Tarub, Warta NU Tegal
Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor “Teras Muda” PAC GP Ansor Kecamatan Tarub kembali menggelar kegiatan rutin di Masjid Al Qodiriyah, Desa Kedokansayang, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Sabtu (4/7/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus Nahdlatul Ulama, GP Ansor, Banser, serta kader Ansor dari berbagai ranting se-Kecamatan Tarub.
Rutinan MDS Rijalul Ansor tidak hanya menjadi majelis dzikir dan shalawat, tetapi juga menjadi ruang penguatan kaderisasi, ukhuwah, dan pembinaan generasi muda Nahdliyin. Kegiatan diisi dengan sambutan para tokoh organisasi, mau’idzah hasanah, serta doa bersama sebagai ikhtiar memperkokoh khidmah kader kepada agama, masyarakat, dan Nahdlatul Ulama.
Ketua PR GP Ansor Kedokansayang, Sahabat A. Miftahul, mengawali sambutannya dengan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengucapkan selamat datang kepada seluruh sahabat Ansor dan Banser serta jajaran pengurus NU yang telah meluangkan waktu menghadiri rutinan MDS Rijalul Ansor di Desa Kedokansayang.
“Atas nama Pengurus Ranting GP Ansor Kedokansayang, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat yang telah hadir. Kehadiran panjenengan semua menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghidupkan kegiatan-kegiatan ke-Ansor-an di tingkat ranting,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan kegiatan masih terdapat kekurangan, baik dalam pelayanan maupun fasilitas yang disediakan panitia. Menurutnya, kritik dan masukan dari seluruh kader akan menjadi bekal untuk menyempurnakan pelaksanaan kegiatan berikutnya.
“Semoga kebersamaan malam ini menjadi wasilah semakin eratnya persaudaraan dan semakin kuatnya semangat khidmah kita kepada Nahdlatul Ulama,” tuturnya.
Ketua Tanfidziyah PRNU Kedokansayang, Ustadz. Nur Ali Al-Hafidz, dalam sambutanya mengutip firman Allah Swt. dalam QS. Ali Imran ayat 164 tentang besarnya nikmat diutusnya Rasulullah Saw. sebagai pembimbing umat. Menurutnya, nikmat terbesar seorang Muslim adalah mendapatkan petunjuk melalui ajaran Rasulullah dan dapat berkhidmah di dalam jam’iyah Nahdlatul Ulama.
“Menjadi bagian dari Ansor bukan sekadar bergabung dalam organisasi, tetapi merupakan amanah untuk menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah serta melanjutkan perjuangan para ulama. Karena itu, kaderisasi harus terus diperkuat agar estafet perjuangan tidak terputus,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan zaman semakin kompleks sehingga kader Ansor dituntut memiliki ilmu, akhlak, dan komitmen organisasi yang kuat. Menurutnya, majelis seperti MDS Rijalul Ansor menjadi sarana efektif membangun karakter kader yang religius, berwawasan, dan siap mengabdi kepada umat.
“Mari kita jaga istiqamah dalam berdzikir, bershalawat, dan berkhidmah, karena itulah kekuatan utama kader Nahdliyin,” pesannya.
Mewakili Pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Tarub, Sahabat Ghulam Firdaus menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan baru PR GP Ansor Kedokansayang sekaligus kepada peserta Pendidikan Kader Dasar (PKD) V Kecamatan Tarub yang telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar GP Ansor. Ia berharap semangat kader baru terus terjaga melalui kegiatan organisasi yang berkelanjutan.
“Jangan berhenti setelah mengikuti PKD. Justru di sinilah awal pengabdian sebagai kader Ansor. Teruslah aktif mengikuti kegiatan organisasi dan hadir memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga memperkenalkan sejumlah program strategis PAC GP Ansor Kecamatan Tarub di bidang pemberdayaan ekonomi dan pendidikan. Menurutnya, kader Ansor memiliki kesempatan mengikuti pendidikan kesetaraan melalui PKBM serta melanjutkan pendidikan tinggi melalui kerja sama dengan STIES Putra Bangsa Slawi di Gedung Yaumi dan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) jurusan Manajemen dan Akuntansi di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang.
“Kami ingin kader Ansor tidak hanya kuat dalam spiritualitas, tetapi juga unggul dalam pendidikan dan memiliki kemandirian ekonomi,” jelasnya.
Editor : Tahmid
Kontributor: Tri Aji Rakhmawan












