Jatinegara, Warta NU Tegal
Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatinegara menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMK Grafika Jatinegara, Selasa (14/7/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 120 siswa kelas X dan XI tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Jatinegara bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Jatinegara sebagai narasumber.
Mengusung tema “Pencegahan Penyakit HIV/AIDS dan Bahaya LGBT di Kalangan Remaja”, kegiatan ini bertujuan membekali peserta didik dengan pemahaman agama dan kesehatan agar mampu menjaga akidah, akhlak, serta kesehatan diri di tengah berbagai tantangan pergaulan remaja dan perkembangan era digital.
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Jatinegara, Ustadz Suparno, menegaskan bahwa Islam merupakan agama yang menjaga kehormatan, martabat, dan fitrah manusia.
“Allah SWT menciptakan manusia dengan fitrah yang harus dijaga. Karena itu, setiap muslim berkewajiban memelihara akidah, akhlak, serta perilaku sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perilaku yang menyimpang dari ajaran agama perlu dihindari karena tidak hanya berdampak pada kehidupan spiritual, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai persoalan sosial dan kesehatan.
“Remaja harus memiliki benteng iman agar tidak mudah terpengaruh oleh gaya hidup yang bertentangan dengan nilai-nilai agama maupun budaya bangsa,” tuturnya.
Menurut Ustadz Suparno, masa remaja merupakan fase penting dalam membentuk karakter. Oleh sebab itu, pendidikan agama harus menjadi pondasi utama dalam setiap langkah kehidupan.
“Apabila iman kuat, insyaallah remaja akan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang harus dijauhi, meskipun berbagai pengaruh negatif terus bermunculan,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang sehat.
“Carilah sahabat yang mengajak kepada kebaikan, rajin beribadah, giat belajar, serta saling mengingatkan dalam kebenaran. Lingkungan yang baik akan membawa kita kepada masa depan yang baik pula,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Suparno mengajak para pelajar memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijaksana.
“Media digital hendaknya digunakan untuk belajar, berdakwah, dan mengembangkan prestasi. Jangan sampai justru menjadi pintu masuk bagi konten negatif yang merusak akhlak dan masa depan generasi muda,” ungkapnya.
Menutup penyampaiannya, ia mengajak seluruh peserta menjadi generasi muda yang berpegang teguh pada nilai Islam, berakhlakul karimah, cinta ilmu, dan cinta tanah air.
“Jadilah generasi yang sehat jasmani dan rohani, berprestasi, menghormati orang tua dan guru, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Tahmid












