Adiwerna, Warta NU Tegal
Kabar menggembirakan datang bagi para guru Madrasah Diniyah (Madin) dan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) di Kabupaten Tegal. Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Kementerian Agama terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan para pendidik agama.
Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan kegiatan sosialisasi penyaluran hibah insentif bagi pengajar keagamaan Islam Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan pada Rabu, (8/4/2026), bertempat di Syailendra Convention Hall Grand Dian Hotel Slawi (Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 101, Langon, Tembok Luwung, Adiwerna, Kabupaten Tegal). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama.
Acara ini dihadiri oleh Bupati Tegal H. Ishak Maulana Rahman, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal H. Ahmad Muhdzir.
Turut hadir pula para pengurus Badko LPQ dan FKDT tingkat kabupaten maupun kecamatan se-Kabupaten Tegal, pejabat struktural dan ASN di lingkungan Kemenag Kabupaten Tegal, perwakilan Bagian Kesra Setda Kabupaten Tegal, pimpinan perbankan (BTN, BSI, Bank Jateng, dan Bank Mandiri), serta para penerima penghargaan kejuaraan lomba.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memastikan keberlanjutan dukungan terhadap guru-guru Madin dan LPQ sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi berakhlak mulia.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut. “Kita bersyukur alhamdulillah, kita baru saja menyaksikan penyaluran bantuan insentif bagi guru Madin dari pemerintah daerah ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama. “Ini adalah sebuah koordinasi dan kolaborasi hebat yang kita bangun bersama,” katanya.
Menurutnya, pembangunan di bidang keagamaan tidak bisa dipisahkan dari pembangunan daerah secara umum. “Pembangunan agama adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan bangsa,” jelasnya.
Saiful Mujab juga berharap kolaborasi ini terus diperkuat ke depan. “Semoga sinergi ini terus terjaga dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menegaskan bahwa perhatian terhadap guru mengaji menjadi prioritas pemerintah daerah. “Efisiensi anggaran tidak menjadi alasan bagi kami untuk mengurangi perhatian kepada guru ngaji,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah tetap berkomitmen meningkatkan insentif meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. “Alhamdulillah, insentif guru Madin dan LPQ naik dari Rp1.700.000 menjadi Rp2.000.000 per tahun,” jelasnya.
Bupati juga mengungkapkan bahwa total anggaran hibah mengalami peningkatan. “Anggaran bantuan meningkat dari Rp16 miliar menjadi Rp18 miliar,” katanya.
Menurutnya, kebijakan ini merupakan bagian dari skala prioritas pembangunan daerah. “Kalau bicara anggaran, tentu tidak pernah cukup, tetapi kami menentukan prioritas untuk kemaslahatan umat,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung dinamika pengelolaan keuangan daerah yang cukup berat. “Pengurangan atau penyesuian dana transfer daerah hingga Rp244 miliar menjadi tantangan besar bagi kami,” tuturnya.
Namun demikian, ia tetap menempatkan kesejahteraan guru sebagai prioritas utama. “Jangan sampai jalan bagus tetapi guru ngaji tidak bahagia karena insentifnya berkurang,” tegasnya.
Bupati juga mengajak para guru untuk terus mendoakan kebaikan daerah. “Mohon doa dari para guru agar Kabupaten Tegal semakin maju dan diberi kemudahan,” pesannya.
Ia turut menyoroti persoalan sosial yang perlu perhatian bersama, seperti penyalahgunaan obat terlarang. “Peran guru sangat penting dalam membimbing generasi muda agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah,” tambahnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, Ahmad Muhdzir, menyampaikan bahwa perhatian pemerintah terhadap guru agama akan terus ditingkatkan. “Insyaallah tahun depan akan ada tambahan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk menjangkau lebih banyak penerima,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa perhatian tidak hanya diberikan kepada guru, tetapi juga kepada marbot masjid. “Nasib marbot juga menjadi perhatian pemerintah ke depan,” katanya.
Menurutnya, program ini diharapkan mampu meningkatkan semangat para guru dalam mengabdi. “Dengan adanya insentif, semoga para guru semakin semangat dalam mendidik generasi Qur’ani,” jelasnya.
Ahmad Muhdzir juga menekankan pentingnya penguatan nilai keagamaan di masyarakat. “Kita dorong pembiasaan membaca kitab suci sesuai agama masing-masing sebagai bagian dari pembinaan spiritual,” ungkapnya.
Ia menyampaikan bahwa kebersamaan menjadi kunci dalam keberhasilan program keagamaan. “Dengan kebersamaan, kita bisa menyelesaikan banyak hal, termasuk khataman Al-Qur’an secara berjamaah,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga terus mengembangkan program berbasis lingkungan. “Program calon pengantin menanam pohon menjadi bagian dari teologi lingkungan yang kita dorong,” katanya.
Ia menambahkan bahwa langkah-langkah mitigasi bencana juga mulai dilakukan melalui pendekatan keagamaan. “Pembuatan biopori di masjid dan musholla diharapkan mampu mengurangi risiko banjir,” jelasnya.
Ahmad Muhdzir juga menyinggung kepedulian Kemenag dalam penanganan bencana. “Kami telah menyalurkan bantuan kepada ratusan kepala keluarga terdampak bencana di Padasari,” ungkapnya.
Ia berharap dukungan dari berbagai pihak terus mengalir. “Mohon doa dan dukungan agar program-program Kementerian Agama dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Program hibah insentif ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mendukung para pendidik agama yang selama ini berkhidmah di tengah masyarakat.
Dengan sinergi yang terus terjalin antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama, diharapkan kesejahteraan guru Madin dan LPQ semakin meningkat.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keagamaan dan akhlakul karimah.
Editor : Tahmid












