Rebo Wekasan 1448 H: Merawat Tradisi Doa dan Ikhtiar, Bukan Meyakini Hari Sial

Avatar photo
Rebo wekasan disebut sebagai hari rabu terakhir di bulan Safar. (Foto: Warta NU Tegal)

Tegal, Warta NU Tegal

Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan merupakan istilah yang merujuk pada Rabu terakhir bulan Safar dalam tradisi Islam Nusantara. Pada 1448 H, berdasarkan kalender Hijriah Indonesia, Rebo Wekasan bertepatan dengan Rabu, 12 Agustus 2026. Tradisi ini di sejumlah daerah diisi dengan doa, dzikir, sedekah, pengajian, serta berbagai amalan sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon keselamatan.

Dalam khazanah pesantren dan tradisi keislaman masyarakat Jawa, Rebo Wekasan juga dikenal dengan berbagai amalan yang bersumber dari sejumlah kitab ulama. Bahan yang dihimpun Warta NU Tegal antara lain merujuk pada kitab Kanzunnajah wa Surur serta Al-Kunuzul Hashinah fil ‘Ad’iyatis Tsaminah.

Perlu ditegaskan, amalan-amalan berikut merupakan tradisi dan ikhtiar doa yang berkembang di kalangan masyarakat, bukan ketetapan bahwa bulan Safar atau hari Rabu merupakan hari sial. Warta NU Tegal juga menjelaskan adanya perbedaan pandangan ulama mengenai amalan khusus Rebo Wekasan, sehingga pelaksanaannya hendaknya diniatkan sebagai pendekatan diri kepada Allah SWT, bukan meyakini adanya kesialan yang melekat pada waktu tertentu.

Amalan Rebo Wekasan 

1. Shalat Empat Rakaat

Shalat empat rakaat pada Rabu terakhir bulan Safar. Setiap rakaat, setelah membaca Al-Fatihah, dilanjutkan dengan:

  • Surat Al-Kautsar: 17 kali
  • Surat Al-Ikhlas: 5 kali
  • Surat Al-Falaq: 1 kali
  • Surat An-Nas: 1 kali

Bacaan lafaz niat:

نِيَّةٌ: أُصَلِّي سُنَّةَ الْمُطْلَقِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ مَأْمُومًا / إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Namun, dari perspektif fikih, istilah “shalat Rebo Wekasan” sebagai shalat khusus perlu dibedakan dari shalat sunnah mutlak. dijelaskan bahwa tidak terdapat nash sharih yang menganjurkan shalat khusus Rebo Wekasan; sebagian ulama membolehkan pelaksanaan shalat dengan niat sunnah mutlak, bukan dengan niat sebagai shalat khusus Rebo Wekasan.

2. Membaca Surat Yasin

Membaca Surat Yasin pada Rabu terakhir bulan Safar. Ketika sampai pada ayat:

Baca Lainnya  Khutbah Jumat: Meneladani Akhlak Mulia Nabi Muhammad SAW dalam Kehidupan Sehari-hari

سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ

dibaca sebanyak 313 kali.

Setelah itu dilanjutkan dengan doa:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنَجِّيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَقْوَالِ وَالْآفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، اللَّهُمَّ اصْرِفْ عَنَّا شَرَّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَخْرُجُ مِنَ الْأَرْضِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ آمِينَ

Sumber dalam dokumen: Kanzunnajah wa Surur, halaman 31.

3. Doa Istimewa dan Membaca Surat Al-Falaq

Selanjutnya mencantumkan doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَقْدَمُ إِلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ وَيَدَي أَوْلَادِي وَأَهْلِ دَارِي وَأَهْلِ قَرَابَتِي وَمَشَايِخِي وَأَهْلِ بَيْتِهِمْ وَتَلَامِيذِهِمْ

Kemudian membaca Surat Al-Falaq sampai selesai, dilanjutkan dengan ayat:

فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

(QS Yusuf: 64).

4. Membaca Doa Perlindungan ke Berbagai Arah

Setelah membaca Surat Al-Falaq, membaca doa dengan menghadap atau menoleh ke beberapa arah.

