lapsus  

PKD V GP Ansor Tarub Ajang Konsolidasi Kader dan Penguatan Arah Gerakan Organisasi

Avatar photo
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal, Sahabat M. Abdul Basir, dalam sambutannya pada kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) V Tahun 2026, yang berlangsung di MI Nurul Huda Setu, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, pada Sabtu (20/6/2026).

Tarub, Warta NU Tegal

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tarub kembali meneguhkan komitmennya dalam mencetak kader-kader muda Nahdlatul Ulama yang militan, berintegritas, dan siap mengabdi untuk umat melalui kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) V Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di MI Nurul Huda Setu, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Sabtu (20/6/2026).

PKD yang menjadi jenjang kaderisasi formal pertama di tubuh GP Ansor tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai ranting dan wilayah di Kecamatan Tarub. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Tarub, Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Tarub, unsur Forkopimcam, badan otonom NU, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Tarub, Kepala MI Nurul Huda Setu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal, instruktur kaderisasi, serta jajaran pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Tarub.

Mengusung semangat kaderisasi dan penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, PKD V diharapkan mampu melahirkan kader Ansor yang tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menjawab tantangan sosial, keagamaan, dan kebangsaan di tengah masyarakat.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal, Sahabat M. Abdul Basir, dalam sambutannya menegaskan bahwa Ansor merupakan organisasi kader yang harus terus bergerak dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ansor adalah organisasi yang bergerak. Maka ukuran keberhasilan seorang kader bukan hanya seberapa lama ia berorganisasi, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada umat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

Menurut Abdul Basir, kader Ansor harus memahami bahwa proses kaderisasi merupakan ikhtiar membentuk karakter dan mental pengabdian, bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif organisasi.

“PKD bukan hanya kegiatan seremonial atau formalitas. Ini adalah ruang pembentukan jati diri kader agar memiliki komitmen yang kuat terhadap perjuangan ulama dan jam’iyah Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Baca Lainnya  Spirit Learning Recovery di Tengah Bencana, Santri Pesantren Al Adalah Padasari Bangkit Menata Harapan

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kemurnian niat dalam berkhidmat di Ansor dan NU.

“Jangan sampai sahabat-sahabat masuk ke dalam barisan Ansor atau membawa nama besar NU hanya untuk kepentingan sesaat, apalagi sekadar menumpang demi kepentingan politik praktis maupun kepentingan pribadi,” katanya.

Basir menilai bahwa kader Ansor harus hadir sebagai solusi bagi persoalan masyarakat dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

“Ansor harus mampu menjadi pelopor dalam menjaga persatuan, merawat tradisi keagamaan, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” lanjutnya.

Menutup arahannya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan proses kaderisasi sebagai jalan ibadah dan pengabdian kepada para ulama.

“Jika niat kalian adalah untuk memberi manfaat, menjaga ulama, merawat tradisi NU, dan mengabdi kepada umat, maka insyaallah setiap langkah dan khidmat yang dilakukan akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Tarub, Ustadz Abdul Ghofir, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya PKD V sebagai bagian dari upaya regenerasi kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Kami menyambut baik pelaksanaan PKD ini karena kaderisasi merupakan ruh keberlangsungan organisasi. Dari proses inilah akan lahir kader-kader yang siap melanjutkan perjuangan para ulama,” ujarnya.

Menurutnya, GP Ansor memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai ke-NU-an di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks.

“Ansor harus menjadi benteng Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda NU untuk mengembangkan kapasitas dan kepemimpinannya,” katanya.

Ustadz Abdul Ghofir juga berharap para kader mampu melahirkan berbagai terobosan yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami di tingkat MWCNU menunggu dan menanti program-program kerja strategis yang akan dilahirkan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Tarub. Kami berharap Ansor mampu menghadirkan inovasi yang menjawab tantangan umat di masa depan,” tuturnya.

Baca Lainnya  Longsor Tutup Akses Bojong–Batunyana, Warga Diminta Waspada

Ia menegaskan bahwa kaderisasi yang kuat harus berujung pada lahirnya gerakan yang nyata di tengah masyarakat.

“Keberadaan Ansor harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Kaderisasi yang baik akan melahirkan kader yang siap mengabdi dan memberikan solusi bagi persoalan umat,” imbuhnya.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Tarub sekaligus Ketua Panitia PKD V, M. Sholeh Kamil, mengawali sambutannya dengan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Atas nama PAC GP Ansor Kecamatan Tarub dan panitia pelaksana, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tamu undangan, para narasumber, instruktur, dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya PKD V ini,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kaderisasi merupakan investasi jangka panjang organisasi dalam menyiapkan generasi penerus yang siap berkhidmat kepada NU.

“PKD adalah tempat penempaan jati diri kader. Karena itu, kami mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap proses dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” katanya.

Kepada para peserta, Sholeh Kamil berpesan agar meluruskan niat sejak awal mengikuti kaderisasi.

“Saya menitipkan pesan kepada seluruh peserta untuk menata kembali niat, membersihkan hati, dan menyatukan tekad dalam rangka berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama melalui GP Ansor,” pesannya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat berbagai kekurangan.

“Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan ini, baik dari sisi pelayanan maupun fasilitas yang tersedia. Untuk itu kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta dan tamu undangan,” pungkasnya.

Editor : Tahmid
Kontributor: Tri Aji Rakhmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *