Bojong, Warta NU Tegal
Pondok Pesantren Attauhidiyyah Syech Armia bin Kurdi, Desa Cikura, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, siap menggelar Haul ke-94 Almarhum Almaghfurlah Syech Armia bin Kurdi pada Senin, 27 Muharam 1448 H bertepatan dengan Senin (13/7/2026). Kegiatan tahunan yang terbuka untuk umum tersebut diperkirakan kembali dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah.
Haul tahunan ini menjadi salah satu agenda keagamaan yang senantiasa dinantikan masyarakat. Selain menjadi momentum mengenang perjuangan dan keteladanan Syech Armia bin Kurdi dalam syiar Islam, panitia juga menginformasikan bahwa sejumlah habaib, ulama, dan tokoh agama dijadwalkan hadir untuk mengikuti rangkaian acara.
Salah satu Pengurus Pondok Pesantren Attauhidiyyah Syech Armia Cikura, Ustadz Slamet Rahardjo, menyampaikan bahwa panitia telah melakukan koordinasi terkait kedatangan para tamu undangan, termasuk penceramah yang dijadwalkan mengisi pengajian umum pada acara haul.
Menurut Ustadz Slamet Rahardjo, berdasarkan pembagian teknis yang telah disusun panitia, KH. Muhammad ‘Abdurrahman Al Kautsar atau yang akrab disapa Gus Kautsar dijadwalkan tiba di lingkungan Pondok Pesantren Attauhidiyyah sekitar pukul 08.00 WIB pada hari pelaksanaan.
“Informasi yang kami terima, beliau sudah menyampaikan kesiapan mengikuti rangkaian acara, termasuk pembagian teknis dan penginapan. Namun, kepastian kehadiran tentu tetap menyesuaikan kondisi pada hari pelaksanaan,” ujar Ustadz Slamet Rahardjo.
Gus Kautsar dikenal sebagai ulama muda kharismatik asal Jawa Timur dengan nama lengkap KH. Muhammad ‘Abdurrahman Al Kautsar. Beliau merupakan salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri, serta dikenal luas melalui dakwah yang santun, komunikatif, dan dekat dengan kalangan santri maupun masyarakat.
Selain aktif berdakwah di berbagai daerah, Gus Kautsar juga merupakan putra dari KH. Nurul Huda Djazuli, salah satu ulama sepuh dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso. Dalam berbagai kesempatan, beliau kerap menyampaikan materi keislaman yang menekankan pentingnya akhlakul karimah, penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, serta kecintaan kepada para ulama.
Pantauan Warta NU Tegal di lokasi menunjukkan bahwa panitia terus melakukan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan haul. Area pondok, lokasi acara, serta fasilitas pendukung telah ditata untuk menyambut para tamu undangan, habaib, ulama, dan masyarakat yang akan menghadiri kegiatan tersebut.
Haul Syech Armia bin Kurdi selama ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa seorang ulama, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarsantri, alumni, dan masyarakat. Tradisi ini sekaligus menjadi media menjaga kesinambungan sanad keilmuan dan kecintaan kepada para masyayikh yang telah berjasa dalam menyebarkan ajaran Islam di wilayah Tegal dan sekitarnya.
Melalui kegiatan haul, masyarakat diharapkan dapat mengambil keteladanan dari perjuangan Syech Armia bin Kurdi dalam membangun pendidikan Islam, membimbing umat, serta menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah yang tetap relevan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan Haul ke-94 Syech Armia bin Kurdi diharapkan berlangsung dengan lancar dan penuh keberkahan. Momentum tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga tradisi keilmuan pesantren, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta meneruskan perjuangan para ulama dalam membumikan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah kehidupan bermasyarakat.
Editor : Tahmid
Kontributor: Eko Wahyu Sagino / Abdul Basid