Ke arah kanan:

وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ … إِلَخْ

Kemudian:

فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Ke arah kiri:

وَعَنْ شِمَالِي وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ … إِلَخْ

Kemudian:

فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Ke arah depan:

وَمِنْ أَمَامِي وَمِنْ أَمَامِهِمْ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ … إِلَخْ

Kemudian:

فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Ke arah belakang:

وَمِنْ خَلْفِي وَمِنْ خَلْفِهِمْ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ … إِلَخْ

Kemudian:

فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Ke arah atas:

Baca Lainnya  KH. Muslim Komari Pemalang Ajak Jamaah Memahami Karomah Wali dan Menjaga Marwah Nahdlatul Ulama

وَمِنْ فَوْقِي وَمِنْ فَوْقِهِمْ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ … إِلَخْ

Kemudian:

فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Ke arah bawah:

وَمِنْ تَحْتِي وَمِنْ تَحْتِهِمْ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ … إِلَخْ

Kemudian:

فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Setelah itu kembali menghadap ke depan dan membaca:

وَمُحِيطًا بِي وَبِهِمْ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ … إِلَخْ

Kemudian:

فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Sumber dalam dokumen: Al-Kunuzul Hashinah fil ‘Ad’iyatis Tsaminah, halaman 110–112.

5. Membaca Shalawat Empat Kali

Membaca shalawat yang dibaca 4 kali:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدًا بِمَا تَقْتَضِيهِ ذَاتُكَ فِي كُنْزِيَّةِ حَضْرَتِهَا كَمَا هِيَ عَلَيْهِ حَقِيقَتُهُ مِنْ عَمًى وَرَاءَ تَنَزُّلَاتِهَا وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

Sumber : Syekhuna Kiai Ahmad Saidi.

6. Doa dan Tujuh Ayat Keselamatan

Setelah rangkaian sebelumnya selesai, membaca doa berikut 7 kali:

اللَّهُمَّ يَا كَافِيَ الْبَلَاءِ اكْشِفِ الْبَلَاءَ قَبْلَ نُزُولِهِ مِنَ السَّمَاءِ

Selanjutnya membaca tujuh ayat keselamatan, masing-masing 3 kali:

1.

سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ

2.

سَلَامٌ عَلَى نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ ۝ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ ۝ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ

3.

سَلَامٌ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ ۝ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ ۝ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ

4.

سَلَامٌ عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَارُونَ ۝ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ ۝ إِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ

5.

سَلَامٌ عَلَىٰ إِلْ يَاسِينَ ۝ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ ۝ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ

6.

سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

7.

سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Sumber dalam dokumen: Al-Kunuzul Hashinah fil ‘Ad’iyatis Tsaminah, halaman 97.

7. Menulis Rajahan

Bagian terakhir adalah menulis rajahan menggunakan tinta yang mudah luntur. Rajahan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam air untuk diminum dengan niat memohon keselamatan dari segala musibah.

Baca Lainnya  Menjaga Halal dan Berkah Rezeki, Ini Lima Pedoman Penting Menurut Ulama

Sumber: Kanzunnajah wa Surur, halaman 32–33.

 

Catatan Keislaman

Tradisi Rebo Wekasan merupakan bagian dari khazanah keislaman Nusantara yang berkembang dalam masyarakat, khususnya di Jawa. Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, kekayaan amaliyah masyarakat perlu ditempatkan secara proporsional: doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, shalawat, sedekah, dan amal saleh merupakan bentuk taqarrub kepada Allah SWT. Namun, tidak semestinya bulan Safar atau hari Rabu terakhir diyakini secara mutlak sebagai waktu yang membawa kesialan. Warta NU Tegal mencatat bahwa ulama memiliki perbedaan pandangan mengenai dasar dan tata cara amalan khusus Rebo Wekasan.

Karena itu, amalan-amalan tersebut lebih tepat dipahami sebagai ikhtiar spiritual, doa, dan tradisi keagamaan yang diwariskan dalam khazanah pesantren, dengan keyakinan bahwa keselamatan dan perlindungan hanya berasal dari Allah SWT.

Sumber utama naskah: dokumen/gambar yang diterima Warta NU Tegal, merujuk pada Kanzunnajah wa Surur dan Al-Kunuzul Hashinah fil ‘Ad’iyatis Tsaminah.

Catatan redaksi: Penulisan Arab di atas disusun berdasarkan tampilan sumber yang dikirimkan. Untuk kebutuhan amaliyah, sebaiknya teks Arab dicocokkan kembali dengan kitab cetakan asli atau guru/ulama yang mengajarkannya.

Editor: Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *