KH Muhammad Yusuf Al Hafidz: Alumni MA Al Ikhlas Cerih Harus Jadi Generasi Berakhlak dan Bermanfaat bagi Umat

Avatar photo
Pembina Yayasan Al Ikhlas Cerih yang juga Wakil Rais Syuriah MWCNU Kecamatan Jatinegara, KH. Muhammad Yusuf Al Hafidz

Jatinegara, Warta NU Tegal

MA Al Ikhlas Cerih Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal menggelar kegiatan purnasiswa kelas XII tahun pelajaran 2025–2026 di halaman sekolah, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Menggapai Cita-cita, Menjaga Akhlak, Menebar Manfaat” tersebut berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri wali siswa, dewan guru, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan.

Sebanyak 27 siswa kelas XII resmi dilepas dalam acara purnasiswa tersebut. Momentum itu tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa belajar di madrasah, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga akhlak dan membawa manfaat bagi masyarakat sebagaimana nilai-nilai pendidikan ala Nahdlatul Ulama.

Pembina Yayasan Al Ikhlas Cerih yang juga Wakil Rais Syuriah MWCNU Kecamatan Jatinegara, KH. Muhammad Yusuf Al Hafidz menegaskan bahwa pendidikan akhlak harus menjadi pondasi utama dalam kehidupan para alumni.

“Ilmu itu penting, tetapi akhlak jauh lebih penting karena akhlak akan menentukan bagaimana seseorang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, lulusan madrasah harus mampu menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa di mana pun berada.

“Kami berharap alumni MA Al Ikhlas bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat dan mampu menjaga nama baik almamater,” katanya.

KH Yusuf mengingatkan bahwa karakter dan akhlak seseorang sangat menentukan perjalanan hidupnya di masa depan.

“Kalau seseorang memiliki akhlak yang baik, maka di mana pun berada akan dihormati dan diterima masyarakat,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan para siswa agar menjauhi sifat-sifat akhlakul madzmumah dan terus memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari.

“Akhlak yang buruk harus dijauhi karena watak yang tidak baik akan sulit diubah apabila tidak dibiasakan sejak sekarang,” pesannya.

Menurutnya, para alumni nantinya akan menghadapi berbagai jalan kehidupan dan profesi yang berbeda-beda, sehingga penting untuk tetap menjaga nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah.

Baca Lainnya  UNWAHAS Perkuat Sinergi dengan PC Pergunu Kabupaten Tegal, Buka Akses Pendidikan Tinggi bagi Kader Nahdliyin

“Hari ini kalian akan terjun ke masyarakat. Ada yang menjadi pejabat, pedagang, guru, lurah, camat, atau profesi lainnya, tetapi semuanya harus tetap menjaga akhlak,” ungkapnya.

KH Yusuf berharap para lulusan mampu mengamalkan pesan Rasulullah SAW tentang sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

“Khoirunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Itu yang harus dipegang oleh alumni MA Al Ikhlas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala MA Al Ikhlas Cerih, H. M. Aqna Tafliqi menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan kegiatan purnasiswa kelas XII tahun ini.

“Alhamdulillah kegiatan purnasiswa kelas XII MA Al Ikhlas Cerih berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh khidmat,” ujarnya.

Ia mengapresiasi dukungan seluruh wali siswa, dewan guru, panitia, dan masyarakat yang telah ikut menyukseskan acara tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membantu pelaksanaan kegiatan ini,” katanya.

Menurutnya, purnasiswa bukan sekadar acara perpisahan, tetapi juga momentum refleksi bagi siswa untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

“Kegiatan ini menjadi titik awal bagi para siswa untuk melanjutkan perjuangan dalam menuntut ilmu dan mengabdi di tengah masyarakat,” tuturnya.

H. M. Aqna Tafliqi berharap para alumni terus menjaga nama baik madrasah dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap anak-anak tetap menjaga akhlak, menghormati guru dan orang tua, serta menjadi generasi yang membanggakan,” pesannya.

Ia juga menegaskan komitmen MA Al Ikhlas Cerih dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keagamaan dan ke-NU-an.

“Madrasah akan terus berupaya mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi umat,” tandasnya.

Baca Lainnya  Haflah Muwadaah MTs NU Sitail Jatinegara, Bekali Siswa dengan Ilmu Umum dan Agama

Editor : Tahmid
Kontributor: Eko Wahyu Sagino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *