Warta  

Ribuan Kader NU Surokidul Pagerbarang Ikuti Kirab Harlah ke-103, Teguhkan Khidmah dan Aswaja

Avatar photo
Peserta kirab dalam rangka peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU) ke-103 yang digelar oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Surokidul, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, pada Sabtu, (31/1/2026).

Pagerbarang, Warta NU Tegal

Sedikitnya seribu kader Nahdlatul Ulama (NU) memadati ruas jalan Desa Surokidul, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, Sabtu (31/01/2026), dalam kegiatan Kirab Harlah NU ke-103 yang digelar oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Surokidul. Kirab ini menjadi momentum kebersamaan warga NU lintas generasi untuk meneguhkan khidmah jam’iyah sekaligus memperkuat semangat perjuangan Aswaja di tingkat akar rumput.

Kegiatan kirab dilepas langsung oleh Ketua PRNU Surokidul, Deni Andini, dari halaman Masjid Jami Baitul Muttaqin Surokidul yang sekaligus menjadi titik start dan finish kirab. Sejak pagi, peserta telah berkumpul dengan penuh antusias, mengenakan atribut NU dan banom masing-masing, menandai kuatnya identitas ke-NU-an yang terus terawat di tengah masyarakat.

Peserta kirab berasal dari berbagai unsur badan otonom dan lembaga NU, mulai dari pelajar NU, anggota GP Ansor, Muslimat NU, Fatayat NU, hingga santri TPQ dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). Keikutsertaan seluruh elemen tersebut mencerminkan soliditas dan kesinambungan kaderisasi NU dari generasi ke generasi.

Grup drum band Syubbanul Wathon Banser Satkoryon Pagerbarang

Kirab semakin semarak dengan penampilan grup drum band Syubbanul Wathon Banser Satkoryon Pagerbarang yang mengiringi peserta sepanjang rute. Irama drum band yang dinamis tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol semangat juang dan militansi kader NU dalam menjaga tradisi, keilmuan, dan keutuhan bangsa.

Menurut Koordinator Kegiatan, Ustadz Abdul Ghoni Hafidz, kirab ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Harlah NU ke-103 yang memiliki nilai strategis bagi konsolidasi kader di tingkat ranting. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk nyata syiar NU di tengah masyarakat.

“Kirab ini kami laksanakan dalam rangka Harlah NU ke-103 dengan tujuan meneguhkan perjuangan kader NU dalam mensyiarkan jam’iyah serta memperkokoh akidah Ahlussunnah wal Jamaah di tengah tantangan zaman,” ujar Ustadz Abdul Ghoni Hafidz.

Baca Lainnya  Dai Disatukan Jelang Ramadhan, PRNU Slaranglor Perkuat Kekompakan dan Tertib Syiar

Ia menambahkan bahwa NU membutuhkan kader-kader muda yang tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga siap berkhidmah di tengah masyarakat dengan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

“Kader muda NU harus selalu berada di barisan terdepan dalam mengawal dan menjaga Aswaja serta persatuan bangsa. NU sejak awal berdiri telah menegaskan komitmennya terhadap Islam rahmatan lil ‘alamin dan keutuhan NKRI,” tegasnya.

Menurutnya, keterlibatan pelajar, santri, dan banom NU dalam kirab ini menjadi indikator positif keberhasilan kaderisasi yang terus berjalan secara berkelanjutan di Desa Surokidul.

“Kami bersyukur karena anak-anak muda, pelajar NU, santri TPQ dan MDT, hingga Ansor dan Banom lainnya ikut bergerak bersama. Ini menunjukkan estafet perjuangan NU tidak terputus,” ungkapnya.

Ustadz Abdul Ghoni Hafidz juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, baik secara moral maupun material.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur door prize, di antaranya Bapak Kepala Desa Surokidul, jajaran pengurus NU dan Banom NU Surokidul, serta masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung penuh kegiatan ini,” katanya.

Ia berharap, sinergi antara struktur NU, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik demi kemaslahatan umat.

“Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan memperkuat peran NU dalam menjaga harmoni sosial serta membumikan nilai-nilai Islam moderat di lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

Di akhir kegiatan kirab, panitia mengundi ratusan hadiah sebagai door prize bagi peserta yang beruntung. Pembagian door prize tersebut menambah keceriaan dan menjadi bentuk apresiasi kepada para kader NU yang telah berpartisipasi aktif dalam memeriahkan Harlah NU ke-103.

Sebelum pelaksanaan kirab, rangkaian kegiatan Harlah NU di Surokidul diawali dengan Khotmil Qur’an dan tahlil massal pada pagi hari. Kegiatan spiritual tersebut menjadi landasan batin sekaligus doa bersama agar NU senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan khidmahnya kepada agama, bangsa, dan negara.

Baca Lainnya  Jelang Ramadhan, Banser Kabupaten Tegal Kebut Rampungkan Mushalla Pengungsian NU Peduli

Dengan mengusung semangat kebersamaan dan khidmah, peringatan Harlah NU ke-103 di Surokidul tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang konsolidasi ideologis dan kultural warga NU dalam menjaga tradisi keilmuan, amaliah, dan perjuangan Aswaja.

Editor : Tahmid
Kontributor : Ustadz Abdul Ghoni Hafidz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *