lapsus  

PCNU Kabupaten Tegal H Ahmad Syaiful Bahri: MWCNU Jatinegara Jadi Role Model, Klinik Pratama NU Bukti Kekompakan dan Khidmah Nyata

Avatar photo
Sekretaris PCNU Kabupaten Tegal, H. Ahmad Saiful Bahri, menyampaikan sambutan pada acara Pelantikan Pengurus MWCNU Kecamatan Jatinegara sekaligus Peringatan Harlah Klinik Pratama NU Kecamatan Jatinegara yang digelar di halaman Klinik Pratama NU MWCNU Jatinegara, pada Ahad, (12/4/2026).

Jatinegara, Warta NU Tegal

Momentum pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jatinegara masa khidmat 2026–2031 yang dirangkaikan dengan Harlah Klinik Pratama NU berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, Ahad (12/4/2026), di halaman Klinik Pratama NU Jatinegara.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni pelantikan, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi organisasi serta penguatan khidmah Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat.

Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pengurus PCNU Kabupaten Tegal, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan peran NU di tingkat kecamatan.

Sekretaris PCNU Kabupaten Tegal, H Ahmad Saiful Bahri, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf dari jajaran pimpinan PCNU yang berhalangan hadir.

“Pertama, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dari Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tegal yang tidak bisa hadir langsung pada kesempatan ini,” ujarnya.

“Romo Kiai Nawawi Azhari hari ini bertolak ke Lirboyo untuk mengantarkan putranya, sementara Ketua Tanfidziyah tengah mempersiapkan keberangkatan ke Tanah Suci,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan salam hangat dari para pimpinan PCNU Kabupaten Tegal kepada seluruh warga Nahdliyin Kecamatan Jatinegara.

“Kami titip salam dari beliau semua, semoga seluruh rangkaian kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa MWCNU Jatinegara menjadi yang pertama dalam proses administrasi kepengurusan hingga pelantikan secara resmi.

“MWCNU Jatinegara ini menjadi satu-satunya yang pertama kali mengajukan SK sekaligus pelantikan. Ini luar biasa,” katanya.

“Saya sampaikan sejak awal, jika rekomendasi PWNU belum terbit, maka SK tidak akan kami keluarkan. Namun alhamdulillah, komunikasi berjalan baik hingga rekomendasi turun tepat waktu,” jelasnya.

“Bahkan sore hari rekomendasi terbit, malam harinya kami langsung berkoordinasi sehingga SK bisa segera disahkan,” tambahnya.

Baca Lainnya  Longsor Landa Jalur Letter S Gantungan Jatinegara, Warga Diminta Waspada

Ia pun secara resmi menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya kepengurusan baru MWCNU Jatinegara.

“PCNU Kabupaten Tegal mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan MWCNU Jatinegara masa khidmat 2026–2031,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa MWCNU Jatinegara telah menjadi salah satu role model di Kabupaten Tegal.

“Satu hal yang ingin kami sampaikan, MWCNU Jatinegara menjadi salah satu role model MWCNU di Kabupaten Tegal,” tegasnya.

“Fakta menunjukkan bahwa ini satu-satunya MWCNU yang mampu mendirikan Klinik Pratama NU,” lanjutnya disambut tepuk tangan hadirin.

Ia berharap capaian tersebut dapat ditularkan kepada MWCNU lainnya di Kabupaten Tegal.

“Kami berharap ke depan bisa bekerja sama dengan BPJS dan menjadi inspirasi bagi MWCNU lain,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya karena figur ketua, tetapi karena kerja kolektif seluruh pengurus.

“Ini bukan hanya karena Mas Ramdon semata, tetapi karena sistem kolektif-kolegial yang berjalan dengan baik,” katanya.

“Di sini terlihat jelas bahwa yang bekerja bukan hanya ketua, tetapi seluruh pengurus bergerak bersama,” imbuhnya.

Ia juga membandingkan dengan kondisi di beberapa MWCNU lain yang belum optimal dalam kerja kolektif.

“Ada MWCNU yang berjalan hanya ketuanya saja, sementara pengurus lainnya kurang aktif. Di Jatinegara ini justru sebaliknya, sangat kompak,” jelasnya.

Dengan kekompakan tersebut, ia optimistis MWCNU Jatinegara akan semakin berkembang ke depan.

“Saya yakin dan optimistis Jatinegara bisa lebih hebat lagi dan menjadi contoh bagi MWCNU lainnya,” tegasnya.

Namun demikian, ia juga mengingatkan adanya pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

“Setelah ini masih ada PR besar, yaitu menyelesaikan kewajiban atau utang yang ada,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa ke depan akan ada dukungan tambahan dari pemerintah daerah.

Baca Lainnya  Banser Kabupaten Tegal Terus Bergerak, Evakuasi Barang Warga Padasari

“Tahun ini, insyaallah ada hibah ambulans dari pemerintah daerah untuk MWCNU, termasuk Jatinegara,” ungkapnya.

Menurutnya, fasilitas tersebut harus dimanfaatkan untuk pelayanan masyarakat secara maksimal.

“Ini menjadi bagian dari khidmah kita kepada masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan program Koin NU sebagai penopang operasional organisasi.

“Salah satu yang menjaga mobilitas dan operasional adalah Koin NU, dan ini harus terus diperkuat,” ujarnya.

Ia mencontohkan keberhasilan MWCNU lain dalam mengelola Koin NU secara maksimal.

“Di Dukuhwaru, Koin NU bisa mencapai puluhan juta per bulan, bahkan hingga membeli mobil operasional,” katanya.

Melihat potensi yang ada, ia optimistis Jatinegara mampu mencapai hasil yang lebih besar.

“Dengan jumlah ranting yang lebih banyak, potensi di Jatinegara bisa jauh lebih besar jika dikelola dengan baik,” tegasnya.

Ia juga mendorong optimalisasi peran badan otonom NU dalam mendukung program organisasi.

“Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU harus diberdayakan secara maksimal agar gerakan organisasi semakin kuat,” pesannya.

Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh pengurus untuk terus menjaga kekompakan dan semangat khidmah.

“Dengan kebersamaan dan kerja tim yang solid, insyaallah MWCNU Jatinegara akan semakin berkibar dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *