Mie Tasbeh SMPN 2 Bojong, Inovasi Talas Lokal Jadi Pangan Bergizi dan Sarana Belajar Kewirausahaan

Avatar photo
Guru pembimbing tim inovasi SMPN 2 Bojong, Isnaini Arina Khasbana, saat ditemui Wartawan Warta NU Tegal di SMP Negeri 2 Bojong, Rabu (19/8/2026), mengatakan bahwa Mie Tasbeh lahir dari keinginan sekolah mengenalkan pangan lokal kepada peserta didik secara kreatif dan kontekstual.

Bojong, Warta NU Tegal

Kreativitas peserta didik tidak harus berangkat dari sesuatu yang mahal dan sulit ditemukan. Di SMP Negeri 2 Bojong, Kabupaten Tegal, potensi pangan lokal berupa talas dikembangkan menjadi produk inovatif bernama Mie Tasbeh (Mie Talas Bergizi, Enak, dan Sehat). Inovasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam mengembangkan potensi peserta didik sekaligus menghadirkan karya yang memiliki manfaat bagi masyarakat.

Mie Tasbeh dikembangkan sebagai alternatif pangan yang mengedepankan nilai gizi, cita rasa, serta pemanfaatan sumber daya lokal. Talas dipilih karena relatif mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan memiliki kandungan karbohidrat, serat, vitamin, serta mineral. Melalui pengolahan menjadi mie, bahan pangan lokal tersebut diharapkan memiliki nilai tambah sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi daerah.

Guru pembimbing tim inovasi SMPN 2 Bojong, Isnaini Arina Khasbana, mengatakan lahirnya Mie Tasbeh berawal dari keinginan sekolah untuk mengenalkan pangan lokal kepada peserta didik dengan cara yang kreatif dan kontekstual. Hal tersebut disampaikan kepada Wartawan Warta NU Tegal saat ditemui di SMP Negeri 2 Bojong, Rabu (19/8/2026).

“Inovasi ini lahir dari keinginan sekolah untuk mengenalkan pangan lokal sebagai alternatif makanan sehat sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik. Talas dipilih karena mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan memiliki potensi ekonomi yang tinggi apabila diolah menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya.

Menurut Isnaini, proses pengembangan Mie Tasbeh sekaligus menjadi ruang belajar bagi siswa untuk memahami berbagai tahapan produksi secara langsung. Peserta didik tidak hanya dikenalkan pada kandungan gizi talas, tetapi juga belajar mengolah bahan menjadi mie, melakukan pengemasan, hingga mengenal strategi pemasaran. “Melalui Mie Tasbeh, peserta didik belajar secara langsung mulai dari mengenal kandungan gizi talas, proses pengolahan menjadi mie, pengemasan produk, sampai bagaimana memasarkan produk tersebut,” jelasnya.

Baca Lainnya  Maulana Nur Hidayat Persembahkan Emas untuk SMP Negeri 2 Bojong pada POPDA Pencak Silat Kabupaten Tegal 2026

Ia menambahkan, pembelajaran melalui inovasi tersebut dapat mengintegrasikan sejumlah mata pelajaran dalam satu kegiatan yang bermakna. IPAS, Prakarya, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Informatika dapat dikolaborasikan melalui proyek pengembangan produk, mulai dari memahami bahan dan proses produksi, menghitung kebutuhan serta biaya, membuat kemasan dan promosi, hingga memanfaatkan teknologi digital.

“Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang utuh. Mereka belajar bekerja sama, berpikir kreatif, memecahkan masalah, bertanggung jawab, sekaligus berlatih menjadi seorang wirausahawan melalui proyek yang mereka kerjakan sendiri,” terangnya.

Isnaini menuturkan, Mie Tasbeh juga diarahkan menjadi media untuk membangun kesadaran peserta didik terhadap pentingnya konsumsi pangan sehat dan pemanfaatan hasil pertanian lokal. Produk tersebut diupayakan mengedepankan bahan alami dan tidak bergantung pada penggunaan bahan pengawet secara berlebihan.

Mie Tasbeh (Mie Talas Bergizi, Enak, dan Sehat).

“Mie Tasbeh tidak hanya kami lihat sebagai sebuah produk makanan, tetapi juga sebagai media pendidikan agar siswa semakin mengenal pangan lokal, memahami pentingnya makanan sehat, dan memiliki kebanggaan terhadap hasil daerah sendiri,” katanya.

Lebih lanjut, produk Mie Tasbeh telah diperkenalkan melalui berbagai kegiatan sekolah, pameran pendidikan, bazar, maupun kegiatan masyarakat. Menurut Isnaini, kegiatan tersebut memberikan pengalaman nyata kepada siswa mengenai dunia usaha sekaligus melatih keberanian mereka berinteraksi dengan masyarakat.

“Ketika produk dipromosikan dalam kegiatan sekolah maupun masyarakat, anak-anak mendapatkan pengalaman langsung bagaimana sebuah produk diperkenalkan kepada konsumen. Dari sini kami berharap tumbuh rasa percaya diri, kemandirian, dan semangat untuk terus berinovasi,” ungkapnya.

Ia berharap Mie Tasbeh dapat terus dikembangkan sebagai salah satu produk unggulan SMP Negeri 2 Bojong yang memadukan pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dan kearifan lokal. Semangat tersebut sejalan dengan nilai pendidikan yang mendorong kemanfaatan ilmu bagi sesama dan lingkungan.

Baca Lainnya  UNWAHAS Perkuat Sinergi dengan PC Pergunu Kabupaten Tegal, Buka Akses Pendidikan Tinggi bagi Kader Nahdliyin

“Mie Tasbeh: Nikmat Rasanya, Kaya Gizinya, Bangga Produk Lokal, Wujudkan Generasi Sehat dan Berprestasi,” pungkasnya.

Editor: Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *