak, Evakuasi Barang Warga Padasari

Avatar photo
Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Tegal dalam merespons bencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara. Hingga Jumat (6/2/2026) / Foto : Marzuki

Jatinegara. Warta NU Tegal

Semangat khidmah dan kemanusiaan terus ditunjukkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Tegal dalam merespons bencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara. Hingga Jumat (6/2/2026), personel Banser masih aktif melakukan berbagai upaya penanganan darurat di lokasi terdampak.

Sejumlah unsur Banser diterjunkan ke lapangan, mulai dari Provos Banser, Banser Tanggap Bencana (Bagana), hingga Banser Informasi dan Komunikasi (Infokom) dari wilayah Bojong dan sekitarnya. Mereka bahu-membahu bersama warga dan relawan lain demi memastikan keselamatan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Kegiatan yang difokuskan pada hari ini meliputi evakuasi barang-barang milik warga, pendirian fasilitas MCK darurat berbahan bambu, serta pendampingan proses pemindahan warga dari rumah-rumah yang sudah tidak aman untuk dihuni.

Kasetma Satkoryon Banser Kecamatan Jatinegara, Marzuki, menjelaskan bahwa evakuasi barang warga menjadi prioritas utama mengingat kondisi tanah yang masih bergerak dan berpotensi membahayakan.

“Kami hari ini fokus pada evakuasi barang-barang milik warga Desa Padasari, terutama yang rumahnya sudah miring, retak, bahkan terancam roboh,” ujar Marzuki di sela kegiatan.

Ia menuturkan, personel Banser membantu memindahkan perabot rumah tangga, pakaian, hingga perlengkapan dapur warga agar dapat diselamatkan dan dibawa ke lokasi yang lebih aman.

“Barang-barang besar seperti kursi, lemari, dan peralatan rumah tangga yang berada di bagian bawah kami dahulukan. Sedangkan pakaian dan barang ringan kami susun di bagian atas agar mudah dinaikkan ke kendaraan,” jelasnya.

Proses Evakuasi Barang Warga oleh Banser Kabupaten Tegal, Jum’at (6/2/2026) / Foto : Marzuki

Marzuki menambahkan, proses evakuasi dilakukan secara gotong royong dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel dan warga.

“Kami selalu mengingatkan anggota untuk berhati-hati. Kondisi tanah di beberapa titik sudah turun dan retak, sehingga pergerakan harus benar-benar diperhitungkan,” katanya.

Baca Lainnya  Kakanwil Kemenag Jateng Tinjau Ponpes Al Adalah Padasari, Salurkan Bantuan Rp100 Juta

Selain evakuasi barang, Banser juga membantu pembuatan MCK darurat dengan memanfaatkan bambu dan material seadanya untuk menunjang kebutuhan sanitasi warga pengungsi.

Pembuatan MCK darurat dari bambu oleh Banser Kabupaten Tegal, Jum’at (6/2/2026) / Foto Marzuki

“Pembuatan MCK darurat ini penting agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat,” ungkap Marzuki.

Ia menegaskan bahwa Banser akan terus siaga selama dibutuhkan, sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam melayani umat dan masyarakat.

“Kami Banser siap berada di garda terdepan. Selama warga masih membutuhkan bantuan, Insha Alloh kami siap,” tegasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan, proses evakuasi berlangsung penuh semangat. Instruksi sederhana namun sigap terdengar di antara relawan saat menaikkan barang ke mobil evakuasi, mencerminkan kekompakan dan kepedulian yang kuat.

Kehadiran Banser di tengah bencana ini menjadi wujud nyata nilai-nilai ke-NU-an, khususnya semangat gotong royong, solidaritas, dan khidmah tanpa pamrih kepada masyarakat.

Dengan sinergi berbagai pihak, diharapkan proses penanganan darurat dan pemulihan pascabencana di Desa Padasari dapat berjalan dengan baik, serta memberikan ketenangan dan harapan baru bagi warga terdampak.

Editor : Tahmid
Kontributor : Marzuki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *