Slawi, Warta NU Tegal
Dua santri SMP Islam Terpadu Al Azhar Lebaksiu, lembaga pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Al Rizqi Babakan berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panahan Tingkat Kabupaten/Kota Tegal 2026 Divisi Tegalan Traditional Archery yang digelar di Slawi, Ahad (3/5/2026). Ajang tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal.
Dalam kejuaraan tersebut, santri bernama Ahmad Abdul Rofiq berhasil meraih Juara 1 kategori putra, sedangkan Miladia Musafaroh memperoleh Juara 2 kategori putri. Prestasi itu sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan berbasis pesantren mampu melahirkan generasi yang unggul tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga olahraga dan pengembangan bakat.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Rizqi Babakan sekaligus Kepala SMP IT Al Azhar Lebaksiu, Gus Fikri mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih para santri dalam ajang Kejurda Panahan tersebut.
“Alhamdulillah kami bersyukur atas prestasi yang diraih anak-anak. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah, pesantren, dan keluarga besar santri,” ujarnya.
Menurut Gus Fikri, keberhasilan tersebut lahir dari proses panjang yang dijalani para santri melalui latihan rutin, kedisiplinan, dan semangat belajar yang terus dijaga.
“Prestasi tidak datang secara instan, tetapi melalui proses latihan, kesungguhan, dan kedisiplinan yang terus dibangun setiap hari,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan di lingkungan pesantren tidak hanya berfokus pada akademik dan ilmu agama, tetapi juga memberi ruang bagi pengembangan minat dan bakat para santri.
“Kami ingin santri berkembang secara utuh, baik dalam ilmu agama, akademik, maupun keterampilan dan olahraga,” tuturnya.
Menurutnya, olahraga panahan juga memiliki nilai pendidikan karakter yang penting, seperti melatih kesabaran, fokus, dan sportivitas.
“Yang paling penting bukan hanya soal juara, tetapi terbentuknya mental tangguh, karakter disiplin, dan sportivitas anak-anak,” ungkapnya.

Gus Fikri berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi santri lain untuk terus percaya diri dan berani mengikuti berbagai kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
“Mudah-mudahan prestasi ini menjadi penyemangat bagi santri lain untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa pesantren harus mampu menjadi ruang lahirnya generasi muda yang berprestasi sekaligus tetap menjaga akhlakul karimah.
“Santri harus mampu menjadi generasi yang unggul, berprestasi, dan tetap menjunjung nilai-nilai akhlak serta adab dalam kehidupan,” pungkasnya.
Sementara itu, pelatih panahan, Aufa mengapresiasi kerja keras kedua atlet muda tersebut selama menjalani persiapan menghadapi kejuaraan.
“Anak-anak menunjukkan semangat latihan yang luar biasa dan konsisten selama proses persiapan pertandingan,” ujarnya.
Menurutnya, konsistensi dan disiplin menjadi faktor utama dalam menghadapi kompetisi olahraga, khususnya panahan tradisional.
“Dalam olahraga panahan, fokus dan konsistensi latihan menjadi kunci utama untuk mendapatkan hasil terbaik,” katanya.
Ia berharap olahraga panahan tradisional semakin diminati oleh kalangan pelajar, termasuk para santri di lingkungan pesantren.
“Kami ingin panahan tradisional semakin berkembang dan diminati generasi muda karena memiliki nilai olahraga sekaligus budaya,” tuturnya.
Aufa optimistis lingkungan pesantren memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet-atlet panahan yang berprestasi di masa mendatang.
“Mudah-mudahan dari pesantren akan lahir atlet-atlet muda yang mampu berprestasi hingga tingkat provinsi bahkan nasional,” tandasnya.
Prestasi yang diraih santri SMP IT Al Azhar Lebaksiu tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi nahdliyin yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama dan akhlakul karimah, tetapi juga unggul dalam bidang olahraga, disiplin, serta siap bersaing secara positif di tengah perkembangan zaman.
Editor : Tahmid












