Jatinegara, Warta NU Tegal
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, meninjau langsung lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Senin (16/02/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau progres penanganan bencana sekaligus menghimpun laporan yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat.
Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Muzani didampingi jajaran kementerian, anggota DPR RI, serta Pemerintah Kabupaten Tegal. Rombongan juga meninjau lokasi relokasi di Desa Capar yang disiapkan sebagai solusi jangka panjang bagi warga terdampak.
Bencana tanah bergerak yang dipicu curah hujan tinggi beberapa hari terakhir ini mengakibatkan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum. Aparat pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BNPB, relawan, serta elemen masyarakat bergerak cepat melakukan evakuasi dan pendataan.
Di hadapan awak media, Ahmad Muzani menegaskan bahwa hasil kunjungan ini akan menjadi bahan pertimbangan kebijakan di tingkat nasional.
“Kunjungan ini bagian dari pemantauan langsung di lapangan. Hasilnya akan kami laporkan kepada pemerintah pusat sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan kajian ahli geologi, wilayah terdampak tidak direkomendasikan untuk kembali dihuni.
“Lokasi ini tidak direkomendasikan untuk ditempati, baik untuk tempat tinggal, kegiatan ibadah, pendidikan, maupun aktivitas lainnya, karena kondisi tanahnya tidak stabil menurut ahli geologi,” jelasnya.
Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan penanganan bencana.
“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, relokasi menjadi opsi yang harus dipertimbangkan secara serius,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana serupa di daerah lain.
“Saya kira ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua untuk tetap waspada terhadap potensi bencana serupa di berbagai daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat melalui kunjungan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian Ketua MPR RI dan jajaran pemerintah pusat yang hadir langsung melihat kondisi warga kami,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan relokasi di Desa Capar seluas kurang lebih lima hektare.
“Lahan relokasi di Desa Capar sedang dipersiapkan. Saat ini alat berat sudah bekerja untuk meratakan dan menata lokasi hunian sementara,” jelasnya.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor terus diperkuat demi mempercepat proses rehabilitasi dan relokasi.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan seluruh pihak terkait agar penanganan ini berjalan cepat, tepat, dan aman bagi masyarakat,” imbuhnya.
Anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PKB Dapil IV Jatinegara-Bumijawa-Bojong, Maadah, yang ditemui di Posko MWCNU Jatinegara Desa Capar, turut menyampaikan perkembangan di lapangan.
“Luar biasa kunjungan Ketua MPR RI beserta rombongan dan Wamenag hari ini di Desa Padasari. Ini menjadi perhatian besar bagi masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa proses penataan lahan relokasi telah dimulai dengan pengerahan alat berat.
“Hari ini alat berat sudah berjalan. Ada delapan bego yang bekerja di tanah bengkok Desa Capar untuk hunian sementara,” ujarnya.
Menurut Maadah, relokasi akan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan lahan.
“Relokasi direncanakan untuk 588 rumah terdampak, dengan total sekitar 900 jiwa. Ini dilakukan bertahap sesuai keputusan bupati dan tim,” jelasnya.
Hingga kini, aparat dan relawan masih bersiaga di lokasi guna memastikan keamanan warga serta memantau kemungkinan pergerakan tanah susulan. Posko NU Peduli dan MWCNU Jatinegara juga terus aktif mendampingi masyarakat.
Kehadiran pemerintah pusat dan daerah di tengah masyarakat terdampak menjadi bukti sinergi dalam ikhtiar kemanusiaan. Nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang hidup di tengah warga Nahdliyin turut memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi musibah.
Semoga langkah percepatan relokasi dan rehabilitasi ini berjalan lancar, sehingga warga Desa Padasari dapat segera menata kembali kehidupan mereka dengan aman, nyaman, dan penuh harapan.
Editor : Tahmid
Kontributor : Eko Wahyu Sagino












