Jatinegara, Warta NU Tegal
Momentum Harlah Klinik Pratama NU Jatinegara yang dirangkai dengan Pelantikan Pengurus MWC NU Kecamatan Jatinegara Masa Khidmat 2026–2031 berlangsung khidmat dan semangat kebersamaan, Ahad (12/4/2026) di halaman Klinik Pratama NU Jatinegara.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur penting, termasuk perwakilan Pemerintah Kabupaten Tegal yang diwakili oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Tegal, Endro Nor Susilo.
Dalam sambutannya, Endro Nor Susilo menyampaikan berbagai pesan penting, baik yang bersifat reflektif maupun strategis untuk penguatan kolaborasi ke depan.
“Langsung mandi cepat-cepat, waduh nyandak apa ora, akhirnya saya bingung kostumnya apa. Saya cari yang hitam, ternyata hitam semua ya, tapi saya hitamnya sudah pudar,” ujarnya dengan nada ringan membuka sambutan.
“Alhamdulillah saya bisa sampai di sini, karena sedikit macet tadi. Kan efisiensi mobil, tidak boleh plat merah dibawa ke mana-mana, saya tadi ambil ke pemda dulu,” lanjutnya.
“Di pemda banyak orang jualan, metune angel banget, tapi Alhamdulillah karena niat saya baik untuk silaturahim di sini, bisa lancar hadir sesuai undangan Bupati,” katanya.
“Saya dapat amanah hadir mewakili Bupati, dan Alhamdulillah jam 11 kurang 5 menit sudah sampai di lokasi ini,” imbuhnya.
“Ini ada WhatsApp sedikit dari Bapak Bupati. Beliau menyampaikan selamat kepada pengurus MWCNU yang baru dilantik,” ungkapnya.
“Semoga amanah dan tanggung jawab ini dapat dijalankan dengan baik dan menjadi berkah bagi umat,” lanjutnya menyampaikan pesan Bupati.
“Kemudian juga hari ini harlah Klinik Pratama NU, ini contoh nyata komitmen NU dalam meningkatkan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
“Saya berharap klinik ini dapat menjadi pusat layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat,” tambahnya.
“Tadi sudah banyak disampaikan oleh direktur klinik, tinggal kita bagaimana bersama-sama untuk membesarkan klinik ini,” ujarnya.
“Klinik ini besar kalau organisasinya besar, dan organisasi besar itu dibesarkan oleh kita semua,” tegasnya.
“Kita harus semangat bagaimana cara membesarkannya, dan Alhamdulillah ini semangat ke-NU-an luar biasa,” lanjutnya.
“Saya mantan camat Lebaksiu, jadi kenalnya MWCNU Lebaksiu dan Jatinegara, tapi sekarang Alhamdulillah bisa keliling se-Kabupaten Tegal,” ungkapnya.
“Kalau PCNU-nya Insyaallah sudah hafal, tinggal berkenalan dengan MWCNU-MWCNU lainnya,” katanya.
“Syukur-syukur bisa nyalon Bupati, ya tidak apa-apa,” candanya yang disambut tawa hadirin.
“Alhamdulillah saya sudah punya Kartanu, bahkan dulu saat jadi camat, setiap kegiatan NU saya selalu hadir,” jelasnya.
“Pokoke angger NU, camatnya mesti teko. Itu komitmen saya waktu itu,” imbuhnya.
“Mari kita jaga semangat ini, karena sinergi antara NU dan pemerintah sangat dibutuhkan,” tegasnya.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan organisasi seperti NU,” lanjutnya.
“Banyak program pemerintah yang tidak mungkin berjalan tanpa keterlibatan masyarakat dan ormas,” katanya.
“Termasuk program hibah seperti ambulans untuk MWCNU, itu juga kami proses melalui bagian Kesra,” jelasnya.
“Sekarang mekanisme hibah harus lebih hati-hati, ada aturan dari KPK yang harus dipatuhi,” tegasnya.
“Semua harus sesuai dapil dan prosedur, supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tambahnya.
“Maka mari kita bersama-sama menjaga sinergi ini agar tetap berjalan dengan baik dan membawa manfaat,” pungkasnya.
Editor : Tahmid












