lapsus  

Gus Yahya Tiba di Tambakberas, Muktamar NU ke-35 Memasuki Tahap Registrasi Peserta

Liputan Khusus Muktamar ke-35 NU (6)

Avatar photo
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf tiba di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026) pagi.

Jombang, Warta NU Tegal

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf tiba di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026) pagi. Kedatangannya menandai semakin dekatnya pelaksanaan pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung di kompleks pesantren tersebut.

Berdasarkan pantauan Warta NU Tegal, Eko Wahyudi, Gus Yahya tiba di Jombang sekitar pukul 09.20 WIB. Setibanya di lokasi, ia disambut panitia pelaksana Muktamar NU ke-35. Setelah melakukan agenda silaturahmi atau sowan kepada kiai tuan rumah, Gus Yahya kembali memasuki kawasan Muktamar dengan pengawalan panitia.

Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026. Pada Rabu (26/8/2026), panitia memusatkan kegiatan pada registrasi peserta dan berbagai persiapan teknis. Sementara agenda pembukaan menjadi salah satu rangkaian utama yang akan dihadiri sejumlah tokoh dan tamu undangan.

Pantauan Warta NU Tegal di lokasi menunjukkan kesibukan panitia semakin meningkat. Para peserta mulai berdatangan dan melakukan registrasi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Sejumlah petugas terlihat mengatur alur kedatangan peserta agar proses registrasi berjalan tertib dan lancar.

Kedatangan Gus Yahya juga menjadi perhatian peserta dan panitia. Ketua Umum PBNU tersebut terlihat berada di kawasan Muktamar setelah melakukan silaturahmi dengan kiai yang menjadi tuan rumah. Kehadirannya sekaligus menunjukkan bahwa persiapan forum permusyawaratan tertinggi NU telah memasuki tahap pelaksanaan.

Di sekitar lokasi, terlihat pula fasilitas transportasi bagi tamu dan peserta, termasuk layanan becak yang disiapkan untuk mendukung mobilitas selama kegiatan. Sejumlah petugas keamanan dan panitia turut mengatur pergerakan kendaraan serta tamu yang memasuki kawasan Muktamar.

Sementara itu, agenda registrasi menjadi kesempatan bagi peserta dari berbagai wilayah untuk saling bertemu dan melakukan ta’aruf. Suasana keakraban terlihat di sekitar lokasi registrasi. Peserta dari berbagai daerah saling menyapa, bersalaman, dan berbincang sembari menunggu proses administrasi.

Baca Lainnya  Menelusuri Jejak KH Hasyim Asy’ari di Masjid Gedang Jombang, dari Ziarah hingga Cangkrukan Santri

Dalam kesempatan tersebut, Warta NU Tegal, Eko Wahyudi bertemu dengan salah seorang peserta bernama Safi bersama rombongan dari Maluku. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai di sekitar lokasi registrasi, bahkan diwarnai diskusi sambil menikmati kopi.

“Alhamdulillah, hari ini bertemu dengan saudara dari Maluku,” ujar Safi saat berbincang dengan Warta NU Tegal. Ia menyampaikan bahwa rombongannya menempuh perjalanan dari Maluku menggunakan pesawat menuju Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke Jombang untuk mengikuti Muktamar NU ke-35.

Menurut Safi, perjalanan dari Maluku menuju Jombang membutuhkan waktu dan persiapan tersendiri. Namun, semangat mengikuti Muktamar menjadi alasan kuat bagi dirinya dan rombongan untuk hadir secara langsung di Tambakberas. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang ta’aruf antarkader NU dari berbagai wilayah Indonesia.

Dalam perbincangan itu, Safi turut menyinggung sejarah masyarakat Maluku dalam perjalanan kebangsaan Indonesia. Menurutnya, masyarakat Maluku memiliki bagian penting dalam sejarah perjuangan dan kehidupan kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia mengaitkannya dengan pidato Presiden Soekarno mengenai peran masyarakat Maluku dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pembicaraan kemudian berkembang pada sejarah perkembangan NU dan pendidikan keagamaan. Safi menyebut pentingnya mengenal perjalanan para ulama NU, termasuk KH Hasyim Asy’ari yang dalam tradisi sejarah pesantren dikenal pernah berguru kepada Syekh Kholil Bangkalan, Madura. Ia juga menyebut KH Abdul Wahab Chasbullah sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan NU dan kebangsaan Indonesia.

Menurut Safi, pengetahuan mengenai sejarah NU penting bagi generasi muda, termasuk masyarakat di wilayah timur Indonesia. Sejarah ulama, pesantren, perjuangan kebangsaan, serta perkembangan pendidikan dan teknologi informasi perlu terus dikenalkan agar hubungan antardaerah dalam tubuh NU semakin kuat. Muktamar menjadi salah satu ruang pertemuan yang mempertemukan warga Nahdliyin dari berbagai latar belakang tersebut.

Baca Lainnya  Pelantikan GP Ansor Kebagusan 2026–2028, Perkuat Organisasi yang Solid, Berintegritas, dan Siap Berkhidmat

Sekitar pukul 16.14 WIB, suasana di sekitar lokasi kembali diwarnai pertemuan antarpeserta. Warta NU Tegal melihat seorang peserta dari Lampung mengenakan rompi dan kaos hijau. Peserta tersebut baru saja melakukan ziarah ke makam KH Abdul Wahab Chasbullah di kawasan Tambakberas, Jombang, salah satu tokoh penting NU dan pahlawan nasional.

Ziarah ke makam Mbah Wahab menjadi bagian dari perjalanan spiritual sebagian peserta sebelum mengikuti rangkaian Muktamar. Tradisi ziarah kepada ulama dan tokoh bangsa menjadi bagian dari kultur pesantren dan masyarakat Nahdliyin, sekaligus menjadi sarana mengenang jasa para pendahulu yang telah meletakkan dasar perjuangan keagamaan dan kebangsaan.

Rangkaian kegiatan pada hari pertama tersebut memperlihatkan wajah Muktamar NU yang tidak hanya berisi agenda organisasi. Di balik registrasi, kedatangan peserta, pengamanan, ta’aruf, diskusi, ngopi, hingga ziarah makam ulama, terdapat perjumpaan warga Nahdliyin dari berbagai penjuru Indonesia. Dari Maluku hingga Lampung, dari Jawa hingga berbagai daerah lainnya, mereka bertemu di Tambakberas membawa cerita, sejarah, dan harapan masing-masing untuk NU dan Indonesia.

Warta NU Tegal akan terus mengikuti perkembangan Muktamar NU ke-35 dari lokasi kegiatan. Dari Tambakberas, berbagai dinamika persiapan, kedatangan peserta, suasana ta’aruf, hingga rangkaian agenda Muktamar akan menjadi bagian dari laporan khusus untuk pembaca.

Pewarta: Eko Wahyudi
Jombang, 26 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *