lapsus  

Rencana Relokasi Korban Tanah Bergerak Padasari Mengarah ke Selatan Ponpes Al Adalah 2 Capar

Avatar photo
Peta rencana relokasi Desa Padasari.

Jatinegara. Warta NU Tegal

Rencana relokasi warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, mulai menemukan titik terang. Informasi sementara menyebutkan bahwa lokasi relokasi diarahkan ke wilayah selatan Pondok Pesantren Al Adalah 2 Capar

Lokasi tersebut berada di sekitar area jembatan dan direncanakan menggunakan lahan Perhutani, bukan lahan milik warga. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan penting agar proses relokasi tidak menimbulkan persoalan baru terkait kepemilikan tanah.

Keterangan tersebut disampaikan Wakil Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Jatinegara, Sahabat Puji Arifin, dalam keterangannya kepada Warta NU Tegal, Rabu (11/2/2026).

Berdasarkan peta rencana kawasan yang beredar, lokasi relokasi dirancang dengan pembagian blok hunian, zona hijau penyangga, serta batas alam berupa sungai dan lereng untuk mengurangi risiko bencana lanjutan.

Meski demikian, Sahabat Puji Arifin menegaskan bahwa lokasi tersebut masih bersifat informasi awal dan belum dapat dipastikan final sebelum ada keputusan resmi dari pemerintah dan hasil kajian teknis.

“Informasi yang kami terima, lokasi relokasi itu berada di selatan Pondok Pesantren Al Adalah 2 Capar, tepatnya di sekitar jembatan. Namun sampai hari ini kami belum tahu apakah itu sudah benar-benar ditetapkan atau belum,” ujar Sahabat Puji Arifin.

Ia menjelaskan bahwa penentuan lokasi relokasi harus melalui tahapan yang matang, melibatkan berbagai pihak yang berkompeten di bidang kebencanaan dan tata ruang.

“Relokasi ini tidak bisa asal menunjuk tempat. Harus ada kajian teknis terkait kondisi tanah, kontur, serta faktor keamanan jangka panjang bagi warga,” ungkapnya.

Menurutnya, peta rencana yang beredar saat ini dapat menjadi gambaran awal, namun masih memerlukan verifikasi lapangan dan rekomendasi resmi dari instansi terkait.

Baca Lainnya  Longsor Tutup Akses Bojong–Batunyana, Warga Diminta Waspada

“Kita berharap lokasi yang dipilih benar-benar aman dan layak huni. Jangan sampai relokasi justru memindahkan warga ke wilayah yang berpotensi bermasalah di kemudian hari,” katanya.

Sahabat Puji Arifin menambahkan bahwa PAC GP Ansor Kecamatan Jatinegara siap berperan aktif dalam mengawal proses relokasi, terutama dalam pendampingan sosial kepada warga terdampak.

“Kami dari Ansor siap membantu, baik dalam pendataan, sosialisasi, maupun pendampingan warga, agar proses relokasi berjalan dengan baik dan manusiawi,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kebingungan maupun spekulasi di tengah situasi darurat.

“Warga perlu diberi penjelasan secara terbuka. Kalau memang belum final, ya disampaikan apa adanya, supaya tidak menimbulkan harapan yang keliru,” tambahnya.

Pantauan Warta NU Tegal mencatat, hingga kini warga terdampak bencana tanah bergerak Padasari masih bertahan di sejumlah titik pengungsian sambil menunggu kepastian hunian sementara maupun hunian tetap.

Peta rencana relokasi yang mencantumkan pembagian blok hunian, zona hijau, serta area penyangga sungai menunjukkan adanya upaya perencanaan yang lebih terstruktur dan berorientasi pada mitigasi bencana.

Sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan NU, serta elemen kepemudaan seperti GP Ansor diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan pascabencana secara aman dan berkelanjutan.

Editor : Tahmid
Kontributor: Puji Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *