lapsus  

Founder Ghiyats Mulia Foundation Riza Ghiyats Fakhri: Berawal dari Semangat Berbagi, Kini Bersinergi Menguatkan Dakwah Nahdlatul Ulama

Avatar photo
Founder Ghiyats Mulia Foundation, Riza Ghiyats Fakhri.

Lebaksiu, Warta NU Tegal

Di balik suksesnya penyelenggaraan Ijazah Kubro Manakib Syekh Abdul Qadir Al-Jilani Kitab Nurul Burhani di Pondok Pesantren Al-Maliki Leadership (Al-Bab), Babakan, Kabupaten Tegal, terdapat peran Ghiyats Mulia Foundation yang menjadi mitra strategis Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PCNU Kabupaten Tegal. Dalam wawancara khusus pada Jumat (31/7/2026), Founder Ghiyats Mulia Foundation, Riza Ghiyats Fakhri, menjelaskan latar belakang berdirinya yayasan sekaligus komitmennya untuk mendukung program-program dakwah dan sosial kemasyarakatan.

Menurut Riza, yayasan yang didirikannya lahir bukan semata sebagai lembaga filantropi, tetapi sebagai wadah pengabdian keluarga untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan dengan semangat khidmah kepada umat.

“Yayasan Ghiyats Mulia Foundation resmi kami dirikan pada 23 April 2026. Sebagai founder, saya berharap yayasan ini dapat menjadi media untuk berbagi manfaat kepada masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial yang menjadi bagian dari ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar Riza, putra almarhum H. Ghotsun.

Ia menuturkan bahwa sejak awal pendirian, orientasi utama yayasan bukan sekadar menjalankan kegiatan sosial, melainkan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki visi yang sama dalam melayani umat.

“Kami sengaja membentuk yayasan ini sebagai ruang pengabdian. Fokus kami adalah mendukung kegiatan sosial keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Kami ingin keberadaan yayasan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” katanya.

Riza mengungkapkan bahwa gagasan untuk mendukung penyelenggaraan Ijazah Kubro Manakib bermula dari diskusi bersama Ketua LDNU PCNU Kabupaten Tegal, KH Muhammad Aqib Malik, beberapa bulan sebelum kegiatan berlangsung.

“Dalam beberapa kali pertemuan bersama Gus Aqib, muncul gagasan untuk menghadirkan Ijazah Kubro Manakib Nurul Burhani di Kabupaten Tegal. Kami melihat kegiatan ini sangat penting sebagai upaya menjaga sanad keilmuan sekaligus memperkuat tradisi amaliah Nahdliyin,” jelasnya.

Baca Lainnya  Ansor Jatinegara Galang Solidaritas, Donasi Peduli Padasari Tembus Rp16 Juta

Menurutnya, setelah memperoleh arahan dan restu dari Ketua PCNU Kabupaten Tegal, H. Khozi’in, Ghiyats Mulia Foundation memutuskan untuk bersinergi penuh dengan LDNU dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami sangat bersyukur mendapat kepercayaan dari PCNU Kabupaten Tegal untuk menjadi mitra LDNU dalam penyelenggaraan Ijazah Kubro Manakib. Sinergi ini menjadi langkah awal yang baik, dan kami berharap dapat terus berkolaborasi dalam berbagai program dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial bagi warga Nahdlatul Ulama maupun masyarakat secara luas,” pungkasnya.

Editor: Tahmid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *