Warta  

Halal Bihalal BADKO LPQ Margasari: Perkuat Sinergi, Tingkatkan Mutu Lembaga, dan Teguhkan Spirit Qur’ani

Avatar photo
Pengurus Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) Kecamatan Margasari melaksanakan foto bersama dalam kegiatan Halal bihalal yang diselenggarakan di Gedung Guru Margasari pada Ahad (5/4/2026).

Margasari, Warta NU Tegal

Suasana hangat penuh ukhuwah mewarnai kegiatan Halal bihalal Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (BADKO LPQ) Kecamatan Margasari yang digelar pada Ahad, (5/4/2026) di Gedung Guru Margasari. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen dalam membina generasi Qur’ani.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus Badko LPQ, para guru TPQ, serta sejumlah tokoh penting, di antaranya Sekcam Margasari, Kepala KUA Margasari, dan Sekretaris Umum Badko LPQ Kabupaten Tegal.

Momentum Halal bihalal ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan pasca-Idulfitri, tetapi juga ruang refleksi bersama untuk meningkatkan kualitas lembaga pendidikan Al-Qur’an agar semakin berdaya dan berkontribusi bagi umat.

Ketua BADKO LPQ Kecamatan Margasari, Ustadz Darto, dalam sambutannya menegaskan bahwa BADKO LPQ memiliki peran strategis dalam membina dan mengembangkan lembaga pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Melalui momentum Halal bihalal ini, mari kita tingkatkan semangat kebersamaan, keikhlasan, dan komitmen dalam mendidik generasi Qur’ani yang berakhlak mulia,” ujarnya.

Ia juga berharap sinergi antara pengurus, tenaga pendidik, dan masyarakat terus terjalin dengan baik demi kemajuan LPQ di wilayah Margasari.

“Dengan kebersamaan yang kuat, LPQ akan mampu menjadi wadah pendidikan yang lebih maju, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi umat,” lanjutnya.

Darto turut menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan bagi guru TPQ agar kompetensi mereka semakin meningkat.

“Peningkatan SDM guru TPQ menjadi kunci utama dalam menciptakan pembelajaran Al-Qur’an yang efektif dan berdaya saing,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan seluruh lembaga TPQ untuk mulai tertib administrasi sebagai persiapan menghadapi akreditasi lembaga.

“Administrasi yang baik akan menjadi fondasi penting dalam proses akreditasi dan peningkatan mutu lembaga,” imbuhnya.

Baca Lainnya  Ribuan Kader NU Surokidul Pagerbarang Ikuti Kirab Harlah ke-103, Teguhkan Khidmah dan Aswaja

Dalam kesempatan tersebut, BADKO LPQ Kecamatan Margasari juga memberikan penghargaan kepada santri berprestasi yang meraih peringkat pertama dalam ujian tiap metode.

“Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi para santri untuk terus berprestasi dalam belajar Al-Qur’an,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum BADKO LPQ Kabupaten Tegal, H. Salafudin Yusuf, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Halalbihalal di tingkat kecamatan yang dinilainya sangat positif.

“Kami mengapresiasi BADKO LPQ Kecamatan Margasari yang telah menyelenggarakan Halal bihalal ini dengan baik sebagai sarana memperkuat ukhuwah dan koordinasi,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kejujuran dan keterbukaan dalam proses pengusulan hibah bagi lembaga TPQ.

“Data yang diajukan harus benar-benar valid, terutama terkait jumlah guru dan santri yang idealnya sesuai dengan rasio 1 banding 15,” jelasnya.

Menurutnya, transparansi dalam pengelolaan data akan sangat menentukan keberhasilan program bantuan yang diberikan.

“Kejujuran adalah kunci agar program hibah dapat tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh lembaga,” tegasnya.

Salafudin juga mengingatkan bahwa pada tahun 2026 akan dilaksanakan verifikasi akreditasi bagi TPQ.

“Seluruh lembaga diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik agar mampu memenuhi standar akreditasi yang ditetapkan,” katanya.

Ia berharap seluruh pengurus dan pengelola LPQ dapat bersinergi dalam meningkatkan kualitas lembaga secara berkelanjutan.

“Dengan sinergi yang kuat, kita optimis LPQ di Kabupaten Tegal akan semakin maju dan berkualitas,” pungkasnya.

Dalam sesi tausiyah, Ustadz Suharjo, mengajak jamaah untuk memaknai Idulfitri secara lebih mendalam sebagai momentum kembali kepada fitrah.

“Idulfitri bukan sekadar perayaan dengan pakaian baru atau hidangan melimpah, tetapi momentum kembali kepada kesucian jiwa,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa Idulfitri mengandung makna kembali kepada keadaan suci setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Baca Lainnya  Wujudkan Khidmah Kemanusiaan, Ranting Muslimat-Fatayat Rembul Tegal Sukses Jaring Puluhan Kantong Darah

“Setelah menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu, kita diharapkan menjadi pribadi yang lebih sabar, ikhlas, dan bertakwa,” lanjutnya.

Ustadz Suharjo juga mengingatkan bahwa bulan Syawal memiliki makna peningkatan dalam kualitas ibadah.

“Amal ibadah yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan seharusnya tidak berhenti, tetapi justru meningkat di bulan Syawal dan seterusnya,” jelasnya.

Ia mengutip hadis Rasulullah SAW tentang keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal.

“Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa setahun penuh,” paparnya.

Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa Syawal adalah momentum menjaga konsistensi ibadah.

“Syawal mengajarkan kita untuk istiqamah dalam beribadah dan terus meningkatkan kualitas diri,” tegasnya.

Menutup tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Halalbihalal sebagai awal memperbaiki diri dan mempererat ukhuwah.

“Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT,” pesannya.

Editor : Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *