lapsus  

Basith Wahib: Klinik NU Maju Bukan Karena Gedung, tapi Semangat, Komitmen, dan Kebersamaan Pengurus

Avatar photo
Ketua PC LPBINU Cilacap sekaligus Direktur Klinik NU Az Zahra Husada Cilacap, Basith Wahib, menyampaikan motivasi dalam acara Pelantikan Pengurus MWCNU Kecamatan Jatinegara yang dirangkaikan dengan Peringatan Harlah Klinik Pratama NU Kecamatan Jatinegara. Kegiatan tersebut digelar di halaman Klinik Pratama NU MWCNU Jatinegara pada Ahad, (12/4/2026).

Jatinegara, Warta NU Tegal

Peringatan Harlah Klinik Pratama NU Jatinegara yang dirangkai dengan Pelantikan Pengurus MWC NU Jatinegara Masa Bhakti 2026–2031 pada Ahad (12/4/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung di halaman Klinik Pratama NU Jatinegara tersebut, panitia menghadirkan Ketua PC LPBINU Cilacap sekaligus Direktur Klinik NU Az Zahra Husada Cilacap, Basith Wahib, sebagai narasumber motivasi.

Kehadiran Basith Wahib memberikan suntikan semangat bagi seluruh pengurus MWCNU Jatinegara untuk terus mengembangkan layanan kesehatan berbasis jam’iyah yang mandiri, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah klinik NU tidak semata ditentukan oleh fasilitas, melainkan oleh semangat, komitmen, dan kebersamaan para pengurusnya.

“Saya datang ke sini karena kedekatan saya dengan Pak Romdon. Bagi saya, Tegal itu istimewa, semangat orang-orangnya luar biasa,” ujarnya.

“Saya ini seperti sedang lomba pidato, yang lihat banyak tokoh. Tapi saya tetap semangat karena ini forum NU yang penuh keberkahan,” lanjutnya.

“Saya ucapkan selamat kepada pengurus MWCNU yang baru dilantik. Ini bukan akhir, tapi awal dari amanah besar yang tidak mudah,” katanya.

“Saya teringat pesan Abuya KH Said Aqil Siroj, bahwa kita ini biasa bagi yang tidak mengenal, menarik bagi yang memahami, dicintai bagi yang sayang, dan menjengkelkan bagi yang iri,” ungkapnya.

“Karena itu, jangan sibuk menyenangkan manusia. Carilah ridha Allah, itu yang pasti tercapai,” tegasnya.

“Saya pertama kali dihubungi Pak Romdon tahun 2023, beliau ingin belajar bagaimana membangun klinik NU,” kenangnya.

“Saya bilang, membangun klinik NU itu modalnya bukan uang, tapi semangat, komitmen, dan kebersamaan,” ujarnya.

“Harus ada orang ‘nekat’ dalam arti positif. Kalau tidak, tidak akan jadi,” tambahnya.

Baca Lainnya  Data Tanah Bergerak di Desa Kajen Lebaksiu, Sejumlah Rumah Terdampak

“Alhamdulillah, tidak sampai satu tahun, klinik ini sudah berdiri dan bahkan sudah terakreditasi paripurna. Ini luar biasa,” katanya disambut tepuk tangan.

“Saya ini asesor nasional, saya tahu betul tidak mudah mencapai akreditasi itu,” tegasnya.

“Walaupun sekarang masih layanan rawat jalan, jangan kecil hati. Semua yang besar dimulai dari yang kecil,” ujarnya.

“Tidak harus jadi yang terhebat, cukup jadi yang bermanfaat. Khairunnas anfa’uhum linnas,” imbuhnya.

“Klinik saya di Cilacap dulu jauh lebih kecil dari ini, tapi sekarang berkembang pesat karena semangat pengurusnya,” katanya.

“Sekarang kami melayani vaksinasi haji dan umrah, itu salah satu sumber pemasukan besar,” jelasnya.

“Saya pernah beli 1.000 vaksin influenza, dalam sebulan habis. Itu keuntungan luar biasa untuk operasional klinik,” paparnya.

“Marketing itu penting. Kita harus jemput bola, tidak bisa menunggu pasien datang,” tegasnya.

“Saya keliling ranting, mengadakan pengobatan gratis, cek kesehatan, bahkan sunatan gratis,” ujarnya.

“Kalau ingin hasil spektakuler, tidak cukup dengan cara biasa. Harus ada cara luar biasa,” katanya.

“Klinik NU harus berani inovatif, jangan hanya normatif,” tambahnya.

“Saya juga ‘mendekati’ semua biro travel umrah agar vaksinasi dilakukan di klinik kami,” ungkapnya.

“Itu strategi. Kita harus pintar membaca peluang,” lanjutnya.

“Kalau BPJS sudah masuk, itu ‘roti’ utama klinik. Di situlah keberlangsungan terjaga,” tegasnya.

“Kalau warga NU pindah layanan BPJS ke klinik NU, itu kontribusi luar biasa setiap bulan,” katanya.

“Target minimal 5.000 peserta BPJS agar klinik bisa stabil secara finansial,” jelasnya.

“Kalau pasien hanya 10 per hari, itu belum sehat. Klinik harus ramai agar bisa berkembang,” ujarnya.

“Jangan takut besar. Justru kita harus punya mimpi besar untuk umat,” tambahnya.

Baca Lainnya  PRNU Sitail dan Banom Menyusuri Lokasi Bencana Tanah Bergerak Padasari Usai Salurkan Donasi

“Tegal ini luar biasa, pemimpinnya NU semua, potensinya besar,” katanya.

“Tinggal bagaimana kita mengelola potensi itu dengan baik,” lanjutnya.

“NU itu kuat kalau solid. Kalau kompak, pasti maju,” tegasnya.

“Saya yakin MWCNU Jatinegara bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ujarnya.

“Semangat gotong royong harus terus dijaga,” pesannya.

“Klinik NU ini bukan hanya soal kesehatan, tapi bagian dari khidmah kepada umat,” katanya.

“Jangan pernah lelah berjuang. Karena yang kita lakukan ini adalah ibadah,” imbuhnya.

“Kalau kita ikhlas, Allah pasti mudahkan jalan kita,” pungkasnya.

Editor : Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *