Warta  

Panitia FASI IX BADKO LPQ Kabupaten Tegal Matangkan Persiapan, Tekankan Efektivitas Acara dan Profesionalitas Penjurian

Avatar photo
Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) IX tahun 2026, BADKO LPQ Kabupaten Tegal menggelar rapat koordinasi panitia pada Selasa, (14/4/2026), bertempat di Gedung Sekretariat BADKO LPQ Kabupaten Tegal.

Slawi, Warta NU Tegal

Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) IX, BADKO LPQ Kabupaten Tegal menggelar rapat koordinasi panitia pada Selasa (14/4/2026) di Gedung Sekretariat BADKO LPQ Kabupaten Tegal.

Kegiatan ini dihadiri seluruh panitia FASI IX sebagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan teknis, administrasi, hingga koordinasi lintas bidang demi suksesnya pelaksanaan kegiatan tingkat kabupaten tersebut.

Rapat berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif dari jajaran pengurus, panitia guna menyempurnakan konsep pelaksanaan FASI agar lebih efektif, tertib, dan berkualitas.

Ketua BADKO LPQ Kabupaten Tegal, KH Khairul Amin, menegaskan pentingnya keseriusan seluruh elemen dalam menyukseskan FASI.

“Sukseskan FASI mulai dari tingkat kecamatan, karena itu menjadi pondasi utama keberhasilan di tingkat kabupaten,” ujarnya.

Ia juga menekankan perlunya penguatan peran masing-masing kecamatan dalam menyiapkan kafilah terbaik.

“Setiap kecamatan harus benar-benar menyiapkan kontingennya dengan baik dan maksimal,” tegasnya.

Menurutnya, profesionalitas dewan hakim menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas lomba.

“Dewan juri harus profesional dan objektif, karena juara satu akan langsung maju ke tingkat nasional tanpa penilaian ulang,” katanya.

Ia mengingatkan agar perencanaan anggaran dilakukan secara cermat dan berkelanjutan.

“Anggaran harus terus dicek, jangan sampai ada kekurangan yang menghambat pelaksanaan,” pesannya.

KH Khairul Amin juga menyoroti pentingnya sinergi antara BADKO dan lembaga lain seperti RTQ.

“BADKO tidak hanya membawahi TPQ, tetapi juga RTQ, sehingga perlu sinergi yang kuat,” ungkapnya.

Ia berharap tidak ada kesan berjalan sendiri-sendiri dalam pengelolaan lembaga.

“Jangan sampai RTQ berjalan sendiri, harus ada koordinasi yang jelas dengan BADKO,” tambahnya.

Menutup arahannya, ia menegaskan pentingnya tanggung jawab pengurus di tingkat kecamatan.

“Ketua BADKO kecamatan harus bertanggung jawab terhadap RTQ di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya.

Baca Lainnya  Gerak Cepat PRNU Lebaksiu Galang Donasi “NU Peduli” untuk Korban Tanah Bergerak

Sementara itu, Sekretaris BADKO LPQ Kabupaten Tegal, H. Salafudin Yusuf, memaparkan berbagai teknis pelaksanaan FASI yang perlu diperhatikan.

“Kita harus benar-benar menyukseskan FASI IX BADKO LPQ Kabupaten Tegal dengan perencanaan matang,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya pengaturan defile atau parade peserta agar berjalan efektif.

“Perlu ada pembatasan jumlah peserta defile dari masing-masing kecamatan agar tidak memakan waktu,” jelasnya.

Menurutnya, waktu pelaksanaan harus menjadi perhatian utama dalam menyusun konsep acara.

“Kita harus mempertimbangkan waktu, karena pelepasan kafilah dari kecamatan juga memakan waktu,” katanya.

Selain itu, ia memaparkan rancangan rundown acara yang lebih efektif dan efisien.

“Registrasi dimulai pukul 07.30 hingga 08.00, kemudian acara pembukaan dimulai pukul 08.00,” paparnya.

Dalam sela pembukaan, cabang lomba tertentu bisa langsung dimulai.

“Lomba seperti kaligrafi dan menggambar bisa dimulai lebih awal karena membutuhkan waktu lama,” tambahnya.

Ia berharap pelaksanaan FASI tahun ini tidak berlangsung hingga terlalu malam.

“Target kita kegiatan selesai maksimal pukul 16.00 agar lebih efektif,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh panitia untuk terus melakukan evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya.

“Evaluasi FASI tahun-tahun sebelumnya harus menjadi bahan perbaikan tahun ini,” pungkasnya.

Ketua Panitia FASI IX, H. Samlawi, menjelaskan pembagian tugas masing-masing bidang dalam kepanitiaan.

“Setiap bidang harus memahami tugas dan fungsinya masing-masing agar kegiatan berjalan lancar,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa bidang perlombaan memiliki peran penting dalam penyusunan teknis lomba.

“Bidang perlombaan bertugas menyusun juknis, materi, dan kriteria penilaian,” jelasnya.

Untuk kesiapan sarana, bidang perlengkapan harus bekerja maksimal.

“Perlengkapan harus memastikan kesiapan tenda, sound system, dan fasilitas lainnya,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya publikasi kegiatan saat pelaksanaan.

“Bidang humas dan publikasi harus aktif menyebarluaskan informasi kegiatan,” tuturnya.

Baca Lainnya  Pagarnusa Bojong Tegal Buka Rekrutmen 2026, Meneguhkan Silat Aswaja dan Kaderisasi Nahdlatul Ulama

Untuk konsumsi dan keamanan, ia meminta perhatian khusus dari panitia.

“Konsumsi dan keamanan harus terkoordinasi dengan baik demi kenyamanan peserta,” tegasnya.

Menutup penjelasannya, ia menekankan pentingnya koordinasi lintas bidang.

“Koordinasi antarbidang harus berjalan baik agar seluruh rangkaian acara sukses,” pungkasnya.

Koordinator Dewan Hakim, Hj. Faiqoh, menyampaikan pentingnya kesepakatan dalam teknis penjurian.

“Penjurian harus disepakati bersama agar tidak menimbulkan perbedaan persepsi,” ujarnya.

Ia memaparkan beberapa cabang lomba yang akan dilombakan.

“Cabang lomba meliputi tartil, adzan, peragaan shalat, hingga cerdas cermat Al-Qur’an,” jelasnya.

Ia juga menegaskan perlunya pemisahan kategori lomba sesuai jenjang peserta.

“Perlu pemisahan lomba antara TPQ, TQA, dan kategori lainnya,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya netralitas dewan hakim.

“Dewan hakim harus menjaga netralitas dan profesionalitas dalam menilai,” tegasnya.

Menutup arahannya, ia berharap hasil lomba benar-benar mencerminkan kualitas peserta.

“Hasil penilaian harus objektif agar menghasilkan juara yang berkualitas,” pungkasnya.

Editor : Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *