Jatinegara, Warta NU Tegal
Dalam rangka menyemarakkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Madrasah Diniyyah Takmiliyah (MDT) Bustanuttholibin Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, menggelar kegiatan berbagi kebahagiaan kepada para santri pada Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah tersebut mendapat sambutan hangat dari para santri. Melalui kebersamaan para ustadz dan dukungan masyarakat, ratusan santri menerima santunan sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur dalam menyambut bulan Muharram.
Momentum Tahun Baru Hijriyah ini tidak hanya menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keislaman, tetapi juga menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di lingkungan madrasah serta masyarakat sekitar.
Kepala MDT Bustanuttholibin Cerih, Ustadz Khasani, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar dan penuh keberkahan.
“Alhamdulillahirabbil ‘alamin, pada momentum Tahun Baru Hijriyah 1448 H ini kami dapat melaksanakan kegiatan berbagi kepada para santri MDT Bustanuttholibin Cerih sebagai wujud rasa syukur dan kebahagiaan bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dana kegiatan berasal dari infak para ustadz madrasah yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu para santri.
“Alhamdulillah, dana yang terkumpul mencapai kurang lebih Rp1.300.000. Dana tersebut bersumber dari para ustadz MDT Bustanuttholibin serta sebagian masyarakat yang turut berpartisipasi mendukung kegiatan ini,” jelasnya.
Menurutnya, seluruh dana yang terkumpul kemudian dibagikan kepada para santri sehingga mereka dapat merasakan kebahagiaan dalam menyambut Tahun Baru Islam.
“Setiap santri memperoleh santunan sekitar Rp5.000. Nilainya mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat memberikan kebahagiaan dan semangat bagi anak-anak dalam belajar agama,” katanya.
Ustadz Khasani menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang menanamkan nilai kepedulian dan kebersamaan kepada para santri sejak dini.
“Kami ingin menanamkan kepada para santri bahwa berbagi merupakan bagian dari akhlak mulia yang diajarkan dalam Islam. Dengan berbagi, ukhuwah dan rasa saling peduli akan semakin kuat,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan pada bulan Muharram, tetapi juga dapat menjadi program berkelanjutan sepanjang tahun.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan pada bulan Muharram saja. Kami berharap di bulan-bulan berikutnya tetap ada kegiatan berbagi kebahagiaan kepada sesama, khususnya bagi para santri madrasah,” harapnya.
Kegiatan berbagi tersebut berlangsung dengan penuh keakraban dan kegembiraan. Para santri tampak antusias menerima santunan yang diberikan oleh para ustadz sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kepada generasi penerus umat.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, MDT Bustanuttholibin Cerih berharap semangat berbagi, gotong royong, dan kepedulian sosial yang menjadi nilai luhur warga Nahdlatul Ulama dapat terus tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat.
Editor: Tahmid












