KH. Muslim Komari Pemalang Ajak Jamaah Memahami Karomah Wali dan Menjaga Marwah Nahdlatul Ulama

Avatar photo
Tausiyah KH. Muslim Komari dari Pemalang dalam rangka Pengajian Umum Haul ke-54 KH. Ahmad Wisa bin Syeh Sulthon Ciliwulung yang berlangsung khidmat di TPU Dukuhwisa, Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Sabtu (11/7/2026).

Jatinegara, Warta NU Tegal

Pengajian umum dalam rangka Haul ke-54 KH. Ahmad Wisa bin Syeh Sulthon Ciliwulung di kompleks Tempat Pemakaman Umum Dukuhwisa RT 005 RW 002, Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Sabtu (11/7/2026), menghadirkan sejumlah ulama sebagai pengisi tausiyah. Salah satunya adalah KH. Muslim Komari dari Pemalang yang menyampaikan pesan tentang pentingnya memahami karomah para wali serta menjaga persatuan warga Nahdlatul Ulama.

Dalam tausiyahnya, KH. Muslim Komari mengajak jamaah untuk tidak hanya mengenang jasa para ulama melalui kegiatan haul, tetapi juga meneladani perjuangan, akhlak, dan semangat dakwah mereka. Menurutnya, tradisi haul merupakan bagian dari ikhtiar merawat sanad keilmuan dan kecintaan kepada para pewaris ajaran Rasulullah SAW.

“Karomah para wali merupakan bagian dari kemuliaan yang Allah SWT anugerahkan kepada hamba-hamba pilihan-Nya. Namun, yang lebih penting bagi kita adalah meneladani keimanan, keikhlasan, dan perjuangan mereka dalam menyebarkan ajaran Islam,” tutur KH. Muslim Komari.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat Nahdliyin perlu memahami silsilah para wali sebagai bagian dari sejarah perkembangan Islam di Nusantara. Dengan mengenal perjuangan para wali, generasi muda diharapkan semakin menghargai jasa ulama yang telah membangun peradaban Islam melalui dakwah yang damai dan penuh hikmah.

“Memahami silsilah para wali bukan sekadar mengetahui garis sejarah, tetapi juga mengenali mata rantai perjuangan dakwah yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dari sanalah lahir kecintaan kepada ulama dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Muslim Komari juga menyinggung pentingnya menjaga kekompakan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Menurutnya, persatuan warga NU menjadi modal utama dalam merawat dakwah dan menjaga marwah organisasi agar tetap kokoh di tengah berbagai tantangan zaman.

Baca Lainnya  Haul Syekh Armia Cikura ke-94: Gus Anam Ajak Jamaah Menjemput Berkah Majelis Zikir dan Meneladani Jejak Para Wali

“Saya berharap para kiai, pengurus, dan warga Nahdlatul Ulama terus menjaga kekompakan. Marwah Nahdlatul Ulama harus dirawat bersama dengan mengedepankan ukhuwah, saling menghormati, dan memperkuat persaudaraan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya agar jamaah tetap istiqamah berada dalam Jam’iyah Nahdlatul Ulama sebagai wadah perjuangan keagamaan dan kebangsaan. Menurutnya, NU memiliki peran besar dalam menjaga ajaran Islam yang moderat, ramah, dan berpijak pada tradisi para ulama.

“Semoga saya dan panjenengan semua tetap diberi keistiqamahan mengikuti Jam’iyah Nahdlatul Ulama serta terus menjaga nilai-nilai yang diwariskan para masyayikh,” ungkapnya.

Editor : Tahmid
Kontributor: Ustadzah. Muslimah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *